Manajemen Polimedia Rencanakan Alih Fungsi Perpustakaan Menjadi Ruang Berkarya
JAKARTA, majalahketik.com – Manajemen Polimedia tengah merencanakan renovasi dan perbaikan pada ruang perpustakaan di lantai 1 Gedung E kampus Jakarta. Rencananya ruang ini akan dialih fungsikan menjadi ruang berkarya. Hal ini dilakukan karena merupakan bagian dari salah satu upaya berkelanjutan pihak kampus dalam memegang komitmennya untuk meningkatkan sekaligus memperbaharui fasilitas-fasilitas di lingkungan kampus.
Munawir selaku Kepala Sub-Tim (Kasubtim) Umum menjelaskan, bahwa di perpustakaan lantai 1 Gedung E akan dimaksimalkan dan diaktifkan kembali dengan adanya perencanaan renovasi dan perbaikan tersebut agar lebih banyak peminatnya. Dalam waktu dekat, pihak kampus sedang dalam proses melakukan penataan ulang dan pengamanan koleksi buku di rak perpustakaan, bersamaan dengan adanya pembahasan rancangan tata ruang berkarya guna menciptakan suasana yang nyaman serta mendorong minat mahasiswa untuk berkunjung. Sebelumnya, ruang perpustakaan di lantai 1 Gedung E ini memang lebih pasif jika dibandingkan dengan perpustakaan yang berada di Lobby Gedung A.
“Perkiraan renovasi selesai itu secepatnya, dan kami usahakan tahun ini selesai. Saat ini, setelah mengamankan buku-buku di perpustakaan, kami akan segera mengeksekusinya dan mulai adanya proses perencanaan dari memilih layout ruangan agar hasilnya bisa memuaskan,” ujar Munawir.
Ruang berkarya ini banyak diusulkan dari para dosen dan mahasiswa agar bisa dimanfaatkan sebagai tempat berekspresi, berkolaborasi, dan menonjolkan bahwa mahasiswa di kampus Polimedia memiliki karya-karya kreatif.
Menurut mahasiswi program studi Desain Mode, Shafa, menyatakan bahwa di ruang berkarya ini ia ingin kampus tidak membatasi karya-karya dari para mahasiswa, karena karya itu tidak ada batasannya, dan berharap agar program kerja yang diadakan kampus ini tidak berbentuk sementara saja dan bisa menjadi wadah besarnya kreativitas mahasiswa.
“Sebagai anak desain mode, aku pengennya kita tampilkan nirmana-nirmana yang udah pernah kita buat biar bisa dilihat sama mahasiswa lain daripada disimpen di rumah, terus juga mau adain sewing kits, patchworking, kegiatan jahit-jahit kain gitu untuk para mahasiswa, karena bisa bantu mengurangi sampah, contohnya kain perca bekas produksian kating, nah mungkin itu bisa disumbangkan ke ruang karya ini untuk dibikin patchworking,” ujarnya.
Tanggapan dan saran lainnya muncul dari mahasiswi program studi Film dan Televisi, Azka. Ia berpendapat bahwa perencanaan ini sangat baik untuk mewadahi berbagai kreativitas di berbagai program studi yang ada di Polimedia. Sebagai anak film, dirinya berpendapat alangkah lebih baiknya jika ruang berkarya tersebut bisa dijadikan tempat screening film dari hasil tugasnya agar bisa lebih diapresiasi dan juga membuka peluang untuk berkolaborasi dengan lintas program studi.
“Karya yang ditampilkan dari prodi kita itu bisa berupa poster film, atau behind the scene proses kita membuat film tersebut, atau kayak ada cuplikan trailer film pendek yang kita buat biar penonton dapat merasakan pengalamannya. Selain itu mahasiswa yang ada di ruangan itu jadi bisa lebih interaktif dan siapa tahu banyak mahasiswa yang tertarik (kolaborasi) setelah melihat karya-karya kita,” ujarnya.
Pastinya mahasiswa berharap ruang berkarya ini nyaman agar mahasiswa tidak hanya membaca buku namun juga menikmati karya prodi lain dengan fasilitas-fasilitas yang diharapkan bisa memadai. Mahasiswa juga berharap mereka bisa memajang karya-karya dengan bebas tanpa adanya batasan dari pihak kampus.
Teks: Siti Hajar Jahra
Editor: Syafaa Ainun Laita Lesmana