Follow

Memperingati Hari Perempuan Internasional, Panggung Bebas Berekspresi Kembali digelar.

Panggung Bebas Berekspresi (PBB) adalah acara yang diselenggarakan oleh BEM PoliMedia sebagai bentuk kritik terhadap isu yang sedang terjadi. Acara yang digagas oleh divisi Aksi dan propaganda kali ini mengusung tema “ Tak dapat dibungkam, kami akan melawan.” Isu – isu yang di angkat tak lain adalah diskriminasi terhadap perempuan, pelecehan, dan kekerasan terhadap perempuan. Seperti tahun lalu, PBB kali ini dilangsungkan di Kantin lama, kampus PoliMedia.

PBB Kali ini dilatarbelakangi oleh maraknya aksi diskriminasi terhadap perempuan khususnya di lingkungan kampus, serta mewakili banyak suara perempuan lewat acara ini. Bersama dengan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingukngan Perguruan Tinggi (PPKS) PoliMedia, BEM berharap setelah adanya acara ini para perempuan berani menyuarakan aspirasi dan haknya. Acara yang dimulai pada jam 16.00 WIB ini, diawali dengan sambutan dari ketua pelaksana, wakil ketua BEM, dan sambutan terakhir oleh PPKS. Lalu, dilanjutkan dengan penampilan Band, musik, puisi, teater dari PPKS dan KOMPENI, dan di lanjut dengan Orasi.

“Setelah ini sih, semoga perempuan lebih berani untuk menyuarakan hak-hak nya dan lebih bebas melakukan apapun tanpa diskriminasi”

Eko Putro, Ketua Pelaksana PBB

Banyak perempuan yang merasa terwakilkan dengan isu yang diangkat kali ini. Salah seorang Panitia— Kireyna, menyatakan bahwa dirinya sangat terwakilkan. Karna sebagai perempuan ia masih sering mendapat diskriminasi hanya dari caranya berpakaian. Kireyna juga mengatakan ia mau berpartisipasi dalam acara ini karna ingin menyuarakan aspirasinya sebagai perempuan, dengan harapan yang sama yaitu perempuan bebas diskriminasi.

 PBB juga memberikan kesempatan bagi seluruh mahasiswa PoliMedia untuk menampilkan kebolehan dan kreatifitasnya. Ditengah runtutan acaranya, BEM PoliMedia juga memberikan kesempatan pada pengunjung yang ingin berdonasi untuk kegiatan “PoliMedia berbagi” di bulan Ramadhan nanti. Meski diterpa hujan yang cukup lebat, tak mengurangi antusias para Mahasiswa yang menghadiri acara ini. Panitia pun melakukan antisipasi yang baik kala hujan turun. Dengan dresscode serba hitam mereka dengan sigap mengamankan instalasi dan pengunjung yang hadir. Menurut pengakuan dari Romandon pun, Tak ada kendala berarti selama proses perencanaan acara ini. “Mungkin kendalanya di perizinan dan sumber daya kaya kabel listrik gitu sih.”

Teks: Desi Sintawati

Editor: Jasmine Al Ramadhani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts