Pinasthika Creativestifal XIX: Mahasiswa Periklanan Sabet Gold Student ILM

WhatsApp Image 2022-02-09 at 9.35.08 AM.jpeg

Dua mahasiswi PoliMedia prodi Periklanan, yaitu Liiana Karen dan Zahranisa Fajrin berhasil meraih penghargaan gold kategori AD Student iklan layanan masyarakat dalam kompetisi Pinasthika Creativestival XIX. Acara tersebut digelar selama 2 hari dari tanggal 26 – 28 November 2021 di Jogja National Museum. Prestasi ini diumumkan pada 28 November 2021 dalam acara Pinasthika Creativolution Award Ceremony yang disiarkan langsung via daring melalui Zoom. Pengumuman ini dapat diakses pada website https://www.pinasthikafest.id/  dalam kolom pemenang award kategori AD Student.

Iklan layanan masyarakat yang meraih prestasi dalam kompetisi tersebut memiliki judul Pesan Tersembunyi. Karya tersebut merupakan hasil akhir dari penggabungan dua ide milik Karen dan Zahranisa yang juga mendapat bimbingan dari dosen mata kuliah Digital Marketing mereka. Walaupun sempat memakan waktu dalam memahami makna dari materi lomba yang diberikan di tengah-tengah kesibukan aktivitas kampus, keduanya tetap berhasil mencapai kesepakatan ide mereka dan menyelesaikannya dengan tepat waktu.

Baca Juga : Farrel Juanito: Setelah Menjabat Ketua BEM PoliMedia

Karen juga membagikan pengalaman curah pendapat (brainstorming) mereka ketika membahas tema pada kompetisi tersebut. Berfokus pada ekonomi kreatif untuk menyelamatkan nasib UMKM kecil yang penjualannya beralih menjadi serba online di masa pandemi, mereka berdua memanfaatkan penggunaan uang digital yang mengalami peningkatan signifikan di Indonesia.

WhatsApp Image 2022-02-09 at 9.34.52 AM.jpeg

Zahranisa juga menjelaskan makna dari karya mereka yang berjudul Pesan Tersembunyi. Mereka memberikan kata-kata persuasif dalam sebuah pesan kecil di e-wallet yang berisikan penawaran promo-promo mengenai produk terkait. Dengan harapan, promo tersebut mampu menarik minat masyarakat untuk membeli produk dari UMKM lokal. Bukan hanya pada aplikasi e-wallet, mereka berdua juga menampilkan pesan tersembunyi di e-commerce. Bahkan mereka juga memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi untuk menampilkan pesan tersembunyi terkait produk lokal yang berada di lingkungan sekitar pengguna. Penilaian lombanya sendiri pun tidak selalu memperhatikan tampilan visual saja, justru lebih mengutamakan kreativitas ide dan dampaknya terhadap masyarakat. Tentu saja semua itu berjalan lurus sesuai dengan brief yang disampaikan pada awalnya.

Karen juga menyampaikan pesan untuk jangan selalu menyepelekan tugas, seperti setengah-setengah dalam mengerjakan atau bahkan menjoki, karena dari tugas itulah mulai terlatih kemampuan seseorang hingga menjadi terbiasa. Zahranisa juga ikut menambahkan untuk tidak selalu menyia-nyiakan kesempatan yang ada, baik dalam perlombaan maupun tugas karena tidak ada yang tahu bagaimana peluang seseorang dalam perlombaan tersebut.

Teks: Adinda Balqis Yuswadi

Editor: Ishmah Zakiyyah & Muhamad Yazid

Total
0
Shares
Related Posts