ADVICE 2025: Pameran Kampanye Berkelanjutan yang Edukatif dan Interaktif
JAKARTA, majalahketik.com — Mahasiswa Program Studi Periklanan Politeknik Negeri Media Kreatif menggelar kegiatan bertajuk “ADVICE 2025: Polimedia Sustainability Campaigns – Creative Voices for Sustainability Futures”, sebuah pameran yang menampilkan kampanye kreatif mahasiswa semester lima dengan fokus pada isu Sustainable Development Goals (SDGs). Acara berlangsung pada Rabu, 10 Desember 2025 di Hall Gedung E Polimedia dan dibuka untuk seluruh mahasiswa maupun pengunjung umum.
Sebanyak 15 booth kampanye dipamerkan, masing-masing mengangkat isu keberlanjutan yang berbeda, mulai dari kemiskinan, kelaparan, kesehatan mental, kesetaraan gender, konsumsi bertanggung jawab, hingga krisis iklim dan pelestarian lingkungan. Seluruh konsep merupakan hasil pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) yang mendorong mahasiswa untuk menuangkan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap isu sosial dan lingkungan.
Sartika Ekadyasa selaku Sekretaris ADVICE 2025 menjelaskan bahwa persiapan kegiatan ADVICE 2025 sudah dimulai sejak awal semester. Sejak perkuliahan dimulai, dosen-dosen telah menyampaikan bahwa hasil akhir dari mata kuliah kolaboratif semester lima adalah sebuah expo campaign yang menjadi output bersama. Menurutnya, gagasan acara ini lahir dari kesepakatan para dosen praktisi yang ingin menggabungkan beberapa mata kuliah menjadi satu proyek besar. Sepanjang semester, mahasiswa menyusun konsep, menentukan isu SDGs, serta mengembangkan rancangan kampanye yang nantinya ditampilkan dalam bentuk booth.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa semester lima untuk menerapkan dan mengemas materi pembelajaran, mulai dari hal yang sederhana hingga implementasi aplikatif. Berbagai bentuk aktivasi dan desain kampanye yang dibuat mahasiswa mengintegrasikan kompleksitas penyampaian pesan sehingga menghasilkan satu campaign yang utuh dan berdampak bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Prosesnya memang up and down, banyak tantangan, tapi ketika hari-H berlangsung, semuanya terasa sepadan,” ujarnya.
Selain dari pihak penyelenggara, antusiasme pengunjung juga menjadi bagian penting dari keberhasilan ADVICE 2025. Salah satu pengunjung, Ruizza Rayya, menuturkan bahwa booth “Lawan Zomberan” menjadi instalasi yang paling menarik perhatian. Baginya, booth tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai kondisi comberan serta peran eco-enzyme dalam membantu mengurangi bau dan menjaga kualitas lingkungan. Penyampaian informasi yang sederhana namun interaktif membuatnya merasa lebih mudah memahami isu yang diangkat.
Mengenai kesan terhadap acara ADVICE 2025 secara keseluruhan, Ruizza memberikan apresiasi positif.
“Untuk sekarang sih sudah bagus banget, ya. Mungkin ke depannya bisa diperbanyak lagi booth yang dipamerkan,” ujarnya.
Sartika Ekadyasa juga menyampaikan harapannya setelah acara ini berlangsung. Ia berharap setiap pengunjung maupun mahasiswa yang terlibat dapat membawa pulang nilai keberlanjutan dari kampanye yang disajikan, dan tidak berhenti pada pengalaman selama pameran saja, melainkan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan tema di tahun-tahun mendatang.
“Harapannya di tahun depan pengen tetap terus menggaungkan tentang tema-tema SDGs ini, biar nggak sekadar kalau iklan tuh cuma di mulut aja, tapi juga bisa diterapkan di perilaku, keseharian, ataupun program Polimedia,” ujarnya.
Sebagai rangkaian akhir dari acara ini, seluruh instalasi dan interaksi pengunjung menunjukkan bahwa kreativitas mahasiswa dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan isu-isu penting dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami. Pameran ini menutup kegiatannya dengan antusiasme yang tinggi, meninggalkan kesan bahwa kolaborasi dan edukasi dapat terus berkembang melalui ruang-ruang seperti ini.
Teks: Naila Fadhilah Chairunnisa
Editor: Sabda Maulan