Listen

Ramah Disleksia

A

A

Nama Medpart

TEXEL Vol.10 Suguhkan Eksplorasi Dunia Grafika, Konsep Jungle, dan Pameran Edukatif

Fotografer: Messi Ramawan Hasyim

Jakarta, majalahketik.com – Himpunan Mahasiswa Teknik Politeknik Negeri Media Kreatif kembali menyelenggarakan gelaran tahunan Technique Xelebration (TEXEL) Vol.10 pada Rabu (3/12) dengan konsep yang lebih segar dan atraktif. Mengusung tema “Adventure Exploring Grafika”, acara ini dirancang sebagai ruang eksplorasi kreatif yang mengajak pengunjung memahami perkembangan dunia grafika, percetakan, dan kemasan melalui pendekatan edukatif dan visual yang memikat.

Ketua pelaksana, Arka Satrio Permadi, menjelaskan bahwa penyelenggaraan TEXEL tahun ini menghadirkan sejumlah pembaruan signifikan, termasuk pemilihan lokasi dalam gedung dan konsep dekorasi yang dirancang lebih mendalam. 

“Yang membedakan dari tahun sebelumnya itu tempatnya. Kalau dulu di luar, sekarang kami buat di dalam Hall. Tema dan konsepnya juga berbeda setiap tahun,” ujar Arka. 

Ia menambahkan bahwa TEXEL menargetkan dua kelompok pengunjung utama, yakni pelajar SMA/SMK sederajat serta mahasiswa Polimedia maupun dari luar kampus. Pameran dalam TEXEL Vol.10 ditata dengan alur terarah untuk memudahkan pengunjung menikmati seluruh rangkaian. Area pameran menampilkan berbagai karya mahasiswa dari Teknik Grafika, Teknologi Kemasan, hingga Teknik Pemeliharaan Mesin. Pengunjung dapat melihat hasil cetak, desain kemasan, karya tiga dimensi, hingga mesin produksi seperti mesin pengupas biji kopi dan perangkat grafika lainnya.

Salah satu pengunjung, Alana dari program studi Periklanan semester tiga, mengaku terkesan dengan keseluruhan tampilan acara. Ia menilai konsep dan dekorasi TEXEL tahun ini mampu menampilkan identitas grafika secara kuat. 

“Dari luar saja sudah menarik. Karya-karyanya keren dan konsep dekorasinya proper banget,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan oleh Ebennius Cahtio Pasaribu, mahasiswa Teknik Pemeliharaan Mesin semester satu. Ia menilai pameran ini menunjukkan keragaman kemampuan setiap program studi teknik di Polimedia. “Kesan saya luar biasa. Banyak hal yang ditampilkan, apalagi dari sisi mesin dan karya grafika. Jadi benar-benar memperlihatkan kemampuan teknik secara menyeluruh,” katanya.

Selain pameran, TEXEL Vol.10 juga menghadirkan seminar, workshop, serta sesi kolaborasi bersama pihak industri. Setiap kegiatan dirancang untuk memberi gambaran nyata tentang perkembangan industri grafika di Indonesia. Pengunjung tidak hanya diajak melihat, tetapi juga memahami proses di balik karya dan teknologi yang digunakan.

Arka berharap penyelenggaraan TEXEL selanjutnya dapat menjadi ruang yang lebih besar bagi mahasiswa maupun masyarakat umum untuk mengenal dunia grafika. Ia menyampaikan bahwa acara ini diharapkan  semakin bermanfaat bagi pengunjung maupun panitia, dapat terus dikembangkan, dan memberikan dampak positif.

Dengan rangkaian kegiatan yang edukatif dan interaktif, TEXEL Vol.10 berhasil menjadi wadah yang mempertemukan kreativitas mahasiswa dengan kebutuhan industri, serta memperkuat posisi Polimedia sebagai kampus yang konsisten dalam pengembangan sektor grafika.

Reporter : Risky Wahyu Kurniawan

Redaktur : Intan Safitri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts