Penutupan Olimpiade Polimedia 2026, Menjunjung Jiwa Kompetisi Mahasiswa
Jakarta, majalahketik.com — Sorak suporter dan tepuk tangan meriah menggema di lingkungan kampus Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia). Pada 30 Juni 2026, acara Olimpiade Polimedia resmi ditutup dengan closing ceremony yang meriah setelah digelar selama 11 hari sejak 15 Juni lalu. Kompetisi tahunan non akademik yang mempertemukan berbagai bakat mahasiswa di bidang seni, olahraga, dan e-sport.
Ajang ini ditutup dengan perayaan puncak kejayaan yang menjadi saksi lahirnya para penakluk kejayaan dan mengukir nama mereka dalam sejarah Olimpiade Polimedia 2026. Mata lomba yang diukir pada tahun ini meliputi 11 cabang — mulai dari dance group, stand up comedy, fotografi, solo singer, e-sport (Mobile Legends), catur, tenis meja, badminton, basket, voli, dan futsal.
Salah satu pemenang Olimpiade Polimedia juara 1 kategori Solo Singer, Lethicia Ladjar, membagikan pengalaman mengikuti Olimpiade Polimedia tahun ini.
“Kegiatannya tentu keren-keren, terlebih sewaktu memegang medali ada rasa merinding. Rasa minat saya akhirnya bisa disalurkan dengan membawa lagu genre Pop dan dinyanyikan secara live menjadi pengalaman yang sangat berharga”, ucap Lethicia.
Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dayu Sri Herti, memberikan tanggapan terkait pentingnya olimpiade internal ini dilaksanakan untuk mahasiswa. Menurutnya, Olimpiade Polimedia ini menjadi gerbang menuju pengembangan potensi minat dan bakat, serta kesempatan Porseni yang setiap 2 tahun sekali diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Mahasiswa.
“Polimedia berharap sikap kepemimpinan dan sportivitas bisa semakin berkembang. Saling merangkul yang unggul membaur dan yang belum beruntung jangan patah semangat, jadi bukan sekadar kejuaraan.” tegasnya.
Tanggapan ini sejalan dengan adanya Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang diadakan 2 tahun sekali sehingga memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk ke tingkat nasional. Namun, pelaksanaan olimpiade ini masih belum sinkron — karena ketika Olimpiade Polimedia sudah selesai, rekrutmen Porseni juga sudah selesai.
Dayu Sri Herti melanjutkan tanggapannya terkait harapan dari pelaksanaan Olimpiade Polimedia 2026 ini.
“Untuk tahun depan disarankan pelaksanaan Olimpiade Polimedia diadakan lebih awal, sehingga tujuan untuk mengirim ke tingkat Nasional lebih terpenuhi.” katanya.
Ketua Pelaksana Olimpiade Polimedia 2026, Yukoi Nidal Ahmad, mengulas persiapan acara ini yang dilakukan dari awal hingga akhir.
“Semua perlombaan dari 11 cabang lomba mengikuti seluruh rangkaian dengan sangat antusias dari opening hingga closing berjalan dengan sangat baik dan sesuai dengan rencana.” ujarnya.
Yukoi menegaskan bahwa dalam suatu acara, tentunya memiliki tantangan karena bekerjasama dalam tim, namun setelah pelaksanaan lomba selalu mengadakan diskusi tentang permasalahan dan solusinya.
Juara umum kali ini kembali diraih oleh program studi Teknologi Rekayasa Multimedia. Hal ini tentunya muncul karena jiwa suportivitas sesama mahasiswa untuk saling memberi dorongan berupa sorak ramai dan dukungan langsung di lapangan. Nilai ini menjadi indikator kesuksesan dari visi dan misi pihak terkait.
Yukoi berharap dengan selesainya olimpiade ini, segala tujuan dan nilai yang sudah dirancang dapat tercapai, salah satunya mahasiswa mempunyai wadah untuk mengembangkan minat dan bakat mereka. Pembelajaran yang terpenting dalam menyukseskan acara ini adalah bagaimana cara bekerjasama dalam tim dan menjaga flow acara yang melibatkan banyak mahasiswa Polimedia.
Teks: Rizki Septian Dwinovandri
Editor: Hanum Ayu