Kontribusi Polimedia dalam Peta Okupasi Nasional Komunikasi 2025
JAKARTA, majalahketik.com — Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) ikut berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia bidang komunikasi dengan turut menyusun Peta Okupasi Nasional (PON) Komunikasi 2025 yang diluncurkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) Republik Indonesia.
PON Bidang Komunikasi 2025 hadir sebagai referensi nasional yang memetakan ratusan jabatan professional dalam sector komunikasi. PON Komunikasi ini merupakan upaya dari Kemenkomdigi untuk menyesuaikan kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri pada era digital. Dokumen ini disusun dengan berkolaborasi bersama pemerintah, akademisi, praktisi industri, dan lembaga sertifikasi.
Polimedia menjadi salah satu institusi pendidikan vokasi yang berkontribusi aktif dalam proses penyusunan dokumen strategis ini. Risky Kertanegara, salah satu dosen Polimedia tercatat sebagai anggota tim penyusunan untuk okupasi dalam bidang periklanan. Keahlian juga pengalaman praktisnya menjadi bagian penting dalam perumusan standar kompetensi yang relevan dengan industri kreatif.
Selain itu, dua dosen Polimedia lainnya juga berperan sebagai kontributor, yaitu Diah Amelia dalam bidang penerbitan media, dan Ifah Artur Kurniati dalam bidang penyiaran. Keterlibatan para akademisi ini menunjukkan kualitas sumber daya manusia Polimedia serta peran strategisnya dalam menjembatani dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.
Tidak hanya Risky, dua dosen Polimedia lainnya juga turut berkontribusi, yaitu Diah Amelia yang berkontribusi dalam bidang penerbitan media dan Ifah Artur Kurniati yang mengambil kontribusi dalam bidang penyiaran. Keterlibatan para dosen ini menunjukkan kualitas sumber daya manusia di Polimedia serta peran strategisnya dalam menghubungkan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Polimedia sendiri merupakan institusi pendidikan tinggi vokasi yang berfokus pada industri kreatif. Memiliki berbagai program studi yang bergerak dalam bidang komunikasi, seperti program studi Periklanan, Penyiaran, Penerbitan, Fotografi, dan Desain Grafis yang terdapat dalam jenjang Diploma Tiga dan program studi Film dan Televisi dalam jenjang Sarjan Terapan. Seluruh kurikulum dalam program studi ini dirancang untuk mencetak lulusan yang siap kerja, adaptif terhadap teknologi, dan relevan dengan kebutuhan industri komunikasi nasional maupun global.
PON Komunikasi 2025 ini bukan hanya sebagai panduan bagi lembaa pendidikan dalam penyusunan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri, tetapi juga akan menjadi rujukan penting dalam proses sertifikasi profesi dan perencanaan pengembangan talenta nasional berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Melalui partisipasinya dalam berkontribusi, Polimedia menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi vokasi unggulan yang adaptif terhadap perubahan dan berorientasi pada penguatan sumber daya manusia di Indonesia terutama dalam sektor komunikasi dan media.
Teks : Humas Polimedia
Redaktur : Syafaa Ainun Laita Lesmana