Nama Medpart

Reaksi ‘Bulu Kuduk Berdiri’, Ketahui Mekanisme Tubuh Saat Mengalami Merinding

sumber: Beautynesia
sumber: Beautynesia

Jakarta, majalahketik.com — Ketika sedang menonton film ber-genre horror dengan suasana yang dingin, ada respons alami yang merasa tubuh seolah seperti tersetrum kecil. Biasanya hal itu ditandai dengan rambut halus yang berada di permukaan kulit dan akan berdiri, fenomena ini disebut ‘merinding’.

Merinding bukan semerta-merta karena menonton sesuatu yang mistis, namun ada kaitannya dengan respons refleks otomatis tubuh saat kedinginan atau merasakan emosi yang kuat. Perasaan emosi itu bisa berupa takut, kagum, terharu, maupun mendengarkan musik tertentu. Merinding dikenal sebagai sebutan piloerection alias refleks pilomotor yang muncul sebagai respons tubuh. Tapi, bagaimana merinding itu bisa terjadi?

Merinding adalah hasil dari otot-otot kecil yang tertekuk di kulit, membuat folikel rambut sedikit terangkat dan menyebabkan ‘bulu kuduk berdiri’. Reaksi ini tak disengaja oleh sistem saraf simpatik, saraf yang mengontrol respons melawan atau melarikan diri. Otot arrector pili (pemicu merinding) mulai dipetakan dalam literatur anatomi modern pada abad ke-19.

  1. Pemicu

Tubuh selalu terkait satu sama lain, menciptakan setiap ada suatu kejadian atau pemicu, otak langsung memberi respons kepada bulu halus. Umumnya, karena merasa dingin, takut, terharu lewat musik maupun lewat sentuhan dengan orang lain.

  1. Sinyal Sistem Saraf

Setelah mendapati pemicunya, otak mengaktifkan sistem simpatik. Sistem tersebut melepaskan neurotransmitter (norepinefrin). Otak mengaktifkan mode ‘penjaga’ sehingga tubuh memproduksi hormon yang menyebabkan otot kecil folikel rambut pada kulit akan berkontraksi.

  1. Otot Kecil Berkontraksi

Aktivasi siaga ini memicu hormon kepada otot-otot dalam tubuh bekerja. Bulu halus di permukaan kulit saat merinding, bergerak dibantu dengan otot-otot kecil yang disebut arrector pili. Otot tersebut menempel di setiap folikel rambut di bawah kulit, dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Bagian ini juga ditandai seperti benjolan atau bintik kecil, menyerupai kulit ayam pada kulit.

  1. Bulu Berdiri

Terakhir, setelah terjadinya kontraksi oleh otot kecil, folikel rambut akan tertarik ke atas sehingga terjadinya bulu kuduk berdiri membentuk bintik-bintik kecil di permukaan kulit. Hal itu yang kita kenal sebagai ‘merinding’.

Setelah mengetahui mekanisme tubuh ketika merinding, sobat KETIK dapat menjelaskan bahwa jangan cepat percaya dengan mitos yang beredar, seperti merinding itu merupakan tanda hal-hal mistis ada di sekitar.

Tentunya, itu berasal dari perubahan suhu yang signifikan, atau perasaan pengalaman yang menyentuh ketika menonton film menjadi faktor-faktor merinding bisa terjadi.

Sumber Referensi:

  1. DetikEdu (2026) “Terungkap! Ternyata Ini Alasan Manusia Bisa Merinding Menurut Ahli Biologi” Diakses pada 3 September 2026 dari https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-8479253/terungkap-ternyata-ini-alasan-manusia-bisa-merinding-menurut-ahli-biologi
  2. Reliance (2023) “Ini Dia Penyebab Merinding dalam Dunia Medis” Diakses pada 3 September 2026 dari https://asuransireliance.com/health/artikel/ini-dia-penyebab-merinding-dalam-dunia-medis/
  3. Halodoc (2022) “Ketahui Fakta Medis di Balik Merinding dan Penyebabnya” Diakses pada 3 September 2026 dari https://www.halodoc.com/artikel/ketahui-fakta-medis-di-balik-merinding-dan-penyebabnya?srsltid=AfmBOoqOPycqifOus4odKCVO4fOTbdvuDpmq_sDG_wYB4OaRRiQO49Ey

Teks: Rizki Septian Dwinovandri

Editor: Falza Azahra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts