Mendobrak Stigma di Masyarakat Bersama Webtoon Make-up Man

“Cantik itu punya banyak versi. Kalau versi kamu sendiri, gimana?” merupakan tema yang diangkat oleh Webtoon berjudul Make-up Man karya Lee Yeon yang tamat pada 14 November 2020 lalu.

Webtoon bergenre drama yang mengangkat banyak isu soal stigma yang terjadi di masyarakat ini mengisahkan tentang Kim Yeseul, seorang mahasiswi biasa dari jurusan fotografi yang ditawari untuk menjadi model dalam kontes kecantikan oleh si make-up artist genius bernama Cheon Yooseong. Kim Yeseul memiliki problema yang hampir sama dengan masyarakat kebanyakan, yaitu merasa insecure dengan penampilan sendiri. Kemudian, bersama Cheon Yooseong, mereka berdua pun mulai mengeksplorasi makna kata “cantik” itu sendiri melalui kontes kecantikan tersebut.

Cantik Itu Tidak Memiliki Standar!

“Cantik ini harus begini. Kalau enggak begini, berarti enggak cantik.” Begitulah kata standar kecantikan yang digembor-gemborkan oleh society. Sadarenggak, sih,kalau definisi “kecantikan” menurut society itu sangat monoton dan terlalu mengotak-ngotakkan kecantikan?

Make-up Man berhasil mematahkan beauty standards tersebut. Di Webtoon ini, menyuguhkan berbagai macam kecantikan unik yang out of the box daripara tokohnya lewat kontes kecantikan. Sang penulis dengan cemerlang berhasil menunjukkan bahwa cantik itu sebenarnya memiliki banyak versi dan tidak monoton seperti standar yang sering digembar-gemborkan oleh society.

Make-Up Itu Bisa Membuat Kita Menjadi Diri Sendiri

Kim Yeseul dikisahkan memakai make-up karena ingin terlihat cantik seperti orang lain. Tentu saja kita semua pernah seperti Yeseul, kan? Pada umumnya, society menyatakan bahwa memakai make-up  merupakan kegiatan yang tak lebih dari sekadar mengubah seseorang menjadi lebih cantik dari biasanya. Akan tetapi, Webtoon ini kembali mendobrak stigma tersebut dengan menggambarkan bahwa kita juga bisa menunjukkan jati diri kita yang sesungguhnya dengan gaya make-up kita sendiri. Tak masalah kalau kita tidak bisa memenuhi standar kecantikan yang monoton itu. Apapun itu tak masalah selama kita bisa menerima diri kita sendiri dengan rasa bangga!

Kotak-Kotak Gender

Di Indonesia, masnyarakatmasih terus mengotak-ngotakkan antara perempuan dengan laki-laki. Contoh kecilnya adalah soal merawat diri. Laki-laki dianggap aneh kalau merawat dirinya sendiri dengan skincare atau yang lainnya. Katanya, sih, bukan laki-laki banget kalau kayak begitu.

Lagi-lagi, Make-up Man berhasil mendobrak stigma tersebut. Webtoonini memberikan gambaran bahwa tidak ada yang salah dengan merawat diri baik bagi laki-laki maupun perempuan. Tak tanggung-tanggung, Make-up Man bahkan memberikan tips merawat wajah untuk laki-laki. Dari sini sudah terlihat, bukan? Merawat diri itu memang penting dan wajar bagi semua orang tanpa memandang gender.

Selain itu, Make-up Man juga menyinggung soal pembatasan ruang gerak perempuan dalam masyarakat akibat budaya patriarki yang kolot. Sang penulis berhasil menyisipkan sarkasme terhadap budaya yang sudah kedaluwarsa itu melalui para tokohnya yang berkembang dengan kompetensi masing-masing tanpa memandang apa pun gender mereka sendiri.

Baca Juga : Bincang Tentang Toleransi Lewat Film Tanda Tanya (?)

“Keren” Adalah Judul Lain dari Webtoon Ini

Jika sudah membaca Make-up Man, kamu pasti akan setuju dengan kalimat judul di atas. Bagaimana tidak? Cerita ini dikemas dalam bentuk yang apik dengan alur cerita yang cerdas dan bermakna. Pesan di dalamnya juga tersampaikan dengan jelas seolah sang penulis sedang berbicara langsung kepada para pembaca. Tak hanya sang tokoh utama, tokoh pendukungnya  juga mengalami character development yang sangat memukau. Lalu, di samping mendobrak stigma secara terang-terangan, Webtoon ini juga kaya akan tips tentang fotografi, ber-make-up, sampai melepaskan diri dari hubungan asmara yang toxic. Benar-benar keren banget, kan?

Terakhir, cerita ini diakhiri dengan ending yang sangat indah dan realistis. Ending tersebut seolah-olah mengatakan bahwa bukan hanya tokoh di Webtoon ini saja yang berkembang dan berubah menjadi lebih baik, tetapi kamu juga bisa.

Nah, sampai sini sudah mulai tertarik membaca Make-up Man belum, Sobat Ketik? Pasti tertarik dong. Oh, iya. kalau ingin membaca, jangan lupa selesaikan tugas kuliah kamu terlebih dahulu, ya!

Penulis: Lee Yeon

Ilustrator: Lee Yeon

Platform: Webtoon Indonesia

Rating: 9.80 (Webtoon)

Terbit: 13 April 2019

Tamat: 14 November 2020

Jumlah Episode: 129 episode

Penulis: Hania Latifa

Editor: Jesica Syaputri

Total
0
Shares
Related Posts