Sering Merasa Kepanasan? Krisis Iklim Jawabannya

air air pollution climate change dawn
Photo by Pixabay on Pexels.com

            Halo, Sobat Ketik! Apa kabar, nih? Bagaimana dengan awal 2021 kalian? Semoga kita semua bisa mewujudkan tahun 2021 yang lebih menggembirakan, ya. Mungkin tidak sekali kamu merasakan cuaca sedang panas-panasnya sehari-hari, sedangkan tidak sedikit pula dari kita yang merasakan kondisi di pagi hari yang berkabut dan dingin. Ternyata, kondisi bumi saat ini sedang mengalami perubahan yang menyebabkan kita merasa beda dari biasanya.

Dilansir dari akun Instagram @jedaiklim, krisis iklim atau pemanasan global merupakan peristiwa meningkatnya suhu permukaan bumi yang menimbulkan berbagai efek yang merugikan pada ekosistem lingkungan dan kemanusiaan. 

Dampak Krisis Iklim

Suhu global telah meningkat secara signifikan. Apabila peningkatan mencapai lebih dari 1.5°C, maka akan menyebabkan terjadinya gelombang panas yang ekstrem, kekeringan, banjir, kebakaran hutan, penyebaran penyakit, naiknya permukaan air laut, dan rapuhnya ketahanan pangan. Komitmen untuk menjaga suhu bumi agar tetap berada dibawah 1.5°C ini telah tertuang dalam Perjanjian Paris yang telah ditandatangani oleh 196 negara. Dan sebentar lagi masing–masing negara akan menyerahkan dokumen komitmennya untuk berkontribusi dalam menyelamatkan iklim. Tetapi kebijakan tersebut dan rencana nasional kita malah mengacu ke pemanasan global hingga mencapai 3-4° di atas suhu rata-rata pra-industri, yang sama saja dengan bunuh diri.

Menanggapi hal tersebut, sebagai pelaku utama terjadinya perubahan iklim di bumi, maka manusialah satu-satunya yang bertanggung jawab dalam upaya menanggulangi krisis iklim ini. Berbagai upaya dan mitigasi terus dilaksanakan secara besar-besaran untuk mengurangi dan mengatasi perubahan iklim dalam waktu yang cepat.

Di bawah ini merupakan beberapa langkah global yang bisa dilakukan bersama untuk menyelamatkan bumi kita:

  1. Menghemat Penggunaan Listrik
Menghemat Penggunaan Listrik

Listrik merupakan salah satu sumber panas, yang berarti menyumbang pada peningkatan suhu bumi. Jika kita mencabut  sumber listrik pada satu peralatan yang tidak terpakai, mungkin hasilnya tidak terasa. Tapi bagaimana jika sepuluh orang berpikir hal yang sama? Semakin banyak dilakukan, maka penghematan energi listrik pun semakin besar. Konsumsi daya pada pembangkit listrik pun berkurang, sehingga panas yang dihasilkan pun menurun.

Baca Juga : Enam Kebiasaan Baru Menghadapi Semester Baru

2. Menghemat Pemakaian Air

Menghemat Pemakaian Air

Cuaca yang tidak dapat lagi diprediksi membuat bencana alam tak terduga bisa datang kapan saja, salah satunya adalah banjir. Volume air laut yang meningkat diakibatkan mencairnya es di kutub, membuat siklus turunnya hujan semakin sering. Apa hubungannya dengan menghemat air? Dengan tidak membuang-buang air, maka volume air di saluran pembuangan yang tinggi tidak akan menjadi salah satu penyebab banjir.

3. Melakukan 5R (Rethink, Reduce, Reuse, Recycle, Replace)

Melakukan 5R (Rethink, Reduce, Reuse, Receycle, Replace)

Terdapat 5R yang harus dilakukan, yakni Rethink, Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace. Rethink merupakan tindakan mengubah pola perilaku produksi dan konsumsi barang dengan mempertimbangkan kemungkinan untuk dilakukannya daur ulang. Reduce merupakan tindakan mengurangi penggunaan barang atau material yang digunakan sehari–hari agar dapat dimanfaatkan secara efektif untuk mengurangi sampah yang dihasilkan. Reuse merupakan tindakan menggunakan kembali barang atau material yang telah digunakan dan sebisa mungkin menghindari jenis barang atau material yang bersifat sekali pakai. Recyclemerupakan tindakan mendaur ulang barang atau material agar mampu dimanfaatkan kembali untuk keperluan lainnya. Replace merupakan tindakan melakukan penelitian mendalam untuk mengganti material produksi. Misal, dari yang sulit terurai menjadi yang ramah lingkungan, atau material dengan jumlah terbatas dengan material yang masih banyak tersedia di alam namun dengan fungsi yang sama.

4. Menggunakan Peralatan Ramah Lingkungan

Menggunakan Peralatan Ramah Lingkungan

Mengganti kantung plastik dengan tas kain atau biasa disebut goodie bag sehingga bisa digunakan ulang adalah salah satu program yang tengah menjadi tren ramah lingkungan saat ini. Selain itu, menggunakan lap untuk mengurangi pemakaian tisu pun dapat mengurangi penebangan pohon untuk produksi tisu. Menggunakan alat makan yang bisa dipakai berkali-kali serta memanfaatkan teknologi dalam dunia kerja dan pendidikan, yakni dengan tidak banyak menggunakan kertas untuk tugas dan dokumen–dokumen yang tetap bisa dibahas secara digital. Jika terpaksa harus dicetak, bisa menggunakan sisi belakang dari kertas yang telah tidak digunakan atau menggunakan bahan kertas ramah lingkungan.

5. Mulai Dari Sekarang

Jaga Bumi Kita Mulai Dari Sekarang

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Mau menunggu hingga bumi benar-benar rusak? Yuk, kita mulai lakukan dari sekarang sebelum terlambat!

#GlobalClimateStrike 

#JedaUntukIklim
#ClimateActionNow

Jurnalis: Ishmah Zakiyyah

Editor: Early Meidiasa Prameswari

Source Picture:

Pict 1-5            : Cr.Pinterest

Pict 6   : Cr. Instagram @Jedaiklim

Total
0
Shares