BEM Nggak Punya Calon Lagi, Begini Respon Bagus “Si Calon Tunggal”

“Sudah seharusnya kita mengapresiasi mereka yang sudah berusaha untuk mencalonkan diri untuk jadi calon ketua dan calon wakil ketua BEM,” –Bagus Irsyad Najib.

JAKARTA—Pasangan calon tunggal, Bagus Irsyad dan Yolana Harmanto, digadang-gadang tidak memiliki saingan setelah satu pasangan lainnya mengundurkan diri karena beberapa syarat belum terpenuhi.
Menjadi calon tunggal tidak membuat Bagus berleha dan puas dengan kenyataan yang ada. Hal tersebut malah menjadi tantangan tersendiri bagi kedua calon tersebut.
Ditanya soal mengapa tidak ada calon lain selain dirinya, Bagus membantah kalau anggota BEM hanya “numpang tenar” saja. Dirinya beranggapan bahwa rekan satu organisasinya tersebut sudah bergerak dengan porsi dan tugasnya di departemen masing-masing. Kerja sama tim yang solid membuat nama baik BEM PoliMedia berdiri sampai saat ini.“

Yang jalanin kita, bukan mereka. Mereka emang tau dapur di BEM bagaimana? Kalau numpang tenar, numpang tenar di mananya? Kalau semua anak BEM suruh maju jadi pemimpin sebenarnya bisa, masuk BEM pun sudah diprioritaskan untuk menjadi pemimpin,” tangkasnya.

Alasan dirinya memilih Yolana Harmanto menjadi Wakil Ketua BEM-nya karena menurut Bagus, Yolana adalah orang yang tepat untuk menjalankan Visi dan Misi mereka yaitu aktif berkontribusi bagi PoliMedia untuk Indonesia.

Richy Adi Putera—ketua MPM periode 2016-2017 berpendapat bahwa, hampir di tiap organisasi mahasiswa PoliMedia mempunyai permasalahan yang sama, terkait orang-orang yang berani memimpin.

Bagaimana tanggapan mahasiswa perihal calon tunggal yang sudah terulang dua kali ini?

“Calon tunggal berarti kampus ini minim SDM. Bisa juga karena dia (Bagus) orang satu-satunya yang punya gagasan dan motivasi buat PoliMeda ke depan sampai nggak ada yang berani menyaingi. Yang dikhawatirkan, hal ini terus menerus terjadi tiap tahun. Mau bagaimana pun kampus ini butuh pilihan sebagai perbandingan.” Ujar Jay Akhyar Nasution—Ketua UKM Kompeni.

“Harap gue satu, rajut dan pertebal lagi rasa syukur kita pada Rabb Semesta. Ini bukan masalah materi atau yg lainnya, ini tentang rasa kepedulian terhadap rumahnya sendiri”, harap Richy.

Siapa pun pemimpinnya nanti, mereka orang yang mampu bersosialisasi di semua kalangan civitas kampus. Dan, bukan hanya pemimpin tersebut yang membenahi PoliMedia, namun, peran semua warga kampus sangat diperlukan.

Tentukan pilihanmu hari ini, 30 November 2017 pada Pemilihan Mahasiswa Raya! Semangat PoliMedian, Semangat Indonesia!

 

Jurnalis: Vika Widya Alfianti

Editor: Tyhan Ladarizka Dewanti

Foto: Instagram, Bagus Irsyad