Lagi-lagi Calon Tunggal, Ada Apa dengan BEM?

‎“Kita bergelut di zaman yang semakin melemahkan mental, moral, dan kepedulian. Tapi memang hal kayak gini harus benar-benar diantisipasi dari setiap ormawa.” –Richy Adi Putera, Ketua MPM PoliMedia Periode 2016-2017.

majalahketik.com Besok, 30 November 2017 akan dilaksanakan Pemira (Pemilihan Mahasiswa Raya) PoliMedia. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemira bertujuan untuk menentukan siapakah yang akan menjadi Ketua BEM PoliMedia, Ketua Hima masing-masing program studi, dan Badan Pengurus Harian MPM PoliMedia periode 2018-2019. Namun, sudah dua tahun berturut-turut BEM PoliMedia hanya memiliki satu calon saja alias calon tunggal.
Menurut Nadiyah Sakinah, Wakil Ketua BEM PoliMedia periode 2016-2017 mengatakan, seharusnya ada dua pasang calon Ketua BEM dan calon Wakil Ketua BEM. Namun, satu pasang calon yang lain tidak lolos dalam tahap pengumpulan berkas sebagai syarat menjadi calon ketua BEM. “Iya, calon satunya engga lolos berkas. Mereka engga selesain berkas-berkas yang belom, bisa dibilang mengundurkan diri” ujar Nadiyah. Nadiyah juga mengungkapkan bahwa keadaan BEM saat ini sedang bermasalah dengan SDM-nya. “SDM-nya beberapa ada yang ditarik ke Hima dan ada beberapa yang memutuskan untuk tidak lagi berada di BEM karena punya kepentingan masing-masing”, lanjut Nadiyah.
Hal ini juga diungkapkan oleh Richy Adi Putera selaku Badan Pengawas Pemira tahun ini. “Beberapa persyaratan belum terpenuhi. Waktu itu setelah adanya pemanggilan calon kandidat, kita jelaskan beberapa kekurangan administrasi. Tapi setelah itu engga ada lagi kabar. Karena gue penasaran, jadi gue tanya langsung, dan mereka ternyata memang berniat untuk tidak jadi mendaftar”.

Baca juga: Rumah untuk Kegiatan Nonakademik Mahasiswa
Richy merasa miris dengan adanya calon tunggal Ketua BEM dua tahun berturut-turut. “Melihat degradasi karakter dari mahasiswa sekarang, kalo kita perhatiin satu-satu dari ormawa, hampir semua punya permasalahan yang sama. Terkait orang-orang yang berani untuk memimpin, miris.”
Nadiyah juga menambahkan bahwa anggota BEM sudah mengupayakan sebaik-baiknya. “Keadaan mengapa hanya ada satu calon, karena orang-orang yang sudah di dalam BEM sudah dikonsepkan sesuai departemen yang ada di BEM”.
Menurut Bagus Irsyad Najib menjadi calon tunggal Ketua BEM adalah sebuah tantangan tersendiri untuk membuktikan bahwa ia berdiri di sini untuk mahasiswa, momentum untuk kebangkitan, momentum untuk berlomba-lomba membuat aksi konkret dan aksi nyata bagi PoliMedia untuk Indonesia.

IMG-20171129-WA0016
Ditanya soal pendapat mahasiswa mengenai pasangan cakabem (Calon Ketua BEM) dan cawakabem (Calon Wakil Ketua Bem) PoliMedia, banyak sekali yang menyayangkan status “calon tunggal” pada pemira tahun ini, seperti yang terjadi tahun lalu.
“Gimana kita bisa tau apakah dia yang terbaik sedangkan saingannya aja ga ada gitu. Kita yang bakalan milih juga ga bisa menilai secara tepat karena ga ada yang bisa dijadiin bahan perbandingan.” ujar Bambang Dwi Prasetya selaku ketua UKM Futsal PoliMedia. “Agak aneh sih untuk ormawa sebesar BEM di pesta demokrasi ini cuma ada satu calon sementara ormawa yang lain punya banyak calon.” tambahnya.
Begitu juga dengan Silvia Lestari salah satu pengurus HIMA Multimedia, menurutnya pemilihan cakabem dan cawakabem dengan status “calon tunggal” ini kurang efektif, mahasiswa tidak bisa menilai sekedar dari uji coba kelayakan yang terdapat pada pasangan tersebut, karena tidak ada pesaingnya. “Seharusnya jangan sampe calon tunggal, jatohnya kan meskipun kita ga milih, dia juga yang bakal menang.” kata mahasiswa semester 3 tersebut.
Meskipun begitu, mereka tetap menaruh harapan besar kepada calon Ketua BEM saat ini.
“Semoga visi dan misinya dilaksanakan dengan baik. Jadilah pemimpin yang bijaksana dan tegas untuk mimpin mahasiswa mahasiswi (PoliMedia).” sahut Ela Indriyani, mahasiswi Desain Grafis 1A.
“Harapan gue buat ketua BEM yang baru nantinya bisa ngejalanin tugasnya dengan baik, tetep menjaga komunikasi yang baik dengan UKM-UKM yang ada di PoliMedia.” kata Bambang.
“Harapannya kita semua entah ormawa ataupun mahasiswa dan alumni sama-sama bangun lagi sinergitas yang pernah ada, yang sempet diperjuangin oleh ormawa tahun sebelumnya maupun tahun ini bisa diteruskan oleh estafet perjuangan yang baru. Gue pun pernah tunggal, tapi gue harap adik-adik gue lebih baik dari angkatan gue, kalau ada yang bilang tunggal bukan pilihan itu salah. Itu adalah pilihan dan mereka sudah memilih dengan sebaik-baiknya. Tinggal kita kawal aja jalannya selama setahun”, tutup Nadiyah.

Jurnalis: Tyhan Ladarizka, Josephine Priscilla
Editor: Vika Widya Alfianti
Fotografer: Tio A.W