Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) mengumumkan Raden Arjuna dan Sintya Alyadira sebagai Duta Polimedia 2025 pada hari kedua perayaan dies natalis, 09 Oktober 2025 kemarin, yang berlangsung di Hall Gedung E Polimedia. Sebagai duta, keduanya akan menjadi wajah kampus, mewakili Polimedia dalam berbagai kegiatan, baik di dalam maupun di luar kampus, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya.
Raden Arjuna, mahasiswa semester 3 Program Studi Teknologi Rekayasa Multimedia, mengungkapkan motivasinya untuk menjadi duta karena keinginannya untuk lebih aktif berkontribusi dan mengenal lingkungan kampus lebih dalam.
- “Saya nggak mau jadi kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang) terus, jadi saya ingin berkontribusi buat kampus,” ungkap Arjuna.
Sementara, Sintya Alyadira, mahasiswi Program Studi Desain Grafis semester 3, mengatakan ia tertarik untuk menambah pengalaman dan memperluas relasi.
“Saya juga ingin mengeksplor hal baru dan menambah relasi, menambah pengalaman,” ujar Sintya.
Proses seleksi Duta Polimedia 2025 melalui beberapa tahap, mulai dari membuat video perkenalan berisi motivasi dan rencana kontribusi mereka jika terpilih, yang kemudian diunggah ke media sosial, hingga mengumpulkan CV dan wawancara.
“Isinya motivasi kita jadi duta, terus apa yang mau dilakukan setelah jadi duta,” jelas Arjuna.
Tantangan dalam proses seleksi juga dirasakan oleh keduanya. Arjuna mengaku sempat gugup saat tahap wawancara dan pembuatan video profil.
“Nervous di wawancara kemudian mungkin di awal-awal bikin video kan pasti pertama tahapnya bikin video itu tuh kayak niatnya maju mundur,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penyusunan CV juga cukup menantang karena harus menggali pengalaman sebelumnya.
Sintya juga menyebut tantangan terbesarnya adalah membangun rasa percaya diri untuk maju sebagai duta serta menyiapkan video profil.
“Kayak rasa percaya diri kita untuk maju sebagai duta atau mencalonkan diri sebagai duta,” tambahnya.
Untuk mempersiapkan diri, keduanya fokus melatih kemampuan public speaking dan memperkuat mental.
“Saya latihan public speaking dulu, latihan mental sebenarnya, memperkuat mental karena kan di semester 1–2 kemarin saya nggak terlalu begitu aktif di kampus,” ujar Arjuna.
Sintya juga menegaskan bahwa kepercayaan diri dan kemampuan berbicara di depan umum menjadi kunci sukses dalam seleksi ini.
Meski kini menyandang tanggung jawab sebagai duta, keduanya tetap menjaga keseimbangan dengan tugas kuliah. Bagi Arjuna, menjadi duta bukan beban, melainkan kesempatan untuk belajar di luar kelas.
“Ini sama aja kayak kuliah, sama-sama mencari ilmu, mencari pengalaman,” tuturnya.
Sintya menambahkan bahwa dengan manajemen waktu yang baik, peran ini bisa dijalani tanpa mengganggu akademik.
Sebagai Duta Polimedia, keduanya berharap dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain.
“Karena duta itu sebagai wajah, maka kita akan menjadi teladan atau menjadi contoh untuk mahasiswa lainnya, dan kita akan seaktif mungkin, seamanah mungkin, dan kita akan mencontohkan seterbaik mungkin untuk teman-teman semua,” ujar Sintya.
Arjuna juga menambahkan bahwa peran duta bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga representasi mahasiswa Polimedia dalam berperilaku.
“Belajar jadi representasi yang baik buat teman-teman mahasiswa, buat kampus, jadi mau eksternal atau internal tuh ngelihatnya bahwa mahasiswa Polimedia tuh ya baik-baik gitu sikapnya dan segala macam perilakunya,” ujar Arjuna.
Sebagai Duta, Arjuna bertekad untuk aktif mempromosikan Polimedia dalam berbagai event dari dalam maupu luar kampus. Ia jyga berharap mampu membawa nama baik Polimedia dengan cara yang kreatif.
“Semoga keinginan saya dalam membawa nama Polimedia, mempromosikan Polimedia, yang tentunya dengan cara yang kreatif ya, dapat terwujud dengan lancar, dengan aman,” ungkapnya.
Sintya menambahkan, “Dan semoga kita bisa menjaga amanah kita sampai satu tahun ke depan.”
Dengan komitmen yang mereka tunjukkan, Arjuna dan Sintya membuktikan bahwa menjadi Duta Polimedia bukan sekadar gelar, melainkan juga menjadi amanah untuk menjaga citra kampus dan memberi inspirasi bagi sesama mahasiswa.
Teks: Zalfa Rihhadatul Aisy
Editor: Syafaa Ainun Laita Lesmana