Kecil-Kecil Jago Silat

majalahketik.com Kebanyakan anak saat memasuki usia sekolah dasar (SD) masih menikmati masa bermain. Namun, lain halnya dengan Zeva Fachrizi Bem Bo Setiawan, kontingen dari perguruan Merpati Putih. Zeva, siswa kelas 5 di SDN 04 Siang Joglo menyukai olahraga pencak silat dan mampu meraih medali emas pada perlombaan Pencak Silat. Ia menjadi juara di acara Polimedia Cup 2 yang diadakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Polimedia pada 15—18 Desember 2016 silam di Hall Tower Polimedia Jakarta. Zeva mengikuti kegiatan silat karena cita-citanya yang ingin menjadi pesilat profesional dan ingin membanggakan kedua orangtuanya. “Aku ikut pencak silat supaya bisa jagain orang yang disayang,” katanya saat ditanyai mengapa menyukai pencak silat.

Berbeda dengan Zeva, walaupun tidak mendapatkan medali pada acara Polimedia Cup 2, semangat dari Rama Narendra Ermas, siswa kelas 8 di SMPN 177 Jakarta tetap tinggi. “Gapapa kalah, yang penting dapat pengalaman. Soalnya rasanya seneng dan seru,” ungkap siswa dari Perguruan Persaudaraan Setia Hati Teratai. Selain itu, Rama juga memiliki harapan supaya ilmu bela diri silatnya lebih berkembang dan dapat melestarikan budaya Indonesia.

Baca juga: Lewati Target, Kejuaraan Pencak Silat Sukses!

Kejuaraan silat yang diadakan UKM Pencak Silat ini memunculkan bibit-bibit pesilat bersemangat yang patut diacungi jempol. Felicia Atha siswi kelas 8 SMPN 31 Jakarta mengaku sangat senang mengikuti olahraga pencak silat, walaupun dikejuaraan ini ia mendapati kekalahan. Felicia harus menerima enam tendangan dari lawannya yang lebih lincah. Walaupun ada penyesalan tersendiri, tetapi ia makin penasaran dan ingin terus mengikuti olahraga bela diri ini.

Melalui olahraga bela diri ini, anak dilatih dalam hal pikiran, kesehatan tubuh, dan mental. Nabila Rosyda, siswi kelas 8 SMP 265 Jakarta mengaku, dengan semangat tinggi ia dapat mengalahkan lawannya yang selalu menyerang dengan tendangan kiri. Peluang yang ia ambil mengantarkannya ke pertandingan selanjutnya, “Percaya diri dan mental yang kuat harus disiapkan untuk pertandingan selanjutnya,” ujar gadis yang tergabung dalam perguruan Satria Muda Indonesia. Belajar silat mendatangkan manfaat yang besar, seperti memelihara kesehatan dan kesegaran jasmani, demikian pula dengan penggunaan dan penerapannya untuk menjaga diri.

Jurnalis: Bianca R. Delima & Nurul Izzati

Editor: Viviani Adriel