Road To Fragrantions 2026 Langkah Awal Brand Parfum Serta UMKM Lokal Semakin Berkembang
Jakarta, majalahketik.com – Road to Fragrance 2026 diselenggarakan selama dua hari pada 18 hingga 19 April 2026 sebagai ajang kreatif yang mempertemukan pelaku industru parfum lokal dengan masyarakat luas. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju acara puncak Fragrance 2026 yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang. Mengusung konsep bazar interaktif, acara ini menghadirkan beragam tenant dari sektor parfum, kuliner, hingga industri kreatif untuk memberikan pengalaman eksplorasi aroma dan produk lokal. Kehadiran acara ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri fragrance dalam negeri sekaligus memperkuat daya saing brand lokal di pasar yang lebih luas.
Wapik selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa Road To Fragrance 2026 dihadirkan sebagai ruang bagi para pelaku UMKM, khususnya brand parfum lokal, untuk lebih dikenal oleh Masyarakat luas. Ia menjelaskan bahwa melalui konsep bazar yang dikolaborasikan dengan elemen kreatif seperti pertunjukan teater, acara ini diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda sekaligus memperkuat ekosistem industri fragrance di Indonesia. Wapik juga menegaskan pentingnya dukungan terhadap brand lokal, mengingat Indonesia memiliki potensi besar sebagai penghasil bahan baku parfum.
“Sebenarnya tujuan utama diselenggarakannya Road to Fragrance ini, pertama, untuk membantu para UMKM, terutama UMKM dari parfum, itu bisa showcase produk-produk mereka. Bukan hanya parfum, tapi kita mengajak juga untuk F&B dan juga kreatif lainnya. Konsep utamanya pun sebenarnya sama seperti tahun sebelumnya. Jadi memang utamanya ada di bazar, dan untuk tahun ini kita kolaborasi dengan beberapa teater,” ujarnya
Kurang lebih 42 tenant turut berpartisipasi dalam Road to Fragrance 2026, dengan sekitar 60 persen di antaranya merupakan brand parfum lokal yang menampilkan beragam produk unggulan mereka kepada pengunjung. Kehadiran puluhan tenant ini menunjukkan tingginya minat pelaku usaha dalam mengembangkan industri fragrance di dalam negeri. Menurut Wapik, masyarakat Indonesia dinilai perlu lebih mengenal brand parfum lokal karena Indonesia memiliki kekayaan bahan baku alami yang menjadi fondasi penting dalam produksi parfum berkualitas.
“Indonesia itu kan salah satu penghasil raw materials atau bahan alami dari penggunaan parfum. Maka dari itu beberapa brand memang yang show up di sini itu memang untuk mendukung tetap terjadinya sirkulasi atau ekosistem fragrance atau wangian di Indonesia. Itu lah kenapa perlu brand lokal harus ada,” ujar Wapik
Salah satu pengunjung, Dewi, mengaku tertarik menghadiri acara ini karena fokusnya yang mendukung produk lokal, khususnya parfum. Ia menyebut bahwa banyaknya brand yang ditampilkan menjadi daya tarik yang paling utama, terlebih ia dapat langsung mencoba dan membeli beberapa produk yang sesuai dengan seleranya. Menurut dewi, penggunaan parfum bukan hanya sekedar pelengkap, tetapi juga bagian penting dalam menjaga kebersihan diri dan kenyamanan saat berinteraksi dengan orang lain. Ia menilai bahwa aroma tubuh yang baik mencerminkan sikap menghargai orang di sekitar. Selain itu, dewi juga memandang parfum sebagai dari identitas diri, dimna ia lebih memilih aroma yang natural dan berkelanjutan sebagai representasi gaya hidupnya yang dekat dengan alam.
“Aku suka karena acaranya mendukung lokal ya. Parfum lokal, itu yang paling aku suka sih dari semuanya, dan jaga bau badan itu juga penting ya. Maksudnya, apalagi kalau kita ketemu orang, kayaknya kalau kita baunya nggak enak, itu kurang menghargai dan kurang sopan juga jadinya,” ujar Dewi.
Meski demikian, Dewi menilai bahwa penyelenggaraan acara ini sudah cukup menarik, namun masih memiliki ruang untuk peningkatan, terutama dalam hal promosi agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Ia berharap kedepannya acara seperti ini dapat semakin dikenal luas sehingga lebih banyak orang dapat terlibat dan mendukung perkembangan brand parfum lokal di Indonesia.
Reporter: Kamila Nurhaniyah
Redaktur: Zalfa Rihhadatul Aisy