Polemik Kantin PoliMedia

Majalahketik.com – Rabu (30/05/18), pihak manajemen Politeknik Negeri Media Kreatif mengeluarkan pengumuman, berisi informasi mengenai kesempatan membuka dan mengelola kantin di PoliMedia. Pengumuman tersebut ditujukan kepada civitas maupun warga di luar PoliMedia, yang menjelaskan mekanisme dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon pedagang dan pengelola kantin.. Namun, pengumuman yang ditandatangani oleh Nasrudin, S.H.,M.A.P. ini tidak memperoleh respons yang cukup baik dari pedagang di kantin maupun mahasiswa PoliMedia. Para pedagang sangat menyayangkan pihak manajemen kampus, yang tidak merundingkan hal ini terlebih dahulu dengan para pedagang. Komunikasi yang bisa dibilang hampir tidak ada antara pihak manajemen dan pedagang membuat para pedagang kecewa.

Keadaan Kantin di PoliMedia

“Mereka tahu nggak permasalahan orang-orang di kantin sini? Mereka tahu nggak kondisi kantin, hiruk pikuknya seperti apa sekarang? Harusnya mereka turun dulu, ngobrol dulu, baru membuat suatu kebijakan. Mengerti dulu kondisi kantin, minimal mereka sudah survei. ‘Bagaimana, ada keberatan nggak di pihak kantin?’ Lihat dong, bagaimana kondisinya, hancurnya, otomatis kami keberatan.” Ujar salah satu pedagang di Kantin.

Kenaikan total biaya sewa yang hampir 2 kali lipat, menimbulkan pertanyakan apakah kebijakan manajemen itu sudah baik atau belum. Kehadiran pedagang di kantin PoliMedia ini ditentukan oleh harga sewa, tidak serta merta hanya berdagang. Tentunya juga terdapat hubungan saling membutuhkan antara pedagang di kantin dengan mahasiswa.

Pedagang mengharapkan pihak manajemen kampus bersedia untuk berunding dengan pedagang yang nantinya akan menghasilkan solusi untuk kedua pihak. “Kita sebagai pedagang yang sudah lama berdagang di sini, merasa tidak dianggap karena kini semua punya peluang yang sama,” ujar pedagang lainnya. “Semuanya dikosongkan, kemudian mereka hanya bertanya, ‘Mau ikut lagi gak?’” jelasnya. Kondisi kantin, bahkan sekitaran kampus yang mulai ‘sepi’ menurut para pedagang akar permasalahannya berada di manajemen PoliMedia. “Menaikkan atau menurunkan biaya sewa itu hak pemilik, cuma cara mereka menyampaikan pengumuman ini sangatlah tidak biasa.” Tutup pedagang kantin yang lain.

Baca juga: ARA 2018: The Flexi Plane Goes To Taiwan

“Uang sewa naik, tetapi manajemen ingin penyedia makanan dan minuman di kantin menyediakan makanan dan minuman yang murah untuk mahasiswa. Otomatis harga makanan akan berbanding lurus dengan biaya sewa,” ungkap Anisa Sholihah, mahasiswi Program Studi Penerbitan 4A.

Sebelum pengumuman ini dirilis, pihak kampus berencana untuk rapat dengan para pedagang. Namun hingga kini, rapat yang dinantikan belum terlaksana. Tiba-tiba pengumuman sudah ditempelkan di tembok-tembok. Pedagang kantin turut mengharapkan peran mahasiswa  dalam menanggapi kebijakan yang dikeluarkan oleh manajemen kampus. Karena bagaimanapun, pedagang kantin merupakan bagian dari masyarakat PoliMedia.

 

Jurnalis : M. Rafi Hanif

Editor : Dimas Adianto