Menanam Pohon, Menghadirkan Nafas Baru Bersama POMOXYGEN dan Sobat Air Jakarta
Jakarta, majalahketik.com – Sabtu, 6 Desember 2025, POMOXYGEN berkolaborasi dengan Sobat Air Jakarta menghadirkan kegiatan Main Craft: Bermain & Crafting Bersama yang berlokasi di Taman Spathodea, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengajak mahasiswa Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) dan anak muda untuk lebih peduli terhadap isu polusi udara, sumber daya air, dan perubahan iklim melalui aktivitas edukatif serta kreatif. Kegiatan ini hadir sebagai pre-event dari acara utama ADVICE 2025 yang akan diselenggarakan pada 10 Desember 2025 di Hall Polimedia.
Kegiatan ini digagas oleh TakTik Agensi dan Suarasa Agensi bersama Sobat Air Jakarta, sebuah wadah komunikasi dan aktivasi masyarakat yang diinisiasi oleh Dinas Sumber Daya Air Jakarta.
Kampanye POMOXYGEN merupakan bagian dari ADVICE 2025, kampanye berkelanjutan Polimedia yang berfokus pada Sustainable Development Goals (SDGs) 13: Climate Action sebagai kontribusi nyata dalam mendorong terciptanya kualitas udara yang lebih baik. Melalui gerakan ini, mahasiswa Polimedia diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan, khususnya kualitas udara dan krisis iklim, melalui langkah-langkah sederhana seperti menanam pohon dan mengurangi polusi, termasuk dari asap rokok.
Dalam kegiatan ini, Sobat Air Jakarta berperan sebagai pemateri pada sesi walking tour. Para peserta diajak untuk mengenal lebih dekat fungsi pohon, peran kolam sebagai bagian dari proses filtrasi air, serta berbagai isu perairan Jakarta seperti banjir dan sampah di sungai.
Dirga, perwakilan Sobat Air Jakarta sekaligus pemateri dalam sesi walking tour, mengatakan bahwa pemilihan Taman Spathodea sebagai lokasi kegiatan disesuaikan dengan domisili tim POMOXYGEN. Selain itu, keberadaan ruang terbuka hijau dan ruang terbuka biru di kawasan tersebut dinilai relevan dengan isu lingkungan yang diangkat dalam kampanye ini.
“Ada ruang terbuka hijaunya, ada pohon-pohonnya, lapangannya, tanamannya. Tapi juga ada ruang terbuka birunya, yaitu ada kolamnya. Jadi untuk menjelaskan kampanye udara dan airnya itu lebih relevan karena ada objek langsung yang bisa dilihat,” jelas Dirga.
Sharfina selaku project leader POMOXYGEN menjelaskan bahwa nama “POMOXYGEN” berasal dari gabungan kata Polimedia Movement dan Oxygen, yang berarti sebuah gerakan dari Polimedia untuk menghadirkan nafas baru, dengan cara menanam pohon.
“Jadi, Polimedia Movement untuk menghidupkan nafas baru, oksigen,” jelas Sharfina.
Hal tersebut selaras dengan tagline mereka, “Tanam pohon, tumbuhkan nafas baru.”
Ia juga menuturkan bahwa isu udara bersih, air, dan krisis iklim dipilih karena masih banyak anak muda, khususnya mahasiswa Polimedia, yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya permasalahan lingkungan di sekitar mereka.
Selain sesi edukasi, kegiatan ini juga menghadirkan sesi membuat Bag Charm dengan menyarankan para peserta membawa barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai, sebagai bentuk kampanye daur ulang.
“Kita menyarankan peserta membawa barang-barang bekas seperti gelang atau aksesori lama untuk dijadikan bag charm. Jadi barang yang sudah tidak terpakai bisa punya kehidupan kedua,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian bibit pohon mahoni dan pohon sengon. Pemilihan kedua jenis pohon ini juga diambil karena kedua pohon tersebut merupakan penghasil oksigen yang baik dan memiliki akar yang kuat.
“Itu penghasil oksigen yang baik dan juga dia kuat ya, maksudnya menguatkan tanah karena akarnya itu kuat,” ujar Sharfina.
Melalui kampanye ini, Sharfina berharap semakin banyak anak muda yang sadar akan bahaya perubahan iklim dan lebih peduli terhadap lingkungan di sekitarnya. Hal yang sama juga disampaikan oleh Dirga. Ia berharap ilmu yang didapat peserta saat kegiatan dapat disebarkan kembali kepada orang-orang di lingkungan mereka.
“Harapannya adalah teman-teman yang ikutan itu selain sadar, tapi (juga) mengajak teman-temannya untuk aware akan isu-isu iklim ini.,” ujarnya.
Salah satu peserta, Sabrina, mengaku kegiatan ini memberikan pelajaran baru baginya.
“Campaign-nya sangat memberi pelajaran. Aku jadi tahu ternyata pohon itu memang sepenting itu untuk kehidupan. Terus acara ini juga seru,” ujar Sabrina.
Melalui pendekatan yang menyenangkan dan edukatif, POMOXYGEN bersama Sobat Air Jakarta membuktikan bahwa kampanye lingkungan bisa dilakukan dengan cara yang ringan, kreatif, dan tetap bermakna bagi generasi muda.
Teks: Zalfa Rihhadatul Aisy
Editor: Sabda Maulana