Listen

Ramah Disleksia

A

A

Nama Medpart

Perempuan Mandiri dan Tangguh dalam Pameran Perempuan Permata 2025

Pameran Perempuan kembali hadir sebagai bentuk perayaan atas kemandirian dan ketangguhan perempuan dalam dunia pekerjaan, khususnya dari segi ekonomi. Acara ini berlangsung pada 18–20 Juni 2025, bertempat di Gedung Pusgiwa (Pusat Kegiatan Mahasiswa) lantai 1, Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta, dengan waktu kunjungan mulai pukul 08.30 hingga 16.00 WIB.

Pameran ini diselenggarakan setiap tahun, biasanya bertepatan dengan Hari Kartini.

“Karena ada kendala, pelaksanaan tahun ini diundur setelah Ujian Akhir Semester. Persiapan acara telah dimulai sejak awal tahun, tepatnya bulan Januari 2025,” ujar Fitri Ainurrohmah, selaku Ketua Pelaksana.

Fokus utama pameran ini adalah perjuangan perempuan dalam dunia kerja, terutama pada bidang ekonomi UMKM yang menjadi mayoritas profesi perempuan pekerja. Melalui karya-karya fotografi mahasiswi Polimedia, pameran ini ingin menunjukkan bahwa perempuan tidak boleh dianggap remeh dan lemah. Justru, dari foto-foto yang diambil di beragam lokasi — mulai dari pemukiman padat, pinggir jalan kota, hingga perumahan — terlihat jelas bagaimana perempuan bisa berdiri mandiri dan kuat dalam pekerjaannya.

Pameran ini ditujukan untuk pelajar mulai dari tingkat SMP, SMA, hingga mahasiswa. Harapannya, mereka tertarik tidak hanya pada karya fotografi yang ditampilkan, tetapi juga pada dunia fotografi itu sendiri. Salah satu daya tarik dalam pameran ini adalah hadirnya seorang fotografer perempuan yang dikenal di bidang stage photography. Ia diundang karena karya-karyanya yang memukau serta kiprahnya yang aktif dalam dunia fotografi panggung.

Selain pameran, juga diadakan sharing session yang menghadirkan narasumber dari Partai Buruh, yaitu Ibu Mundiah sebagai Ketua Bidang Perempuan, dan Ibu Elza sebagai Sekretaris Bidang Perempuan.

“Pemilihan mereka sebagai narasumber karena Partai Buruh dikenal konsisten memperjuangkan hak-hak pekerja perempuan,” ujar Alya Azzahra, selaku Wakil Ketua Pelaksana.

Sharing session ini menjadi ruang diskusi terbuka yang inspiratif bagi para pengunjung, khususnya generasi muda. Dalam sesi tersebut, peserta tidak hanya mendengar paparan, tetapi juga dapat bertanya dan berbagi pandangan mengenai tantangan yang dihadapi perempuan pekerja. Isu-isu seperti upah layak, perlindungan hukum, serta keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi topik hangat yang dibahas.

Melalui keseluruhan rangkaian kegiatan ini, Pameran Perempuan Permata 2025 ingin menyampaikan pesan bahwa perempuan mampu menjadi agen perubahan. Dengan semangat kolektif dan solidaritas, perempuan bisa terus bergerak maju, berdaya, dan membawa pengaruh positif di lingkungannya. Pameran ini tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga merayakan perjuangan dan harapan.

Teks: Zaim Ukhrowi

Editor: Sabda Maulana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts