Klarifikasi Logo Porseni 2018

Majalahketik.com​—Ada apa dengan logo Porseni 2018? Pada Jum’at  (23/03/2018), logo Porseni 2018 Politeknik se-Indonesia resmi dipublikasikan di akun Instagram Porseni Logo ini dibuat oleh salah satu dosen Desain Grafis PoliMedia. Beliau harus menuai kritik mengenai desain logo buatannya. Tema berwarna oranye, hijau tosca dan ungu dianggap kurang layak untuk logo tersebut.

Porseni (Pekan Olahraga dan Seni) merupakan ajang bergengsi bagi seluruh Politeknik se-Indonesia, yang diselenggarakan dua tahun sekali. Jakarta terpilih menjadi tuan rumah.  Di mana dua Politeknik Jakarta akan bekerja sama, yaitu Politeknik Negeri Jakarta dan Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta. Sebagai tuan rumah, PoliMedia diberi kesempatan untuk menentukan dan mendesain logo Porseni tersebut.

Baca juga: Cara Asyik Mengenal Street Photography

Logo yang dirasa sangat simple​ ​itu membuat beberapa mahasiswa menyayangkan hasil  desain logo seperti ini. Mereka (mahasiswa) menyampaikan kekecewaannya pada kolom komentar akun instagram Porseni 2018. Berikut komentar mengenai logo Porseni XII.

  1. Miris Melihat Desainnya 
Commentar netizen tentang logo porseni 2018

  2. Buatnya di PPT

Commentar Netizen logo Porseni 2018

  3. Dikira Logo Bimbel  

Commentar Netizen tentang logo Porseni 2018

  4. Tidak Memanfaatkan Mahasiswa Desain

Commentar Nitizen tentang Logo Porseni 2018.

  5. Logo Low Budget

Commentar Nitizen tentang Logo Porseni 2018.

 

Ini Klarifikasi Si Pencipta Logo

 

Logo Porseni 2018

Pada Jum’at lalu (12/05), KETIK menemui Bapak Hari Purnomo selaku pembuat logo Porseni mengenai tanggapan soal logo buatannya yang menuai komentar negatif. Ia pun menanggapi dengan menjelaskan proses pembuatan dan filosofi dibalik logo tersebut. “Logo itu seperti apa? Bebas. Logo itu sesuatu yang universal​.  Tapi sebetulnya, kalau kita mau mempelajari lebih dalam lagi tentang logo, kamu juga harus tahu behind the scene ​logo itu sendiri. Ya, jadi nggak bisa menyimpulkan ‘Kok ini cuma gini?’ ‘Kok ini cuma gitu?’ Jadi nggak bisa, pasti ada pertimbangan lain mengapa ​desainer itu bikin logo tersebut.”

terangnya. Ia juga mengatakan bahwa logo itu merupakan sesuatu yang unik​ ​dan tak disangka-sangka. Karena memerlukan olah pikir dari imajinasi menjadi visual, “Dan itu kan bikin logo sebetulnya nggak semena-mena jadi seperti ini. Prosesnya panjang dan saya bikinnya nggak cuma satu.​​” lanjutnya. Dosen Jurusan Desain Grafis yang juga membuat logo PoliMedia dan Kemenristekdikti ini, sebelumnya telah membuat 8 jenis logo Porseni sebagai pilihan. Terpilihlah logo yang memiliki bentuk sederhana,​ dinamis, ​mudah ditiru, dan mudah diingat dibandingkan jenis lainnya. “Jadi kedua elemen tadi olahraga dan seni bisa dikombinasikan menjadi sebuah logo yang intinya olahraga dan seni,” Jelasnya. 

Ia juga mengatakan dari delapan logo tersebut, dipilih melalui ​voting ​pada rapat panitia dari PNJ dan PoliMedia. Tidak dilibatkannya mahasiswa Desain dari kedua Politeknik dalam pembuatan logo Porseni, dikarenakan keterbatasan waktu. “Jadi waktu itu (rapat panitia) nggak ada keinginan untuk disayembarakan karena mungkin juga buru-buru, kemarin saya diminta untuk membantu saja. Aku sebetulnya senang kalo memang karya anak-anak itu udah bagus sih, tapi karena keterbatasan waktu, mendadak banget sedangkan minggu ini sudah harus ada.” Tutupnya. Berikut penjelasan Filosofi dan semiotika logo Porseni 2018:  

Klarifikasi Logo Porseni 2018.

  Jurnalis: Reza Aprinia Editor: Nadia Asy Syaffa  

  • xira chao

    Eeeee gimana ya pak hehe

  • Aef Saepu Romdon

    Warnanya itu biar dikata PNJ x Polimedia ya hehe

  • You

    Membuat logo itu berseni dengan kreatifitas otak sendiri jadi kalau logonya begitu berarti taste/selera kreatornya begitu, hanya tuhan dan kreator yang tau filosofi/maksud dari logo yang dibuat, lagipula dari 8 logo yang dibuat ini pemenangnya dan sudah menjadi keputusan bersama

  • Abdurrahman Hanif

    Bagus kok. Kalau memang cocok diaplikasikan, sah2 aja. Tapi cukup kecewa kenapa mahasiswa ga dilibatkan padahal karya mahasiswanya bagus2

  • Akhmal Miftahul Huda

    Et logo Anlene juga dinamis wkwkwk

  • Tomi Guntara

    @aefsaepuromdon:disqus Aduhhh mau dikata apalagi POLIMEDIA. hanya bisa berlapang dada. kak aef sotoy wkwkwk

  • Nanda Juliansyah Suryadinirat

    Ini sebenernya bagus dan rapi lho, seandainya skrg tahun 90’an

  • Zaky Ma’ruf

    no coment, intinya The Power Of Kepepet.