Berhenti Sejenak dari Utang, KOMA Gaungkan Literasi Finansial Mahasiswa di ADVICE 2025
JAKARTA, majalahketik.com — Rabu, 10 Desember 2025, KOMA “Berhenti Sebelum Titik” sukses menyelenggarakan kampanye dengan mengusung tema “Sustainable Development Goal (SDG) Number 1: No Poverty”. KOMA hadir sebagai dari bagian acara ADVICE 2025, acara tugas akhir Semester Lima Mahasiswa Program Studi Periklanan yang telah diselenggarakan pada 10 Desember 2025 di Hall Gedung E, PoliMedia dan dukungan dari proyek Problem Based Learning (PBL). KOMA juga bermitra dengan Kredit Pintar sebagai Brand Partner untuk menyediakan dukungan materi tentang pinjaman yang bertanggung jawab dan hadiah sebagai insentif.
KOMA merupakan singkatan dari Kemiskinan, Obrolan, Mimpi, dan Aksi merupakan sebuah wadah yang mempromosikan kampanye tentang literasi keuangan dan pengelolaan uang yang bertanggung jawab untuk mencegah utang impulsif dan menciptakan generasi yang lebih sadar finansial.
“KOMA ini punya arti sebagai ruang untuk berhenti sejenak, bukan untuk menyerah, tapi untuk merenung dan menyusun makna baru,” ujar Dhisa Nur Rizky selaku Media Relation Koma.
Melalui tema yang diusung, KOMA berkampanye untuk mematahkan pandangan buruk terhadap mahasiswa PoliMedia dan khalayak umum bahwa sebenarnya pinjaman daring bisa dijadikan alternatif dalam menunjang kebutuhan darurat apabila dilakukan secara bijak dan tepat agar tidak menimbulkan masalah ekonomi di masa depan.
“Kebanyakan mahasiswa zaman sekarang menggunakan pinjaman daring untuk kebutuhan non esensial seperti nonton konser dan belanja tidak penting,” ungkap Mutia Kamilah selaku Leader Executive KOMA.
Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa di PoliMedia harus bijak dalam menggunakan pinjaman daring agar tidak menimbulkan Efek domino di masa depan. Sebab jika tidak dicegah sedini mungkin, masalah ini akan memicu kemiskinan baru.
Kemiskinan Baru menurutnya adalah kondisi finansial yang tidak stabil akibat dari perilaku konsumtif dan pinjaman daring yang tidak sehat.
Sebelum kampanye ini dimulai, Muthia Kamilah mengungkapkan bahwa tantangan yang mereka hadapi saat itu adalah sulit menemukan data dan riset yang kredibel karena mereka hanya menyebarkan survei tanpa identitas. Selain itu, di aspek wawancara langsung, masih sulit untuk menemukan narasumber yang bersedia terbuka tentang isu pinjaman. Mengingat isu ini masih tabu dan sensitif.
Untungnya, tim KOMA menemukan narasumber dari mahasiswa Polimedia yang realitanya sedang kesulitan finansial dan melakukan pinjaman daring secara bijak.
Selain menjalin kerja sama dengan mitra dan proyek, KOMA juga menyebarkan kampanyenya di website dan platform media sosial seperti Instagram dan TikTok.
Kolaborasi ini memperkuat pesan edukatif dengan menambahkan perspektif praktis dari penyedia layanan pinjaman.
Terdapat dua mahasiswa dari Program Studi Penyiaran, yaitu Nayla Sabira dan Marsha Yulia mengungkapkan bahwa ia menikmati booth KOMA.
“Seru banget! Aku tadi main permainan dan dapat hadiah.” ungkap Sabira.
“Sudah cukup bagus karena mereka ada permainan yang interaktif dan dapat hadiah. Di sana juga bisa dapet gulali kalo kita barter barang.” jelas Marsha.
Muthia Kamilah berharap, KOMA dapat memberikan dampak positif serta mendorong mahasiswa PoliMedia untuk memikirkan risiko dan membuat rencana sebelum melakukan pinjaman daring agar tidak menimbulkan kemiskinan baru.
Teks: Raisyah Nabila Putri
Editor: Sabda Maulana