Follow

Peringati Hari Buku Nasional, Ini Sejarah dan Sosok Pencetusnya

Prof. Dr. K.H. Abdul Malik Fadjar adalah sosok sangpencetus Hari Buku Nasional. Beliau merupakan menteripendidikan di era Kabinet Gotong Royong (2001-2004), pada masa pemerintahan Megawati Soekarno Putri. Mengenalsosoknya lebih dekat, beliau adalah putra keempat dari Fadjar Martodihardjo dan Salamah, lahir di Yogyakarta pada 22 Februari 1939. Dalam mencetuskan Hari Buku Nasional, Abdul Malik Fadjar memiliki tujuan untuk menumbuhkanminat baca dan literasi masyarakat Indonesia, karena pada masa ia menjabat sebagai menteri pendidikan, minat baca dan literasi masyarakat Indonesia saat itu sangatlah rendah.

Hal ini membuat Indonesia memiliki perbedaan dengannegara lain dalam jumlah mencetak buku, Indonesia hanyamampu mencetak sekitar 18 ribu buku dalam setiap tahunnya. Berbeda dengan negara Asia lainnya, seperti Jepang yang dapat mencetak 40 ribu buku dan China yang mampumen cetak 140 ribu buku setiap tahunnya. Dilansir langsungdari laman Lib.lemhanhas.go.id,di tahun 2002, UNESCO mengungkapkan bahwa angka melek huruf di Indonesia pada orang dewasa berusia 15 tahun ke atas hanya 87,9 persen.Dengan adanya Hari Buku Nasional, diharapkan mampumeningkatkan angka penjualan buku dan kebiasaan membacapada masyarakat Indonesia.

Buku merupakan sumber berbagai informasi yang dapatmenambah wawasan dan pengetahuan bagi siapa saja yang membacanya. Seperti yang kita tahu, “Buku adalah jendeladunia”. Slogan tersebut memiliki arti, kita dapat memperolehbanyak ilmu, kita bisa mengetahui banyak hal mengenaiapapun dan kita bisa melihat isi dunia tanpa melakukanpenjelajahan. Sebagai generasi muda, sudah seharusnya kamumenjaga dan melestarikan budaya membaca buku dan literasi. Buku juga dapat sebagai latihan otak dan pikiran, mampumenumbuhkan kemampuan menulis dengan baik, meningkatkan konsentrasi, dan dapat memberikanketenangan. 

Kini, buku tak hanya dapat dibaca dalam bentuklembaran kertas. Kamu dengan mudahnya dapat mengaksesberbagai macam tulisan, jurnal, materi,dan berbagai ilmupengetahuan hanya dengan melalui e-book atau buku internet.Ayo, bangun kebudayaan membaca dan literasi dengan caramembiasakan diri untuk membaca setiap hari!

Teks: Alma’arief Assajjad Syamsoeddin

Editor: Meylia Putri Irawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts