Nama Medpart

Kemeriahan Upacara dan Perayaan HUT RI di Polimedia

Fotografer: Ariel S. Pramana

Jakarta, majalahketik.com — Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum untuk memaknai kembali kemerdekaan di tengah perkembangan teknologi. Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta melaksanakan upacara bendera di Gedung E, Polimedia Tower, Senin, 17 Agustus 2026. Upacara diikuti pegawai ASN (Aparatur Sipil Negara) dan PPNPN (Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri) Polimedia serta dihadiri mahasiswa berprestasi periode 2026. Mahasiswa berprestasi tersebut juga menerima sertifikat penghargaan atas pencapaian yang telah diraih.

Peringatan HUT RI tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Bagi generasi muda, tema tersebut dapat dimaknai melalui peran aktif dalam menghadapi perkembangan zaman. Di era digital, kemerdekaan juga hadir melalui ruang untuk menyampaikan pendapat, mengembangkan kreativitas, dan menghasilkan karya.

Alief, mahasiswa Animasi Polimedia, memaknai kemerdekaan digital sebagai kebebasan menyuarakan hal yang ingin disampaikan melalui media sosial.

“Makna kemerdekaan di dunia digital adalah kita bisa menyuarakan apa yang ingin kita sampaikan melalui media sosial,” ujar Alief.

Menurut Alief, mahasiswa berperan sebagai jembatan antargenerasi dalam membawa isu dan kepedulian terhadap Indonesia kepada generasi selanjutnya. Alief juga menilai akses teknologi dan pendidikan masih belum merata di Indonesia. Masyarakat di wilayah Jawa relatif lebih mudah memperoleh akses tersebut dibandingkan masyarakat di luar Jawa.

“Teknologi dan pendidikan memang lebih mudah diakses di Jawa, sedangkan di luar Jawa masih lebih sulit mendapatkan akses tersebut,” katanya.

Sementara itu, Chusnul, mahasiswa Periklanan Polimedia, juga menilai perkembangan teknologi belum sepenuhnya dirasakan secara merata. Ia merasa beruntung dapat menikmati akses tersebut di Jakarta, tetapi masih banyak mahasiswa di luar Jawa yang belum memperoleh fasilitas serupa.

Data Indeks Masyarakat Digital Indonesia atau IMDI 2025 mencatat skor nasional sebesar 44,53. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan skor tertinggi, yakni 56,97, menunjukkan adanya perbedaan capaian digital antardaerah.

Perkembangan teknologi juga membawa tantangan bagi pendidikan vokasi. Kemendikdasmen menyebut perkembangan kecerdasan buatan telah mengubah dunia kerja dan industri. Pendidikan vokasi pun dituntut beradaptasi untuk menyiapkan sumber daya manusia yang terampil, adaptif, inovatif, dan bertanggung jawab.

Direktur Polimedia, Dwi Riyono, mengatakan pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan industri. Menurut Dwi, pendidikan vokasi juga berperan memperkuat kemandirian bangsa melalui penguasaan teknologi dan keterampilan yang relevan.

“Pendidikan vokasi adalah pendidikan yang memang selalu inline dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan industri,” ujar Dwi.

Ia menilai mahasiswa perlu mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk mengembangkan kompetensinya. Kompetensi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun bangsa. Menurut Dwi, perguruan tinggi juga memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan bangsa melalui kemampuan serta keahlian yang dimiliki.

“Kita sebagai yang berada di perguruan tinggi juga harus menjadi bagian utama dalam membantu meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan bangsa kita,” ujarnya.

Kompetensi tersebut kemudian diwujudkan mahasiswa melalui karya dan prestasi. Alief meraih juara pertama dalam The 7th Widyatama International Competition kategori Motion Graphic Competition. Sementara itu, Chusnul meraih juara pertama dalam kompetisi yang sama pada kategori Reels Video Content Competition. Keduanya memanfaatkan kompetensi yang dimiliki untuk menghasilkan karya sekaligus mengembangkan kemampuan melalui ajang kompetisi. Karya tersebut menjadi salah satu cara keduanya mengisi kemerdekaan di era digital.

Chusnul juga menekankan pentingnya kecakapan digital dalam menghadapi derasnya arus informasi.

“Kita semua harus lebih pintar dalam menggunakan media digital, memilah berita hoaks dan informasi yang benar, serta tidak asal menyebarkan hoaks,” ujar Chusnul.

Kemerdekaan di era digital akhirnya bukan hanya tentang kebebasan bersuara. Kemerdekaan juga berarti memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, berkarya, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Bagi mahasiswa vokasi, kompetensi dan kreativitas menjadi bekal untuk menghadapi perubahan sekaligus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.


Teks: Shasha Melodia Az` Zahra

Editor: Falza Azahra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts