Dies Natalis Polimedia ke-14 x Polytechnic Creative Festival: Ajang Kreativitas Mahasiswa Politeknik

Foto : Listya Lupiya Apsari

Dalam rangka memeriahkan acara dies natalis ke-14 di bulan Oktober 2022, pada
tahun ini, Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta (PoliMedia) menjalankan acaranya
bersamaan dengan Polytechnic Creative Festival atau yang biasa disebut PC-Fest.


Acara ini berlangsung dari tanggal 10 hingga 13 Oktober di hall Gedung E
Polimedia. Selain melalui acara tatap muka, serangkaian acara juga disiarkan
langsung melalui kanal YouTube milik Polimedia TV.


Konsep dies natalis yang diambil pada tahun ini adalah festival. Konsep ini sendiri
juga mengartikan bahwa ada beraneka ragam kegiatan yang akan dijalankan, mulai
dari pameran penelitian, stan karya mahasiswa, fashion show, talkshow, awarding,
bahkan kompetisi. Hal paling ditonjolkan dari konsep ini adalah kreativitas dari media
kreatif itu sendiri.


Kemeriahan Pembuka Dies Natalis ke-14
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian pemberian
sambutan dari Freddy Yakob selaku ketua panitia acara dan Tipri Rose Kartika
selaku Direktur Polimedia.


Acara berikutnya dimeriahkan oleh para tenaga pendidik dan mahasiswa yang
mengikuti serangkaian lomba, yaitu lomba kreasi masak nasi goreng, komunikata
(lomba tebak gaya), ular balon, rantai sarung, makan kukis tanpa tangan, dan lomba
tarik tambang menggunakan daster.

Foto: Listya Lupiya Apsari

Polimedia Expo
Di hall Gedung E Polimedia juga terdapat Polimedia Expo yang menampilkan
pameran mengenai penelitian, pengabdian, dan kewirausahaan. Selain itu, ada stan
yang memamerkan karya dari masing-masing program studi di Polimedia, mulai dari
Teknik Grafika, Teknik Kemasan, Teknologi Permainan, Animasi, Multimedia, Desain
Grafis, Desain Mode, Fotografi, Penerbitan, Penyiaran, Film dan TV, Periklanan,
sampai dengan Pengelolaan Perhotelan.

Foto: Listya Lupiya Apsari

Terdapat pula stan dari MPM dan BEM Polimedia. Ada juga agenda fashion show
dari tim Drimidea. Tim ini menampilkan karya mereka yang memanfaatkan daur
ulang limbah menjadi bagian dari mode pakaian.

Foto: Listya Lupiya Apsari

Freddy menjelaskan, acara expo ini bertujuan untuk memperkenalkan karya-karya
mahasiswa Polimedia dan membuka peluang mahasiswa menjadi lebih dikenal oleh
tamu lainnya.


“Kan nanti di sini ketemu politeknik-politeknik lain, nih. Rencananya ada 19
politeknik, berarti ada 18 politeknik akan datang ke sini. Dilihat juga, nih, karya-karya
mahasiswanya. Bagus, kan? Biar mereka juga iri. Artinya, bukan iri dan jadinya
kompetisi, enggak. Kita pengennya, ‘Oh bisa, ya? Kayaknya saya bisa kerja sama
dengan ini, deh.’ Jadi, membuka peluang sebenernya,” jelas Freddy.


Pembukaan PC-Fest
Polytechnic Creative Festival atau PC-Fest pada tahun ini dilaksanakan di Polimedia
dengan peserta yang berasal dari 19 politeknik berbeda, yaitu:

  1. Politeknik Manufaktur Bandung
  2. Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung
  3. Politeknik Negeri Balikpapan
  4. Politeknik Negeri Banjarmasin
  5. Politeknik Negeri Banyuwangi
  6. Politeknik Negeri Batam
  7. Politeknik Negeri Indramayu
  8. Politeknik Negeri Jakarta
  9. Politeknik Negeri Jember
    10.Politeknik Negeri Madiun 11. Politeknik Negeri Madura
    12.Politeknik Negeri Malang
    13.Politeknik Negeri Medan
    14.Politeknik Negeri Semarang
    15.Politeknik Negeri Sriwijaya
    16.Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
    17.Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
    18.Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia
    19.Politeknik Negeri Media Kreatif.
    Terdapat juga inovasi baru dari kompet

Terdapat juga inovasi baru dari kompetisi kali ini, yaitu 3 kategori tim (campus
magazine, campus media online, dan campus video) dan 6 kategori individu (news
writer, news anchor, journalism photography, street photography, painting poster,
dan digital poster) yang akan serempak dilaksanakan pada 11 Oktober 2022.


Tema yang dipakai PC-Fest adalah Politeknik Membanggakan Indonesia. Candra
Irawan selaku Sekretaris Badan Koordinasi Kemahasiswaan Politeknik Se Indonesia
(BAKORMA) menjelaskan bahwa keberadaan politeknik lebih dalam dari universitas.
Karena secara keberadaan harfiahnya, kompetensi-lah yang menjadi hal yang
menonjol dalam politeknik.


“Sebenarnya kalau secara harfiah, politeknik harus menonjol karena di situ ada
kompetensi. Kemudian, politeknik juga akan berkecimpung dengan industri sampai
ke dalam kolaborasi risetnya. Politeknik lebih dalam dibanding universitas. Dengan
adanya ini, kami mampu memperlihatkan politeknik itu bisa membanggakan
Indonesia karena di situ ada kompetensi, ada kreativitas, ada inovasi, sampai ke
dalam produktif dan hasil produknya itu bisa dinikmati oleh masyarakat,” tutur
Candra.


Di akhir peresmian pembukaan PC-Fest 2022, dalam sesi wawancara, Tipri
mengungkapkan harapannya terhadap PoliMedia.


“Kita harus cepat bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Seperti kita tahu
bersama, sekarang itu digitalisasi berbasis industri kreatif. Jadi, saya berharap,
mudah-mudahan PoliMedia bisa membanggakan Indonesia. Jadi, bisa
menyumbangkan SDM yang memang punya kompetensi dan bisa menjadikan SDM
unggul untuk Indonesia,” pungkasnya.

Reporter: Adinda Balqis Yuswadi & Lulu Sofiannisa
Teks: Adinda Balqis Yuswadi
Editor: Hania Latifa

Total
0
Shares
Related Posts