Program Studi Animasi Kembali Menorehkan Prestasi

Majalahketik.com — Berita membanggakan hadir kembali dari mahasiswa PoliMedia Program Studi Animasi yang berhasil meraih prestasi dengan memenangkan juara 1 pada ajang Kompetisi Mahasiswa Bidang Informatika Politeknik Nasional (KMIPN 2019). KMIPN 2019 yang kedua ini diselenggarakan di Politeknik Caltex Riau pada tanggal 11-12 September 2019, sebelumnya telah dilaksanakan di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya pada November tahun lalu.

Pada tahun ini KMPIN 2019 mengusung tema “IT For Smart Society” yang diharapkan dapat mengajak, serta mendorong kreatifitas mahasiswa Politeknik seluruh Indonesia untuk dapat berperan ikut serta dalam mendukung tercapainya masyarakat yang smart dan bermartabat. Selain berkompetisi, acara ini juga menyuguhkan pameran teknologi serta workshop teknologi guna meningkatkan kualitas dan wawasan generasi muda untuk mencapai target “IT For Smart Society”.

Dalam kompetisi ini terdapat 8 kategori perlombaan, diantaranya Hackathon, Keamanan Jaringan, E-Goverment, Perencanaan Bisnis TIK, Internet of thing, Animasi, Cipta Inovasi, dan Pengembangan Aplikasi Permainan. Kategori Animasi ada 6 tim dari program studi Animasi dan yang lanjut lolos ke babak final ada 3 tim, salah satunya adalah Team Kartesian yang beranggotakan 3 orang yaitu : Mohammad Rizky, Ariel Christabel, dan Ivan Rakasiwi.

polimedia
Tim dari prodi Animasi yang berhasil meraih juara 1

Menurut Ariel Christabel, salah satu pembuat video animasi barbaris 3D. Animasi ini berjudul “Future Builder” dengan durasi sekitar 8 menit 30 detik menceritakan tentang setiap manusia dapat membawa perubahan yang positif bagi Indonesia agar lebih baik serta terbentuknya Smart City di Indonesia. Pesan yang terkandung dalam animasi ini adalah di tangan seseorang yang gigih dan cerdas, teknologi dapat membawa suatu perubahan dalam kehidupan.

Baca juga: Beri Lebih dari Sekadar Ucapan Selamat! Hattrick Program Studi Animasi di Indonesia Reallusion Award 2019

Mohammad Rizky merupakan anggota tim Kartesian mengatakan bahwa dalam proses pembuatan Animasi ini masih banyak kesulitan yang dihadapi karena pada awal lomba timnya masih berada di semester 2. “Banyak hal yang belum kami pelajari, dan secara bersamaan harus dikejar deadline dalam waktu yang singkat, bahkan dipertengahan saya sempat tidak percaya diri dan berpikiran untuk berhenti melanjutkan perlombaan. Tetapi sekali lagi banyak orang yang meyakinkan dan mempercayakan kami kembali, terutama pembimbing kami, Bapak R. AE. Widiargo.” Ujarnya.

Mohammad Rizky juga berkata, bahwa ia senang dapat berpartisipasi dan berkontribusi untuk kampus khususnya prodi Animasi. “Sebenarnya kalau dibilang capek selama perlombaan ini, tentu iya, ngerasa banget perjuangannya. Tapi banyak juga manfaat, pelajaran, dan ilmu yang didapat dari kompetisi sini ini.” Sambungnya.

“Jangan pernah menyerah sebelum kita mencoba sesuatu. Kadang kesempatan itu tidak datang dua kali, jadi berusahalah sebaik mungkin yang kita bisa.” Pesannya di akhir percakapan.

Jurnalis : Fairus N. H.

Editor.  : Destri Rahayu A.

Foto : Narasumber