Pameran Perempuan ‘Semesta Semata’ Sajikan Karya Fotografi Konseptual

Majalahketik.com (12/06/2022) – Mahasiswa prodi Fotografi semester dua dan empat PoliMedia menggelar Pameran Perempuan ke-9 yang bertajuk ‘Semesta Semata’ (Semua Mesti Tahu Seperti Apa Wanita). Pameran ini dilaksanakan mulai 10-12 Juni di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta Pusat.

Ketua Pelaksana Pameran Perempuan Zanuba Adinda Putri mengatakan pameran ini menjadi ruang bagi para perempuan untuk menjelaskan tentang keresahan sebagai wanita. “Kita ingin mencerminkan ide-ide (tentang) apa sih yang kita resahkan dari dalam diri kita sendiri dan juga orang lain,” ujar Zanuba.

Baca Juga : Pekan Sospol: Buka Ruang Diskusi Publik dan Kelas Pergerakan Sosial-Politik Bagi Mahasiswa PoliMedia

Pameran tersebut diadakan secara luring dengan menampilkan tidak hanya karya mahasiswi fotografi semester dua dan empat, tetapi juga ada perbincangan bersama sembilan pameris terpilih dan sebuah seminar. Sebanyak 30 karya yang lolos kurasi dipamerkan secara langsung di selasar dan di dalam aula Museum Sumpah Pemuda. Karya-karya tersebut merupakan hasil dari mahasiswa semester dua dan semester empat prodi Fotografi.

Mengangkat tentang keresahan sebagai wanita, pameran ini memberikan genre konseptual yang bebas dikembangkan oleh para partisipan untuk menyerahkan ide-ide mereka tentang keresahan sebagai wanita melalui sebuah karya foto. Karya tersebut diberi saran dan masukan oleh kurator yang kemudian dikurasi.

Zanuba juga menambahkan alasan mengapa pameran kali ini menggunakan genre Konseptual tentang keresahan wanita dan dilaksanakan di Museum Sumpah Pemuda untuk pertama kalinya, “Tujuannya agar banyak orang mengerti tentang wanita dan juga kita kan pameran di museum, biar orang-orang mengenal lagi gitu museum dan gak menghilangkan sejarah,” Tambah Zanuba.

Museum Sumpah Pemuda dan Pameran Perempuan berkolaborasi untuk mengajak masyarakat kembali ke museum setelah dua tahun tutup akibat pandemi Covid-19. Semesta Semata membantu Museum Sumpah Pemdua yang sudah direvitalisasi agar ramai pengunjung dengan batasan 100 pengunjung perharinya.

Pengunjung juga bisa mengikuti temu wicara dengan Malahayati selaku kurator di hari pertama, kegiatan seminar dengan seorang freelance photographer terkenal Utami Godjali di hari kedua, dan berbincang dengan pameris serta puncak acara saat penutupan yang di isi dengan puisi berantai dan teater di hari ketiga. Tak lupa juga, bagi pengunjung yang sudah melakukan registrasi pada tautan yang telah dibagikan juga akan mendapatkan sertifikat.

Pada bulan Februari lalu, ada hambatan dalam mendapatkan  perizinan untuk acara pameran ini karena tingginya kasus Covid-19 di Indonesia dan dibatasi pengunjung 50 orang perharinya untuk masuk museum. Lalu, di bulan Mei, sudah ada informasi kalau kasus Covid-19 sudah menurun dan jumlah pengunjung yang diizinkan bertambah menjadi 100 orang perharinya. Pengunjung hanya perlu beli tiket masuk museum dan registrasi ke Pameran Perempuan.

Bagas Hermawan mahasiswa Universitas Indraprasta juga mengatakan alasannya mengunjungi Pameran Perempuan ini karena ketertarikannya pada fotografi.

Zanuba berharap melalui Pameran Perempuan yang telah disiapkan selama enam bulan ini bisa membuat para pemuda terus semangat dalam berkarya.

Teks: Lulu Sofiannisa

Editor: Rafi Alvirtyantoro

Foto: Safa Aulia Rachmat

Total
0
Shares
Related Posts