Listen

Ramah Disleksia

A

A

Nama Medpart

Tukar Takdir: Film Terbaru Mouly Surya yang Menggugah Tentang Takdir dan Kehilangan

Sumber: Cinema XXI

Jakarta, majalahketik – Diangkat dari novel berjudul sama, Tukar Takdir resmi tayang di bioskop pada awal Oktober 2025 dan langsung mencuri perhatian publik. Dibintangi oleh Nicholas Saputra dan Adhisty Zara, film ini dibuka dengan sebuah peristiwa sederhana pertukaran kursi di dalam pesawat yang berujung pada tragedi besar. Dari insiden itu, cerita berkembang menjadi drama psikologis yang menggugah emosi, mengulik rasa bersalah, kehilangan, dan keinginan manusia untuk menantang takdir. Dengan gaya penyutradaraan khas Mouly Surya yang penuh ketegangan, Tukar Takdir bukan hanya kisah tentang hidup dan mati, tetapi juga tentang seberapa jauh seseorang rela melangkah demi menebus rasa bersalah.

Baca juga: Weapons: Misteri Hilangnya 17 Anak yang Mengguncang Kota Kecil

Film ini bermula dari kisah Rawa, seorang konsultan yang dalam perjalanan pulang ke Jakarta menaiki pesawat Airways 79 dari Palu. Namun, penerbangan itu berakhir tragis setelah pesawat dilaporkan hilang kontak di tengah cuaca buruk. Dari seluruh penumpang, hanya Rawa yang berhasil selamat dari insiden yang dipicu oleh turbulensi hebat. Selain menjadi saksi kunci dalam investigasi jatuhnya pesawat, Rawa juga tanpa sadar menjadi penghubung bagi dua pihak yang terjerat dalam duka dan amarah: Zahra (Adhisty Zara), putri tunggal sang pilot, serta Dita (Marsha Timothy), istri dari penumpang yang tempat duduknya sempat ditukar dengan Rawa sebelum penerbangan itu.

Tak berhenti pada peristiwa tragis itu, hubungan Rawa dan Zahra semakin terjalin setelah mereka sama-sama berusaha menerima kenyataan pahit, ayah Zahra sang pilot, tak akan pernah kembali. Di tengah perjuangan masing-masing untuk bangkit, Rawa, Zahra, dan Dita perlahan disatukan oleh kehilangan yang sama. Tiga sosok ini terhubung oleh luka dan pertanyaan besar tentang takdir tentang mengapa mereka yang selamat harus menanggung rasa bersalah, sementara yang pergi meninggalkan penyesalan. Ketiganya berusaha mencari cara untuk berdamai dengan masa lalu dan menerima kenyataan yang menyakitkan.

Dari hubungan yang awalnya kaku dan penuh jarak, perlahan tumbuh kedekatan emosional antara Rawa dan Zahra. Dalam teaser trailer yang telah dirilis, terlihat momen hangat ketika Rawa memeluk Zahra, seolah menjadi simbol bahwa di tengah duka yang dalam, benih-benih harapan mulai tumbuh. Adegan itu menjadi petunjuk akan kemungkinan hadirnya romansa yang tidak berlebihan, tetapi lahir dari empati dan rasa saling memahami antara dua jiwa yang terluka.

Dari sisi sinematik, Tukar Takdir menunjukkan kepekaan khas Mouly Surya dalam merangkai visual dan emosi. Penggunaan greenscreen dalam beberapa adegan penerbangan terasa begitu nyata hingga penonton seolah ikut merasakan atmosfer mencekam di dalam kabin pesawat yang dilanda turbulensi. Mouly tidak sekadar menampilkan visual spektakuler, tetapi juga memanfaatkannya untuk memperkuat emosi para tokoh, membuat setiap kilatan cahaya, getaran pesawat, hingga sunyi setelah kecelakaan, terasa memiliki makna. Keberhasilan ini menunjukkan kepiawaian Mouly Surya dalam menghadirkan pengalaman sinematik yang tidak hanya indah secara teknis, tetapi juga menggugah secara emosional.

Melalui Tukar Takdir, Mouly Surya kembali membuktikan kemampuannya dalam membuat cerita yang peka terhadap emosi manusia, dibalut visual yang memikat dan akting yang solid. Film ini bukan sekadar kisah tentang kehilangan dan keajaiban, melainkan perjalanan batin tentang menerima hidup apa adanya. Lalu, jika kamu berada di posisi Rawa menjadi satu-satunya yang selamat karena keputusan kecil untuk bertukar tempat apakah kamu bisa benar-benar berdamai dengan takdirmu? Temukan jawabannya lewat Tukar Takdir, kini tayang di bioskop! 

Sutradara : Mouly Surya

Produser : Rama Adi

Chand Parwez Servia

Mithu Nisar

Riza

Ditulis oleh : Mouly Surya

Berdasarkan : Tukar Takdir oleh Valiant Budi Yogi

Pemeran : Nicholas Saputra

Marsha Timothy

Adhisty Zara

Penata musik

Zeke Khaseli

Yudhi Arfani

Sinematografer : Roy Lolang

Penyunting : Ahmad Hasan Yuniardi

Perusahaan produksi   :Cinesurya

Starvision

Kaninga Pictures

Tanggal rilis : 2 Oktober 2025 (Indonesia)

Durasi : 107 menit

Negara : Indonesia

Bahasa : Indonesia

Teks: Andien T Aprillia

Editor: Intan Safitri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts