Mahasiswa Seni Kuliner, Borong Penghargaan La Cuisine SIAL InterFOOD 2025
Jakarta, majalahketik.com —Mahasiswa program studi Seni Kuliner Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) menorehkan penghargaan pada La Cuisine, ajang kompetisi memasak kelas internasional SIAL InterFOOD yang diselenggarakan oleh Association of Culinary Profesionals (ACP). La Cuisine kali ini diadakan pada tanggal 12-15 November 2025, di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Acara ini merupakan wadah bagi peserta untuk mengasah dan mengembangkan ilmu di dunia kuliner, saling mengenal makanan internasional, hingga berjejaring ke negara lain. Banyak tipe kelas masak yang diadakan, antara lain jajanan pasar dan sasa asian laksa.
Muzaki Al Fauzan dan Hendrian Saputra, merupakan salah dua dari mahasiswa program studi Seni Kuliner yang mewakili Polimedia pada ajang La Cuisine ini. Masing-masing dari mereka berhasil menyabet medali perak dan medali perunggu, pada kategori lomba Modern Jajanan Pasar Plated Dessert.
“La Cuisine juga lomba yang cukup bergengsi karena banyak juri dan peserta dari mancanegara; seperti Taiwan, Mongolia, Thailand, dan negara Asia lainnya,” ujar Hendrian.
“Lomba sebelumnya saya ambil kelas daging, sekarang coba kelas dessert pastry (jajanan pasar) karena ada minat disitu juga”, lanjut Muzaki.
Teknis kompetisi La Cuisine kali ini berlangsung selama 60 menit, dengan penilaian tekstur dan rasa yang menjadi nilai utama, juga plating untuk nilai estetika. Keterampilan sangat diperlukan dalam mengikuti kompetisi La Cuisine 2025 ini. Time management menjadi salah satu hal yang ditekankan oleh Maulana Fazri, bukan sekadar memasak, tetapi durasi 60 menit juga menjadi tantangan bagi para mahasiswa dapat mengatur waktu dengan baik dari persiapan proses memasak hingga menyajikan hidangan yang indah, unik, dan lezat.
Tantangan bagi mahasiswa yang mengikuti perlombaan ini cukup menantang, dengan adanya juri yang berasal dari luar negeri, membuat mahasiswa melakukan penyesuaian rasa yang cocok. Bagaimana jajanan pasar Indonesia bisa diterima dan di nikmati juri, tetapi tetap mempertahankan rasa khas Indonesia. Konsep dan waktu juga menjadi tantangan besar dalam ajang kali ini, merencanakan dengan matang, memaksimalkan keterampilan dan mengimplementasikan konsep yang sudah dibuat.
“Untungnya ini keahlian saya jadi easygoing aja, terutama dari teknik adonan walaupun bagian plating sedikit kesulitan,” ujar Hendrian.
Mayang dan Lina selaku mentor sekaligus dosen Seni Kuliner, turut membimbing mahasiswa dalam persiapan mengikuti kompetisi La Cuisine tahun ini. Dukungan tersebut membuahkan hasil sehingga membawa penghargaan dan sertifikat bergengsi di dunia kuliner kepada mahasiswa-mahasiswa.
Kompetisi ini menjadi pijakan cerdas untuk meningkatkan keahlian di bidangnya dan menjadi langkah awal bagi beberapa mahasiswa untuk turun mengenal industri ini lebih luas.
Berikut nama juara yang berhasil membawa penghargaan La Cuisine SIAL InterFOOD 2025:
Class 06 Modern Jajanan Pasar Plated Dessert
Muzaki Al Fauzan Rizki – Peraih Medali Perak
Muhammad Maulana Fazri – Peraih Medali Perunggu
Queen Siti Khaira Ardiansyah – Peraih Medali Perunggu
Hendrian Saputra – Peraih Medali Perunggu
Ellena Patricia – Peraih Medali Perunggu
Rizki Widhianto – Peraih Medali Perunggu
Class 22 Sasa Asian Laksa
Aulia Nur Ramadhani – Peraih Medali Perunggu
Dengan ikut berpartisipasi lomba ini, para juara berharap bisa terus belajar, mengungkapkan ide-ide dalam masakan, memotivasi mahasiswa-mahasiswa lain untuk mengikuti perlombaan tanpa rasa takut yang diluar kontrol degan terus berlatih dan tampil di kancah dunia.
Teks: Rizki Septian
Editor : Syafaa Ainun Laita Lesmana