Perbandingan Robot Polisi Indonesia dan Amerika: Perbandingan Teknologi, Fungsi, dan Respons Publik
Jakarta, Majalahketik.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memperkenalkan total 27 robot dalam parade Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79 yang digelar di Monumen Nasional, Jakarta Pusat. Robot-robot tersebut terdiri dari berbagai jenis, mulai dari berkaki dua (humanoid) hingga berkaki empat seperti robot anjing, yang langsung menarik perhatian publik.
Robot-robot ini dikembangkan dan dipasok oleh dua perusahaan dalam negeri, yaitu PT Sari Teknologi dan PT Ezra Robotics, dengan total anggaran pengembangan yang mencapai Rp3 miliar. Salah satu robot yang paling menonjol adalah i-K9, robot berkaki empat yang dirancang untuk mendeteksi bom, narkotika, dan bahan kimia berbahaya. Robot ini diklaim lebih unggul dari anjing pelacak konvensional karena tidak membutuhkan pelatihan, tidak memerlukan makanan, serta dapat beroperasi di berbagai kondisi ekstrem.
Sementara itu, robot humanoid yang diperkenalkan Polri dibekali dengan teknologi pemindaian wajah (biometrik) dan kemampuan untuk melakukan pemantauan pelanggaran lalu lintas secara elektronik. Dengan jangkauan pandang 360 derajat dan kemampuan mobilitas tinggi, robot ini diposisikan sebagai alat bantu modern dalam operasi kepolisian masa depan.
“Robot-robot ini akan menjadi mitra strategis personel Polri di masa depan. Mereka dirancang untuk mengambil peran di lokasi berisiko tinggi guna mengurangi paparan bahaya terhadap manusia sekaligus meningkatkan akurasi operasi,” ujar Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Dedi Prasetyo.
Perbandingan dengan Robot Polisi di Amerika Serikat
Penggunaan robot dalam institusi kepolisian bukanlah hal baru di tingkat global. Di Amerika Serikat, kepolisian telah mengadopsi robot sejak 2021, terutama untuk tugas-tugas pengawasan dan keamanan publik. Salah satu robot paling terkenal adalah Spot, robot anjing buatan Boston Dynamics, dengan harga dasar sekitar 74.000 dolar AS atau sekitar Rp1,2 miliar per unit. Spot digunakan oleh kepolisian di berbagai kota besar seperti New York, Los Angeles, Miami, dan St. Petersburg untuk penjinakan bom, penanganan situasi penyanderaan, investigasi bahan berbahaya, hingga evakuasi di area berisiko tinggi.
Namun, keberadaan robot polisi di Amerika Serikat juga menuai kritik. Isu utama yang sering disorot adalah potensi pelanggaran privasi akibat penggunaan teknologi pemindaian wajah secara masif. Kekhawatiran publik meningkat setelah insiden penggunaan robot penjinak bom oleh Kepolisian Dallas pada 2016 yang berujung pada kematian tersangka, serta kebijakan kontroversial di San Francisco pada 2022 yang memperbolehkan penggunaan robot bersenjata dalam situasi tertentu.
Respons dan Perdebatan di Indonesia
Di Indonesia, peluncuran robot polisi juga menuai tanggapan beragam. Sebagian warganet dan pengamat mempertanyakan urgensi serta efektivitas penggunaan robot-robot tersebut, terutama robot humanoid yang dinilai belum memiliki fungsi operasional yang jelas. Isu anggaran juga menjadi sorotan, mengingat nilai pengadaan dan pengembangannya yang dianggap fantastis oleh sebagian pihak.
Meski demikian, kehadiran teknologi ini menunjukkan arah baru dalam transformasi kepolisian modern. Baik di Indonesia maupun di negara lain seperti Amerika Serikat, penggunaan robot dalam penegakan hukum masih berada dalam tahap awal dan eksperimental. Oleh karena itu, dibutuhkan evaluasi yang matang agar penerapan teknologi ini tidak hanya efisien secara operasional, tetapi juga sejalan dengan prinsip etika kepolisian, menjaga akuntabilitas, serta tidak mengganggu kepercayaan publik.
Refrensi:
Tempo (2025) “Robot Miliaran Rupiah di HUT Bhayangkara, Dari Mana Asalnya?” Diakses pada 12 Juli 2025 dari https://www.tempo.co/politik/robot-miliaran-rupiah-di-hut-bhayangkara-dari-mana-asalnya–1915337
Kompas (2025) “Harga Satu Unit Robot Anjing Polri Capai Rp 3 Miliar” Diakses pada 12 Juli 2025 dari https://nasional.kompas.com/read/2025/07/01/17202421/harga-satu-unit-robot-anjing-polri-capai-rp-3-miliar?page=all
Tribata news (2025) “Netizen Penasaran ‘Untuk Apa Robot Polisi’, Ini Jawabannya” Diakses pada 12 Juli 2025 dari https://tribratanews.sulut.polri.go.id/netizen-penasaran-untuk-apa-robot-polisi-ini-jawabannya/
NBC News (2022) “San Francisco vote to allow police use of deadly robots spurs concern and outrage” Diakses pada 12 Juli 2025 dari https://www.nbcnews.com/news/us-news/san-francisco-vote-allow-police-use-deadly-robots-spurs-concern-outrag-rcna59841
The Guardian (2022) “Use of police robot to kill Dallas shooting suspect believed to be first in US history” Diakses pada 12 Juli 2025 dari https://www.theguardian.com/technology/2016/jul/08/police-bomb-robot-explosive-killed-suspect-dallas
Teks : Gastra Putra Ahtayasya
Editor: Sabda Maulana