Keindahan Tembagapura Yang Wajib Kamu Ketahui

Majalahketik.com Tembagapura, sebuah kawasan yang terletak di Indonesia bagian timur tepatnya di Kabupaten Mimika, Papua, Indonesia. Tembagapura memiliki luas wilayah 1.280 km2 dan memiliki penduduk sejumlah 20.697 jiwa. Kecamatan ini memiliki dua tambang besar yang masing-masing dioperasikan oleh PT. Freeport Indonesia. Tambang tersebut adalah tambang Ertsberg (tambang tembaga) di Gunung Erstberg dan tambang Grasberg di Gunung Grasberg yang merupakan tambang dengan cadangan tembaga terbesar ketiga di dunia dan cadangan emas terbesar di dunia.

Melakukan mudik ke daerah ini tentu saja menjadi perjalanan yang sangat menyenangkan. Selain bisa bertemu dengan sanak saudara, kita juga bisa menikmati sejuknya udara dengan suhu 30 derajat celsius-200 derajat celsius. Belum lagi dengan pemandangan air terjun dan gunung-gunung yang sangat memanjakan mata.

“Di sana itu sepi, tenang, dan semuanya serba teratur. Jadi, selalu asik kalau mudik atau berlibur di sana,”  Kata Anita Arfahsita, wanita berumur 20 tahun yang kerap kali melakukan mudik ke Tembagapura.

Wanita berkacamata ini juga menjelaskan bahwa Tembagapura adalah daerah yang sangat rapih. Ditambah lagi dengan banyaknya kemajuan yang ada dari Tembagapura yang dulu hingga sekarang. Mulai dari kontruksi bangunan yang semakin tertata sampai barak-barak untuk karyawan PT. Freeport yang semakin bertambah.

Jika ingin berkunjung ke wilayah Tembagapura, kita harus naik pesawat dan mendarat di kota Timika lalu bisa dilanjutkan dengan menaiki bis atau helikopter. Perjalanan yang akan ditempuh jika menaiki bis selama 2-3 jam, sedangkan helikopter selama dua puluh menit.

“Sebetulnya, di sana gak ada tradisi khusus lebaran, sih. Namun, karena di sana hanya ada satu kota, jadi setiap sholat Ied pasti selalu bareng-bareng di lapangan bola yang ada di sana,” Jelas Anita.

Anita juga berkata, “Di sana kawasan industri sebenarnya (jobsite), jadi untuk destinasi wisata sepertinya gak ada tapi ada kampung penduduk asli di sana namanya Banti.”

Penulis : Fenty Novela

Editor : Minawati Nur Kustika