Kicauan Mahasiswa PoliMedia Soal Pilkada Jakarta

Beberapa bulan belakangan ini, berita seputar Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta tengah menjadi sorotan publik. Hal ini terjadi karena berbagai macam cerita, konflik, dan kuatnya isu-isu politik yang turut menyertai para Calon Gubernur (cagub), yaitu pasangan Agus Harimurti dan Sylviana Murni (pasangan calon No. 1), Basuki Tjahaja Purnama“Ahok” dan Djarot Saiful Hidayat (pasangan calon No. 2), serta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (pasangan calon No. 3).

Bukan hanya masyarakat Jakarta, melainkan masyarakat di berbagai daerah di seluruh Indonesia turut antusias mengamati, memberikan komentar, hingga menjadi relawan pendukung dari para pasangan calon Gubernur DKI. Isu seputar pilgub ini semakin memanas ketika salah satu cagub tersandung kasus yang disinyalir sebagai kasus penistaan agama. Hingga mengharuskannya berurusan dengan pihak kepolisian dan menuai berbagai pro-kontra di masyarakat.

Semakin bertambah dekatnya waktu pilkada, persaingan politik pun semakin terlihat jelas dan memanas. Berbagai opini dari masyarakat mengenai para pasangan cagub semakin beragam, pun tak terkecuali bagi mahasiswa PoliMedia Jakarta yang ikut memberikan pendapat sekaligus harapan untuk pemimpin DKI Jakarta kelak.

Alam Putra Sikumbang, mahasiswa program studi Multimedia 5A memberikan pendapat terhadap pasangan calon nomor 1 yang menurutnya memaksakan untuk masuk dalam Pilgub DKI, “Soalnya (Agus Harimurti) belum ada pengalaman berpolitik. Bisa dilihat dari program-program yang disiapin itu kesannya “classic” bahkan bisa dibilang nggak logis,” tutur Alam.

Baca juga: Investor Akuntan dari Accounting Fair

Selain itu, Dhani Rahman Zafran mahasiswa prodi Animasi 1B mengaku jika tidak terlalu mengetahui dan mengikuti perkembangan Pilkada DKI. Namun, jika ditanya soal mendukung, dirinya mendukung Ahok terlepas dari pro-kontra masyarakat. “Saya milih Ahok, tapi kayaknya 99% nggak mungkin dia menang, 1%-nya akan terjadi. Alasannya karena sudah terbukti pekerjaan dia sudah banyak yang tercapai.”

Pendapat yang diberikan Alam untuk pasangan No. 2 cukup positif. Menurut Alam, kemauan untuk melanjutkan program kerja (proker) yang masih on progress sekaligus proker baru menjadi poin tambahan untuk pasangan cagub, Ahok-Djarot.“Apa yang udah dilaksanakan paslon (pasangan calon) No. 2 itu realis dan dapat dirasakan. Seperti keringanan biaya pendidikan, kesehatan, transportasi, pelayanan publik, dan sebagainya.”

Sedangkan bagi Alam, pasangan No. 3 memiliki keunikan dalam hal membangun manusianya, “Artinya membangun manusia dari segi intelektual, attitude dan emotional layaknya manusia yang tinggal di metropolitan. Dengan manusia yang terdidik dengan baik, maka ekonomi pun membaik,” jelas Alam.

Pendapat Yossc Inasio, mahasiswa prodi Desain Grafis 3A pun tak berbeda jauh dengan Alam. Yossc menilai Anies Baswedan sebagai Cagub yang memiliki pembawaan dengan intelektual yang cukup mumpuni. “Teori dan datanya sangat matang, rekam jejak sebagai menteri juga tidak buruk, lawan yang sangat pantas untuk melawan petahana.”

Meskipun demikian, masyarakat Jakarta harus lebih cerdas dan bijak dalam memilih. Karena pada dasarnya setiap pasangan calon Gubernur memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, seperti yang diungkapkan Maryam Kharimah, mahasiswa program studi Fotografi 2B. “Kalo menurut aku sih, ya, setiap cagub-nya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setiap cagub pasti punya tujuan masing masing, istilahnya setiap sikap dalam menghadapi masalah atau membuat keputusan pasti besar hubungannya dengan latar belakang masing-masing.”

Di luar opini-opini mahasiswa PoliMedia yang berbeda-beda tersebut, tentunya mahasiswa atau masyarakat yang di luar Kota Jakarta sekalipun mengharapkan yang terbaik untuk Pilkada Jakarta 2017 ini.

“Harapannya sih jangan fokus ke ibu kota saja melainkan semuanya, jangan mendengar pendapat dari beberapa orang namun semua. Jangan melihat dari satu sisi saja melainkan semua sisi,” ujar Dhani.

“Harapannya buat yang terpilih, KJP (Kartu Jakarta Pintar) & KJS (Kartu Jakarta Sehat) jangan dihilangin. Birokrasi tetap 1 pintu, nggak ada dana bantuan secara tunai, soalnya suka salah sasaran dan kepotongditengah jalan.

Proyek Smart City dan Jakarta dengan MRT, LRT serta transportasi publik yang lainnya bisa selesai dengan cepat dan terintegritas ke seluruh pinggir Jakarta,” tutup Alam.

Masyarakat berharap semua calon yang akan terpilih nantinya dapat menepati semua janji-janji yang diberikan kepada masyarakat, dan semua kembali lagi kepada pilihan Anda tentunya. Masyarakat sudah menyiapkan pilihan yang terbaik dan sebagai pemilih yang bijak tentukan pilihan Anda pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang. Suara Anda menentukan perubahan.

 

Jurnalis: Suci Cahyani

Editor: Indi Vidyafi

Ilustrasi: Setio Aji Prapanca