Penipuan Berkedok Pembayaran Her-Registrasi, Siapa Dalangnya ?

Majalahketik.com – Lagi-lagi beberapa mahasiswa PoliMedia ditelepon oleh oknum yang mengaku dari pihak kampus. Bunga Ruth, Nadya Sava, dan Jonathan Sebastian mahasiswa Program Studi Penerbitan semester 1 ditelepon untuk mempercepat pembayaran. Padahal, menurut kalender akademik, pembayaran seharusnya dilakukan pada 11 Februari – 15 Februari 2019. Kejadian ini bukan yang pertama. Sebelumnya pada saat penerimaan mahasiswa baru, juga ada oknum yang menelepon calon mahasiswa untuk melakukan pembayaran ke rekening yang bukan berasal dari PoliMedia.

Pada kejadian pertama, ada beberapa korban yang tertipu dan  membayar ke rekening pelaku. Salah  satunya Dwiki Rizqullah, mahasiswa Periklanan semester 1 ini hampir menjadi korban penipuan tersebut, “Iya, gua sempet ditelepon dan mengaku sebagai Direktur. Gua gak percaya, mana mungkin Direktur langsung telepon ke calon mahasiswa,” kata Dwiki ketika diwawancara. Pada saat itu ia merupakan calon mahasiswa cadangan, dan disuruh membayar Rp. 4.500.000 oleh pelaku dengan nomor telepon 0852-9846-2224 ke nomor rekening BNI 0723084286. “Herannya dia bisa tahu data-data gua secara lengkap, dari nama, prodi, bahkan wali.” jelas Dwiki. Untungnya ia belum sempat membayar karena langsung mengkonfirmasi ke pihak kampus. Namun, ada beberapa calon mahasiswa yang nasibnya tidak semujur Dwiki dan tertipu oleh pelaku.

Lain dengan Dwiki, lain pula Bunga dan Nadya. Baru-baru ini Bunga dan Nadya ditelepon oleh pelaku yang lagi-lagi mengaku dari pihak Biro Keuangan PoliMedia untuk mempercepat pembayaran. Menurut penuturan Bunga, pelaku yang meneleponnya saat ini sama dengan yang pernah meneleponnya ketika masih menjadi calon mahasiswa. Pelaku tersebut memakai nomor telepon 0853-3207-15298 dan meminta mentransfer uang Her-Registrasi ke nomor rekening BRI 382101014399531 a/n Muh Yusuf Habibi. Beruntung, sampai berita ini diturunkan belum ada yang benar-benar menjadi korban penipuan tersebut.

Baca juga : Badminton PoliMedia Open: Akankah Jadi Pertanda Bangkitnya Badminton di PoliMedia?

BEM dan MPM  sudah mengimbau mahasiswa untuk lebih waspada. “Kami hanya  menjadi komunikator untuk kejelasan informasi. Dari kami berharap, mahasiswa juga harus lebih peka agar tidak mudah tertipu, dan untuk kampus, kita sudah beri saran untuk segera mengusut ini karena sudah berkali-kali,” kata Emeralda Saodor, Ketua Komisi 1 bidang Aspirasi & Akademik.

Selaras dengan MPM, BEM pun sudah melakukan himbauan melalui media sosial dengan mengingatkan untuk tetap waspada jika ada yang menghubungi dan mengatasnamakan PoliMedia. Nomor telepon dan rekening pelaku telah disebarkan. MPM dan BEM juga menyebarkan info mengenai alur pembayaran, agar mahasiswa khususnya mahasiswa baru tidak mudah tertipu oleh pelaku. Alur pembayaran ini bersifat sementara dan jika ada perubahan akan segera diinformasikan.

Alur Prosedur Her-Registrasi Semester Genap 2019 (11 – 15 Februari 2019) :

– Tidak perlu menunggu Invoice

-Memakai nomer BRIVA 7792272 + NIM. Contoh (779227217010046)

-Langsung dibayarkan ke bank BRI atau bisa juga via transfer melalui ATM BRI.

 

Dari pihak kampus sendiri, yaitu Ibu Heni selaku Kepala BAKPK (Bagian Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Kerjasama) mengatakan bahwa ia hanya mengetahui kasus penipuan ketika penerimaan mahasiswa baru, sedangkan kasus penipuan terbaru ini belum ia ketahui. “Untuk kebocoran data kami tidak tahu, karena semua data ada di kami. Kami memang meng-share nama-nama yang lolos pertama (Ujian Masuk) di website, mereka bisa saja melihat data di website,” jelasnya.

BAKPK mengimbau kepada mahasiswa untuk jeli dengan membaca kalender akademik maupun prosedur Her-Registrasi. Untuk dugaan adanya orang dalam yang terlibat, Ibu Heni dengan tegas menjelaskan “Gak ada orang dalam, salah itu. Kalau orang dalam, mau ngapain? Nipu juga buat apa? Orang sini (BAKPK) gak ada yang bocorin data ke mana-mana. Kalau mau usut tuntas harus bawa-bawa polisi. Tapi ya namanya orang nipu itu bisa aja, akalnya banyak.”

Mengingat ini sudah kedua kalinya terjadi dan mungkin akan terulang lagi, akankah pihak kampus melakukan penyelidikan hingga mengusut kasus ini hingga tuntas? Siapa dalangnya?

 

Jurnalis: Andika Pratama Putra & Yuni Puspita Dewi

Editor: Nadia Asy Syaffa

Fotografer: Radityo Ndaru Nugroho