Jakarta, majalahketik.com – Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Universitas Darma Persada gelar Seminar Nasional Himpunan Informatika Seminar and Competition (HIFASCO 2026) pada Jumat, 6 Februari 2026. memiliki fokus utama sebagai wadah diskusi perkembangan teknologi, khususunya kecerdasan buatan atau AI yang saat ini berkembang pesat dan memengaruhi berbagai bidang, terutama industri kreatif dan pembuatan konten.
Ketua pelaksana HIFASCO, Muhammad Dhani Pratama, menjelaskan bahwa tujuan utama seminar ini adalah mengenalkan perkembangan AI-generated content kepada masyarakat luas, khususnya di lingkungan akademik. Menurutnya, seiring perkembangan zaman penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pembuatan konten perlu dipahami bersama, baik dari sisi manfaat maupun aturannya.
“Bagaimana pembuatan konten sekarang sudah dibantu oleh AI, dan kita juga ingin membawa pendapat dari pemerintah maupun praktisi, termasuk soal aturan yang harus diketahui,” ujar Tama.
Tama juga menyampaikan bahwa dirinya mendukung penggunaan AI selama digunakan secara tepat. Pengalaman penggunaan AI dalam dunia pendidikan menjadi salah satu alasan tema ini diangkat.
“Saya sendiri sebagai pengguna AI juga kadang menggunakannya untuk konten. Bahkan ada tugas dari dosen untuk membuat video yang di-generate dari AI, jadi menurut saya ini materi yang layak dibawakan ke masyarakat umum,” tambahnya.
Berbeda dari seminar teknologi lainnya, HIFASCO 2026 tidak hanya menghadirkan sesi seminar, tetapi juga kompetisi desain UI/UX yang selaras dengan tema AI-generated content. Kompetisi ini diharapkan menjadi ruang praktik bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas berbasis teknologi terbaru. Alasan lain materi AI-generated content dibawakan karna dinilai masih jarang diangkat dalam seminar kampus lain. Padahal AI merupakan isu yang sedang hangat diperbincangkan saat ini.
Target utama kegiatan ini adalah generasi muda, khususnya mahasiswa Gen Z yang dinilai paling dekat dengan perkembangan teknologi AI. Namun, seminar ini juga terbuka bagi dosen dan masyarakat umum.
“Kami ingin semua kalangan mengetahui bagaimana AI-generated content berkembang sekarang, karena perbincangan ini masih baru bagi sebagian orang,” jelas Tama.
Tema Smart Future Experience dipilih karena dinilai relevan dengan kondisi saat ini, di mana AI semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi yang cepat membuat pemahaman terhadap AI menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan.
Persiapan seminar sendiri telah dilakukan sejak sebelum Desember 2025, dimulai dari pembentukan panitia hingga pencarian sponsor. Dalam menghadirkan narasumber, panitia juga bekerja sama dengan Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional Republik Indonesia (PERMIKOMNAS RI) serta berbagai pihak lain untuk memastikan materi yang dibawakan sesuai dengan tema dan kebutuhan peserta.
Selain itu, Tama juga menyoroti peran kampus dalam mengenalkan teknologi AI kepada mahasiswa. Ia menilai dukungan kampus sangat penting dalam mendorong mahasiswa untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Peran kampus cukup luar biasa, terutama dalam memberikan kebebasan mahasiswa menggunakan AI untuk tugas, mencari jurnal, atau membuat karya,” katanya.
Seminar ini memberikan kesan positif bagi para peserta, terutama dalam menambah pemahaman mengenai perkembangan kecerdasan buatan. Salah satu peserta, Bunga, mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuka wawasannya tentang AI yang selama ini sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Seminar ini menambah pengalaman saya tentang AI dan membuka wawasan baru, karena AI sebenarnya sudah sering kita gunakan.” jelas Bunga
Antusiasme yang sama juga disampaikan oleh Mimi yang berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan di masa mendatang. Ia menilai bahwa mengikuti seminar menjadi salah satu cara untuk terus menambah ilmu agar tidak tertinggal perkembangan zaman.
“ saya ingin ikut lagi jika ada seminar berikutnya, karena ilmu harus terus dikejar supaya tidak ketinggalan zaman.” jelas Mimi.
Melalui seminar ini, panitia berharap peserta tidak hanya hadir sebagai pendengar, tetapi juga mampu memahami dan mempraktikkan pemanfaatan AI secara bijak.
“Harapannya seminar ini membawa ilmu baru dan inovasi, dan peserta bisa memahami perkembangan teknologi sekarang, terutama AI-generated content, lalu mempraktikkannya di kehidupan nyata,” tutup Tama.
REPORTER: MAFAAZAH NUR FARCHANAH
REDAKTUR: HANUM AYU LESTARI