Nama Medpart

Semarak MERIN Vol. VI: Wadah Ekspresi Teater Merah Nuansa Halloween

Foto : Dokumentasi Acara MERIN Vol. VI

Jakarta, majalahketik.com — Usung konsep horror dan misteri, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Merah Politeknik Negeri Media Kreatif kembali menyelenggarakan pergelaran tahunan signature mereka, Merah Bermain (MERIN) Vol. VI. Bertempat di Kantin Lama (Kanlam) Polimedia pada Rabu, 4 November 2026, kali ini mengusung tema bernuansa Halloween.

Sejak sore hari, area Kantin Lama dihiasi dekorasi bernuansa misteri sekaligus magis. Nuansa tersebut diperkuat dengan pendar lampu, ornamen khas festival, serta antusiasme penonton yang memadati area sekitar panggung.

Ketua Pelaksana MERIN Vol. VI, Adinda Salma Olivia, Mahasiswi Penyiaran Semester 3, menjelaskan bahwa MERIN merupakan ajang khusus yang disiapkan sebagai wadah unjuk bakat hasil latihan rutin anggota Teater Merah.

“Sebenarnya MERIN itu adalah ‘Merah Bermain’, yakni wadah untuk menampilkan hasil latihan Teater Merah agar dapat disaksikan oleh penonton umum, baik mahasiswa Polimedia maupun masyarakat umum,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa pemilihan lokasi di Kantin Lama bukan tanpa alasan. Kantin Lama telah lama menjadi ruang berkumpul sekaligus bagian dari budaya khas UKM Pecinta Seni tersebut. Dengan persiapan intensif yang berjalan sejak pertengahan Oktober, acara ini menarikperhatian banyak penonton.

“Untuk tema Halloween, karena pelaksanaannya berdekatan dengan momen perayaan Halloween. Kebetulan di Polimedia sendiri setiap tahunnya perayaan Halloween selalu dinantikan dan diselenggarakan oleh kami,” tambah Adinda.

Konsep “bermain” yang diusung pun diwujudkan melalui beragam kegiatan yang dapat diikuti pengunjung. Tidak hanya menyuguhkan aksi panggung teater, MERIN Vol. VI memanjakan para pengunjung dengan berbagai aktivitas interaktif. Mulai dari Game Booth, Photo Booth, Cosplay Fashion Show, pertunjukan musik dari DJ Performance, Tattoo Temporary, konsultasi Tarot by Misty, hingga booth makanan seperti Pipop Popcorn.

Memasuki puncak acara, agenda utama diisi dengan sesi penampilan drama panggung. Salah satu pertunjukan yang menjadi sorotan utama pada acara ini adalah pertunjukan teater bertajuk “Cantik Abadi”. Pementasan tersebut menarik perhatian para penonton melalui tata rias karakter yang pekat, gesture ekspresif, serta alur cerita yang sarat makna tersirat.

Dua penampil utama, Thania Audrey sebagai pemeran Maria dan Eka Noviana Saputri sebagai pemeran Ratu Demit, membagikan kisah di balik layar pementasan tersebut.

“Judulnya itu Cantik Abadi. Premisnya menceritakan tentang seorang wanita buruk rupa yang sangat obsesif untuk menjadi cantik dalam kegelapan,” ungkap Thania.

Pementasan ini melibatkan sejumlah anggota Teater Merah, mulai dari pemeran Maria, Saka (Adit), Ratu Demit (Audi), para demit pendukung, penari warga, hingga karakter unik “Bapak Cangkul”. Proses latihan yang dimulai sejak awal Oktober ini juga melewati berbagai dinamika dan tantangan.

“Tantangan terbesarnya ada di pembagian waktu dan jadwal latihan, karena kita semua dari prodi yang berbeda. Apalagi kita masih mahasiswa baru, jadi butuh usaha lebih untuk merajut bonding dan menyatukan kekompakan,” ujar Eka.

Meski harus menyisihkan waktu luang untuk mengikuti latihan intensif bersama Teater Merah, usaha para penampil disambut dengan riuh tepuk tangan dan sorak sorai penonton yang memadati area panggung.

Keseruan MERIN Vol. VI juga dirasakan langsung oleh para pengunjung yang memadati area Kantin Lama. Banyak di antaranya bahkan turut tampil percaya diri mengenakan riasan serta gaun pesta ala karakter fiksi dan horor kesukaan mereka.

Salah satu pengunjung, Kayla Nareswari Maysa Abidin, mahasiswi Penerbitan semester 1, mengaku sangat terkesan dengan antusiasme penonton serta sajian acara yang dikemas begitu meriah.

“Acara ini seru dan ramai banget! Dekorasi tempatnya bagus, pilihan booth-nya variatif, dan yang bikin makin hidup itu banyak pengunjung yang ikut tampil totalitas pakai kostum Halloween (cosplay),” tutur Kayla.

Ia menambahkan bahwa informasi mengenai MERIN Vol. VI ia dapatkan dari unggahan media sosial serta ajakan teman-teman kampusnya. Menurutnya, konsep perpaduan antara seni pertunjukan teater, hiburan musik, dan bazar permainan membuat MERIN Vol. VI menjadi salah satu agenda kegiatan mahasiswa Polimedia yang paling berkesan tahun ini.

Melalui konsistensi penyelenggaraan MERIN Vol. VI ini, Teater Merah tidak hanya sukses menghadirkan hiburan alternatif di lingkungan kampus, tetapi juga memperjelas eksistensi seni pertunjukan sebagai ruang berekspresi, berkolaborasi, dan mempererat solidaritas sivitas akademika Polimedia.

Reporter: Mafaazah Nur Farchanah

Redaktur: Zalfa R. Aisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts