Listen

Ramah Disleksia

A

A

Nama Medpart

Hari Pendidikan Nasional, BEM SI Gelar Aksi dan Bawa 10 Tuntutan

Hari Pendidikan Nasional
Sumber: Kompas.com

Jakarta, majalahketik.com— Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi di kawasan Patung kuda, Jakarta Pusat, pada Sabtu (02/05/2026). Aksi yang mengusung tagar #GelapGulitaPendidikanIndonesia ini membawa 10 tuntutan kepada pemerintah terkait permasalahan yang terjadi dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.

Dilansir dari kompas.com dan babelinsight.id, mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi mulai memadati kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan sejak pukul 15.45 setelah melakukan long march dari kawasan IRTI Monas. Kehadiran massa aksi ini dikawal oleh sebuah mobil komando dengan bendera merah putih bertuliskan “Suara Rakyat”.

Mahasiswa terlihat membawa bendera aliansi dan bendera identitas perguruan tinggi. Sejumlah mahasiswa juga terlihat membawa bendera kuning. Di lokasi aksi, terpasang spanduk bertuliskan “Anggaran MBG Dikebut, Pendidikan Kalang Kabut”, serta berbagai poster dengan pesan seperti “Gelap Gulita Pendidikan” dan “Pendidikan hanya dianggap ternak”.

Salah satu perwakilan mahasiswa mengkritik keras kebijakan pemerintah yang dianggap tidak memprioritaskan kualitas dan anggaran pendidikan dasar. Massa menyoroti berbagai isu krusial pendidikan, mulai dari anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), kesejahteraan guru honorer, hingga transparansi pembahasan UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

“Delapan kali kita ganti presiden, tapi delapan kali juga kita tidak pernah mampu menyelesaikan persoalan pendidikan,” ucap salah satu orator dari atas mobil komando.

Sebelumnya, di dalam unggahan seruan aksi pada di akun Instagram @bem_si, BEM SI menulis bahwa saat ini kondisi pendidikan Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

“Pendidikan hari ini tidak sedang baik-baik saja. Ketimpangan akses, mahalnya biaya, hingga kebijakan yang menjauh dari kepentingan rakyat menjadi bukti nyata bahwa negara belum sepenuhnya hadir.” tulisnya

Selain itu, diunggahan yang sama BEM SI juga memaparkan kajiannya terhadap isu-isu permasalahan pendidikan nasional. Melalui kajiannya, BEM SI menyebut bahwa persoalan utama pendidikan tidak hanya terletak pada besaran anggaran, tetapi juga pada efektivitas dan ketepatan distribusinya.

Di dalam kajiannya, BEM SI turut menyampaikan tuntutan aksi yang terdiri atas 10 point, yaitu:

  1. Reformasi tata kelola anggaran pendidikan serta pemisahan anggaran pendidikan publik dengan kedinasan dan penghentian komersialisasi pendidikan berlebihan
  2. Mendesak pemerintah pusat dan daerah menjadikan pendidikan sebagai prioritas substantif, bukan sekadar formalitas anggaran.
  3. Menuntut pemerataan akses pendidikan berkualitas hingga daerah 3T, pelosok, dan kelompok rentan.
  4. Mendesak peningkatan kesejahteraan guru serta penyelesaian status guru honorer secara adil, transparan dan bermartabat serta Pemerataan Distribusi Guru dan Reformasi Sistem Rekrutmen Guru.
  5. Menuntut rehabilitasi sekolah rusak dan pemenuhan sarana-prasarana pendidikan yang layak di seluruh Indonesia.
  6. Mendesak kebijakan pendidikan yang konsisten, berbasis data, dan berorientasi jangka panjang.
  7. Mendorong pendidikan karakter yang nyata, kontekstual, dan berakar pada nilai kebangsaan serta kearifan lokal.
  8. Menuntut transparansi dan pengawasan ketat terhadap seluruh penggunaan anggaran pendidikan.
  9. Mendesak revisi Pembahasan UU Sisdiknas dengan melibatkan partisipasi Masyarakat Sipil.
  10. Mengevaluasi Permendikbud no 55 Tahun 2024 Guna melindungi hak asasi korban kekerasan seksual di wilayah Kampus.

Di sisi lain, aksi sempat memanas ketika para mahasiswa protes karena hanya boleh melakukan aksi di area Jalan Medan Merdeka Selatan, di depan BSI Tower. Sejumlah mahasiswa akhirnya mencoba mendobrak barikade, bahkan mereka sempat membakar ban yang membuat bentrok tidak bisa dihindarkan.

“Kami sudah meminta dengan sopan dari awal, kami mau menyampaikan pendapat ke Istana, kami minta tolong diantar dengan aman ke sana. Tapi kenapa tidak diperbolehkan sehingga malah timbul keributan seperti ini?” Ujar Saih, dari BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah Indonesia (PTMAI).

Kericuhan akhirnya mereda setelah koordinator aksi menenangkan massa dan mengajak seluruh mahasiswa untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama. Meski sempat kembali tegang karena perwakilan pemerintah tak kunjung menemui massa, situasi dapat segera dikendalikan. Aksi resmi ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap dan poin tuntutan sebelum massa berangsur membubarkan diri.

Sumber:

Ridho Danu Prasetyo, Faieq Hidayat (2026). “BEM SI Demo Hardiknas di Jakpus, Tuntut Kesejahteraan Guru Honorer hingga RUU Sisdiknas”. Diakses pada 2 Mei 2026 dari https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/02/16571381/bem-si-demo-hardiknas-di-jakpus-tuntut-kesejahteraan-guru-honorer-hingga

Maya Wulandari (2026). “Mahasiswa BEM SI Demo di Jakarta Tuntut Reformasi Anggaran Pendidikan” Diakses pada 2 Mei 2026 dari https://www.babelinsight.id/bem-si-demo-hardiknas-jakarta

BEM SI (2026). “Kajian Hardiknas” Diakses pada 2 Mei 2026 dari https://drive.google.com/drive/folders/1jQsSXgMWuOmqeME9CJpXPKr8AIff1W45

Ervana Trikarinaputri (2026). “Demo Hardiknas, Massa BEM SI Tiba di Patung Kuda” Diakses pada 2 Mei 2026 dari https://www.tempo.co/politik/demo-hardiknas-massa-bem-si-tiba-di-patung-kuda-2133184

Ridho Danu Prasetyo, Faieq Hidayat (2026). “Massa Demo Hardiknas dan Polisi Kembali Ricuh di Jakpus, Saling Lempar Botol” Diakses pada 2 Mei 2026 dari https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/02/18363661/massa-demo-hardiknas-dan-polisi-kembali-ricuh-di-jakpus-saling-lempar.

Ridho Danu Prasetyo, Faieq Hidayat (2026). “Demo Hardiknas di Jakpus Ricuh, Massa BEM SI Dobrak Barikade dan Bakar Ban” Diakses pada 2 Mei 2026 dari https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/02/17461211/demo-hardiknas-di-jakpus-ricuh-massa-bem-si-dobrak-barikade-dan-bakar-ban.

Teks: Irham Rusyda Ibnu Liandra

Editor: Falza Azahra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts