Lagi, Dua Laptop Raib di Masjid PoliMedia

majalahketik.com—Telah terjadi pencurian yang sempat menghebohkan warga PoliMedia. Pasalnya pencurian yang terjadi di PoliMedia bukanlah hal yang baru, dan pencurian kali ini adalah yang kesekian kalinya. Kejadian berlangsung tepat setelah zuhur pada Selasa, 09 Januari 2018 di Masjid Aar-Rahman, PoliMedia. Pasalnya pencurian. Peristiwa ini yang terjadi di PoliMedia bukanlah hal yang baru terjadi yang pertama, pasalnya dan pencurian kali ini adalah yang karena ini sudah yang ke sekian kalinya.

Kejadian ini merugikan dua orang korban mahasiswa dari Prodi Desain GGrafis. Korban pertama hanya kehilangan laptopnya, dan korban kedua kehilangan tas beserta seluruh isi tas yang juga terdapat laptop di dalamnya. Ezra Audric, mahasiswa semester 1 dari Prodi Desain Grafis yang kehilangan tas beserta isinya, nya mengatakan bahwa tepat setelah azan Zuhur, Ezra hendak menunaikan shalat Zuhur seperti biasa. Tas tersebut ia letakkan tepat di shaf shalatnya, namun shaf di depannya kosong sehingga Ezra terpaksa harus maju dan meninggalkan tasnya di belakang. Selesai shalat, ketika hendak mengambil tas, Ezra mendapatkan mengatakan bahwa tasnya sudah tidak ada di tempat. “Saat sedang shalat, saya sebenarnya mendengar suara tas saya dipindahkan, tapi saya kan nggak tidak mungkin menengok. Saya hanya mengira kalau tas saya itu dipindahkan sama oleh orang yang mau shalat juga,” ungkap Ezra.
Korban langsung melaporkan mengadukan kejadian ini ke satpam. Namun, dan tidak ada hasil yang didapatkan karena pelaku sudah kabur membawa barang curian., Ditambah tidak adanya CCTV, baik di lokasi kejadian maupun di jalan masuk kampus. Beberapa saksi mata yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, bahwa mereka melihat seorang bapak paruh baya berpakaian batik cokelat yang dengan gerak-geriknya mencurigakan. Namun, tidak sempat ditegur karena terlihat seperti orang-orang yang ada di masjid pada umumnya.

Baca juga: Pemira 2017 – Pemimpin Baru Untuk Kado Tahun Baru

Keamanan , terutama di masjid memang kurang terjaga, mengingat banyaknya kasus serupa yang terjadi di tempat ibadah tersebut. Hal ini membuat kenyamanan mahasiswa dalam beribadah menjadi agak terganggu karena was-was akan barang-barangnya. Menanggapi hal ini,, Al, mahasiswa semester 3 dari program studi Animasi yang juga merupakan Ketua IMIP (Ikatan Mahasiswa Islam PoliMedia) (IMIP) berpesan agar mahasiswa tetap berhati-hati. “Jangan berpikir kalau tempat ibadah seperti masjid itu selalu aman. Waspada dan hati-hati tetap perlu,” ujar Muhammad Bukhori Al Fathon.“Untuk sementara ini, tempat penitipan barang memang belum diberlakukan, jadi mahasiswa yang ingin beribadah diharapkan tidak meninggalkan barang bawaannya di sembarang tempat. Bisa ditaruh di depan atau /di samping shaf shalat, atau menitipkan ke temannya, misalnya. Kita pasti berharap yang terbaik, agar keamanan ditingkatkan dan fasilitas masjid diperbaiki. Kita juga ingin semua mahasiswa tenang dalam beribadah.” lanjutnya.

Jurnalis: Dhaniar Wahyu Sharfina
Editor: Dhea Aprilyani

photo: ilustrasi