Diskusi Publik “Inkonsistensi Kebijakan Kampus Salah Siapa?”

(MajalahKetik – 22/07/2021) Belum juga mendapat respons dari pihak manajemen, Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Polimedia mengadakan diskusi terbuka dengan mahasiswa Polimedia lainnya mengenai pernyataan sikap yang sebelumnya sudah diterbitkan melalui akun Instagram @bempolimediajkt, yaitu Pernyataan Sikap atas Inkonsistensi Pihak Manajemen Kampus.

Dalam Press Release tersebut, terdapat beberapa kebijakan di kampus Polimedia Jakarta yang dinilai inkosisten. Oleh karena itu, diskusi terbuka ini dirasa pantas diadakan untuk mendengar keresahan yang dirasakan oleh mahasiswa Polimedia Jakarta.

Diskusi terbuka yang dilakukan oleh Ormawa dan mahasiswa Polimedia Jakarta  lainnya dilakukan secara daring melalui Zoom dan Youtube Channel BEM Polimedia Jakarta pada pukul 19.15 hingga 21.00 WIB. Pembicara dalam diskusi terbuka tersebut terdiri dari beberapa mahasiswa perwakilan Ormawa Polimedia Jakarta. Diskusi terbuka tersebut diawali dengan pembahasan kebijakan kampus yang dinilai inkonsisten, kemudian, dilanjutkan ke sesi tanya jawab dengan mahasiswa Polimedia lainnya.


Moderator dan para narasumber pada Diskusi Publik “Inkonsistensi Kebijakan Kampus Salah Siapa?” (Tangkapan layar Zoom)

Dikusi terbuka tersebut tidak hanya membahas mengenai poin yang tertera dalam Pernyataan Sikap atas Inkonsistensi Pihak Manajemen Kampus saja, namun juga membahas isu yang dianggap meresahkan dan merugikan mahasiswa Polimedia Jakarta.

Adapun beberapa bahasan yang diulas dalam diskusi terbuka ini, di antaranya :

  1. Tuntutan Ormawa mengenai Pernyataan Sikap atas Inkonsistensi Pihak Manajemen Kampus yang terdiri dari tiga poin yang telah dirangkum, yaitu, a. Pengajuan KIP-K On Going. Di mana tanggal keluarnya informasi pengajuan sama dengan tanggal pengumpulan pengajuan beasiswa KIP-K On Going. b. Jenjang Program Studi Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin yang berbeda saat pendaftaran dan saat proses perkuliahan. Di mana ketika pendaftaran tertulis bahwa jenjangnya yaitu D4. Namun ketika perkuliahan berlangsung, ternyata hanya jenjang D3 saja. Sedangkan UKT yang ditetapkan pun setara denga UKT jenjang D4. Pengumuman mendadak mengenai perpanjangan daftar ulang untuk mahasiswa baru tahun 2021. Di mana pada informasi sebelumnya dikatakan tidak ada perpanjangan daftar ulang, namun beberapa jam sebelum tutupnya pendaftaran, diinformasikan bahwa terdapat perpanjangan daftar ulang.
  2. Kebingungan mengenai transparasi penggunaan UKT Prodi Seni Kuliner
  3. Beberapa dosen yang dinilai kurang kompeten
  4. Kurangnya informasi mengenai keringanan UKT

Dalam diskusi terbuka tersebut, Ormawa Polimedia berharap agar mahasiswa Polimedia Jakarta lebih aktif dalam menanggapi masalah yang terjadi di kampus sendiri, serta tidak takut untuk menyampaikan apa yang dirasakan. Untuk menanggapi masalah yang terjadi, Ormawa Polimedia Jakarta juga menghimbau mahasiswa lainnya untuk cerdas dalam menyampaikan keresahan dengan mencari bahan yang “matang” dan mengumpulkan massa dengan satu suara terlebih dahulu agar mahasiswa Polimedia Jakarta mempunyai “pegangan” yang kuat dalam beraspirasi.

Langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Ormawa Polimedia setelah diskusi terbuka ini, yaitu membuat suatu kajian. Kemudian, Ormawa Polimedia akan memberikan surat terbuka dan tuntutan kepada pihak manajemen. Surat terbuka tersebut diharapkan bisa membuat manajemen lebih terbuka kepada mahasiswa.

Reporter: Nurlaeli Aida

Editor : Asih Munggarani

Total
0
Shares
Related Posts