Listen

Ramah Disleksia

A

A

Nama Medpart

TNI Bisa Masuk Kampus Isi Materi Kuliah

(Sumber: Facebook TNI Angkatan Darat)

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa kampus adalah ruang terbuka untuk semua pihak, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ia menjelaskan bahwa keterlibatan TNI di lingkungan kampus lebih ditujukan pada kegiatan akademik dan penelitian, seperti kolaborasi riset dan pengisian kuliah sebagai narasumber.

“Kerjasama semacam ini sebenarnya sudah banyak berlangsung, bukan hanya dengan TNI, tapi juga dengan sektor industri dan kalangan profesional lainnya. Mereka berpartisipasi dalam pengajaran serta mendukung kegiatan penelitian,” ujar Brian di Gedung DPR, Rabu (24/4/2025).

Brian juga mengungkapkan bahwa beberapa perguruan tinggi telah menjalin kerja sama dengan berbagai instansi, termasuk TNI, dalam kerangka akademik.

“Kita melihat ada kebutuhan teknologi baru, terutama untuk pertahanan di wilayah perbatasan, yang menjadi alasan kami membuka kerjasama ini. Jadi, jika ada hal-hal lain di luar itu, itu bukan bagian dari wewenang kementerian kami,” lanjut Brian.

Brian menjelaskan bahwa kampus adalah tempat terbuka terhadap pelbagai pihak dan sifat terbuka itu bisa memperluas riset. 

“Sekarang misalnya kami dengan Pindad itu kan industri angkatan juga ya, industri senjata ya, tentu itu kaitannya dengan TNI dan sebagainya. Itu kami bekerja sama untuk menemukan berbagai hal kaitannya apakah kemandirian industri senjata atau industri ya untuk mendukung pelaksanaan pertahanan di Indonesia. Jadi secara itu tidak ada masalah,” jelasnya.

Sebelumnya, beredar kabar viral di media sosial mengenai kehadiran TNI di kampus Universitas Indonesia (UI) saat berlangsung acara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Pihak rektorat UI menegaskan bahwa mereka tidak mengundang TNI, meskipun kehadiran anggota TNI di area Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) UI Depok terlihat pada Rabu (16/4) pukul 23.00 WIB. Saat itu, mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia tengah mengikuti Konsolidasi Nasional Mahasiswa untuk membahas isu-isu kebangsaan.

Militer Masuk Kampus, Ancaman Bagi Berpikir Kritis dan Demokrasi

Menanggapi hal ini, Ketua Aliansi BEM Seluruh Indonesia (SI), Herianto, menyatakan bahwa kehadiran TNI di area kampus bukan hanya membahayakan mahasiswa, tetapi juga masa depan pendidikan. Ia mengkritik pernyataan Mendikti Saintek Brian Yuliarto, dengan menegaskan bahwa keterlibatan militer di kampus dapat mengancam pendidikan yang kritis dan demokratis di Indonesia.

“Masuknya militer ke dalam kampus berisiko menghambat perkembangan pikiran kritis dan mempersempit ruang diskusi mahasiswa,” kata Herianto kepada Kompas.com, Kamis (24/4/2025).

Herianto menambahkan bahwa keberadaan TNI tidak berkontribusi langsung terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan dapat menimbulkan atmosfer ketakutan. Ia pun mendesak pemerintah untuk tetap menjaga kebebasan akademik, meskipun Mendikti Brian menyoroti aspek penelitian sebagai alasan keterlibatan TNI di lingkungan perguruan tinggi.


Sumber: 

Sumber (artikel) Kompas.com. “TNI Masuk Kampus, Mendikti: Kampus Terbuka dalam Konteks Akademik dan Riset”. Diakses pada 27 April 2025 dari https://www.kompas.com/edu/read/2025/04/24/120632571/tni-masuk-kampus-mendikti-kampus-terbuka-dalam-konteks-akademik-dan-riset.

Sumber (artikel) Kompas.com. “TNI Bisa Masuk Kampus, BEM SI: Masa Depan Pendidikan Kritis Terancam “. Diakses pada 27 April 2025 dari https://nasional.kompas.com/read/2025/04/24/12044351/tni-bisa-masuk-kampus-bem-si-masa-depan-pendidikan-kritis-terancam

Reporter: Falza Azahra

Redaktur: Sabda Maulana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts