Grand Closing Pemira 2025: Akhir Proses Penentuan Kepemimpinan Ormawa
Jakarta, majalahketik.com – Rangkaian acara Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) 2025 di Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) resmi ditutup melalui rangkaian Grand Closing yang digelar pada Selasa, 23 Desember 2025, di Hall Gedung E Polimedia. Kegiatan ini tidak hanya menjadi tahap paling akhir, tetapi juga momentum penting dalam penentuan kepemimpian Organisasi Mahasiswa (Ormawa) periode 2026.
Ketua pelaksana Pemira 2025, Nayla Audry Sabila menjelaskan bahwa Pemira ini dapat menjadi wadah untuk mencari figur kepemimpinan sekaligus meningkatkan keterlibatan mahasiswa terhadap organisasi kemahasiswaaan di Polimedia. Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan Pemira 2025 berjalan sesuai harapan panitia, hal tersebut dapat dilihat dari meningkatnya partisipasi mahasiswa dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah suara yang masuk melalui sistem e-voting juga mengalami peningkatan yang pesat.
“Melalui Pemira ini kami ingin mencari kepemimpinan dan meningkatkan euphoria mahasiswa Polimedia, sekaligus memperkenalkan bagaimana mahasiswa bisa terjun ke dunia politik dan berorganisasi,” ujar Nayla.
Nayla juga menjelaskan bahwa, peningkatan partisipasi tersebut menunjukan bahwa ormawa Polimedia masih dinilai relevan. Selain itu, antusiasme mahasiswa tersebut juga dipengaruhi oleh pasangan calon yang dinilai memenuhi kriteria, serta memiliki visi dan misi yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
“Tantangan utama kami adalah brand awareness dari masing-masing delegasi, karena masih ada mahasiswa yang kontra terhadap delegasi-delegasi yang ada, sehingga kami berupaya meyakinkan mereka melalui kampanye dan pengenalan paslon melalui Instagram,” ujar Nayla.
Menurut Nayla, hasil Pemira 2025 diharapkan mampu menyalurkan aspirasi mahasiswa yang belum tersampaikan, sekaligus menciptakan suasana yang kondusif antar delegasi tanpa menimbulkan persoalan internal.
Sementara itu, dilihat dari sisi pengawasan, Ketua Badan Pengawas Pemira (Bawasra), Ghina Chairunnisa Darwis, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian Pemira 2025 berjalan dengan aman dan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Ia menjelaskan bahwa Bawasra telah bekerja dari sebelum Grand Opening dilaksanakan, dengan menyusun peraturan bagi panitia dan pasangan calon, serta melakukan pemantauan selama Pemira berlangsung.
Ghina juga menambahkan bahwa hasil Pemira melalui sistem e-voting ini bersifat rahasia dan hanya dapat diakses oleh pihak yang bersangkutan. Seluruh panitia juga berkomitmen untuk tidak menyebarluaskan data hasil e-voting guna menjaga kemurnian hasil pemilihan.
“Kami selalu memantau seluruh pergerakan kampanye paslon. Jika terdapat pelanggaran, akan ada pengurangan poin sesuai dengan peraturan kampanye yang telah ditetapkan. Apabila terjadi kebocoran data kami akan menindaklanjuti hal tersebut,” ujar Ghina.
Ghina juga menekankan bahwa apabila ada yang keberatan terkait hasil pemilihan, Bawasra akan melakukan komunikasi dan mediasi langsung dengan pihak terkait agar tidak menimbulkan rivalitas antar delegasi.
Selain itu, Ghina menjelaskan bahwa dalam Pemira 2025 terdapat ketentuan mengenai hak veto yang diberikan kepada calon anggota Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Hak veto tersebut merupakan hak istimewa yang diberikan berdasarkan hasil wawancara serta penilaian kesesuaian calon dengan kriteria yang telah ditetapkan dalam Pemira 2025.
Sementara itu, pasca penetapan hasil Pemira 2025, Ketua BEM terpilih Ujang Rahman bersama Wakil Ketua BEM terpilih Putri Natasha menjelaskan bahwa dalam kepengurusan kabinet ke depannya akan difokuskan pada penguatan koordinasi, penyebaran informasi, serta pengawalan advokasi mahasiswa.
“Kami juga akan menjaga sinergitas dengan kepala delegasi lainnya agar ormawa dapat berjalan dengan baik,” jelas Ujang.
Ujang dan Natasha mengakui bahwa tantangan terbesar ke depannya dapat dilihat dari kebutuhan mahasiswa yang belum terpenuhi, seperti fasilitas yang belum memadai, penyebaran informasi yang lambat, serta hal hal akademik lainnya. Maka hal ini menjadi fokus utama dalam kepengurusan BEM periode 2026.
Dengan berakhirnya rangkaian Pemira 2025, kepemimpinan Ormawa periode 2026 diharapkan dapat menjalankan amanah dengan rasa tanggung jawab, memperkuat advokasi, serta menjaga sinergi antar delegasi agar ormawa Polimedia dapat berjalan secara kondusif dan berkelanjutan.
Teks: Siti Farida Qolbiyah
Editor: Syafaa Ainun Laita Lesmana