Nama Medpart

Inovasi SIMULOKA Tingkatkan Pemahaman Vokasi Perhotelan SMKN 2 Cibinong 

Foto : Tim PKM-PM SIMULOKA 2026

Jakarta, majalahketik.com — Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-PM) 2026 resmi meluncurkan SIMULOKA (Hospisimulator Budaya), sebuah inovasi media pembelajaran interaktif berbasis simulasi perhotelan dan kearifan lokal di SMKN 2 Cibinong, Kabupaten Bogor. Berdasarkan hasil uji coba komprehensif, penggunaan aplikasi ini terbukti melonjakkan pemahaman siswa perhotelan sebesar 51,2 persen dengan capaian nilai rata-rata post-test mencapai 97,67. 

Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas tantangan krusial dalam industri perhotelan dan pariwisata nasional. Selama ini, pendidikan vokasi kerap terkendala oleh pembelajaran konvensional yang sebatas hafalan teori tanpa memberikan gambaran simulasi situasi nyata di lapangan, khususnya terkait interaksi tamu serta penanganan situasi kritis. 

Pelaksanaan program di SMKN 2 Cibinong melibatkan sampel representatif sebanyak 15 siswa dari total populasi 95 siswa kelas XI Konsentrasi Keahlian Perhotelan. Pelaksanaan pembelajaran difasilitasi melalui skema Guest Cycle Simulation yang terbagi dalam tiga tahapan utama: 

  1. Phase 1 (Service Foundation): Penguatan dasar-dasar pelayanan, etika komunikasi, dan standar kerapian.
  2. Phase 2 (Guest Cycle Simulation): Praktik simulasi alur check-in, masa menginap (stay), front office, hingga housekeeping.
  3. Phase 3 (Service Recovery): Simulasi penanganan komplain dan situasi khusus berbasis studi kasus industri nyata.

Sebelum dilakukan intervensi media SIMULOKA, nilai rata-rata pre-test siswa berada pada angka 55,00 (kategori belum tuntas). Namun, setelah mengikuti alur pembelajaran interaktif SIMULOKA, nilai rata-rata melesat tajam menjadi 97,67, jauh melampaui ambang batas kelulusan. Selain peningkatan kognitif, SIMULOKA meraih tingkat validasi 100% dari ahli media dan materi, 100% validasi dari praktisi industri perhotelan, serta 100% tingkat kepuasan dan respon positif dari siswa peserta.

Kehadiran SIMULOKA mendapat sambutan hangat dari pihak SMK pendamping. Kepala Program Studi Perhotelan SMKN 2 Cibinong, Ibu Wulan, S.Pd., menyampaikan bahwa media ini memberikan dorongan nyata bagi kesiapan kerja peserta didik.

“Aplikasi SIMULOKA Hospisimulator Budaya merupakan inovasi yang sangat menarik dan relevan untuk mendukung pembelajaran di bidang perhotelan. Melalui aplikasi ini, siswa dapat memahami dan mempraktikkan budaya hospitality secara lebih interaktif dan kontekstual,” ujar Ibu Wulan.

Manfaat praktis juga dirasakan langsung oleh siswa peserta program. Al Gibran, siswa kelas XI Perhotelan SMKN 2 Cibinong, mengaku lebih mudah menyerap materi perhotelan.

“Sebelum saya mencoba aplikasi SIMULOKA, saya cukup sulit untuk memahami materi seperti dasar-dasar perhotelan ataupun Housekeeping. Tapi, setelah mencoba aplikasi SIMULOKA, saya bisa memahami materinya dengan mudah dan bisa langsung melakukan praktik serta ujian langsung di aplikasinya,” ungkap Al Gibran.

Dengan mengusung slogan “Local Culture, Global Hospitality”, keunggulan SIMULOKA bersandar pada tiga pilar utama:

  1. Experiential Learning: Mengubah metode hafalan SOP menjadi pengalaman pengambilan keputusan secara real-time.
  2. Integrasi Budaya Lokal: Menjadikan nilai kesopanan dan keramahan khas Indonesia sebagai kekuatan pelayanan standar internasional.
  3. Standardisasi Industri: Menyesuaikan instrumen ujian dan simulasi dengan kriteria evaluasi praktisi perhotelan profesional.

Teks: Tim PKM-PM SIMULOKA 2026 

Editor: Falza Azahra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts