Membangun Jembatan Inovasi Lintas Budaya di Demo Day Polimedia
Jakarta, majalahketik.com — Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) bersama Habibie Innovation Incubator dan Axel Springer menyelenggarakan International Public Lecture dan Demo Day yang bertajuk “The Role of Creative Industries in Promoting Cross Border Innovation” pada Jumat, 30 Januari 2026, bertempat di Aula Polimedia, Jakarta. Acara diawali dengan sambutan oleh Direktur Polimedia, Tipri Rose Kartika, serta Klaus Naumann, selaku Kepala GoEurope/Senat Berlin.
Inisiatif untuk menciptakan sesuatu yang baru merupakan inti dari transformasi global saat ini. Hal tersebut ditegaskan oleh General Partner dan Direktur Pelaksana HEARTFELT, Jörg Rheindboldt, dalam sambutannya pada acara kolaborasi antara mahasiswa Polimedia dan Axel Springer. Menurut Jörg, ide bisnis yang baik lahir dari pemahaman lintas budaya yang mampu melepaskan potensi besar manusia. Jörg menekankan pentingnya mengambil tanggung jawab individu dan kelompok untuk terus belajar, berubah, dan berkembang.
Jörg memandang kolaborasi ini sebagai jembatan yang menghubungkan lintas disiplin ilmu sekaligus lintas geografis antara Indonesia, Jerman, dan Eropa.
“Ini adalah peluang besar untuk menciptakan ekosistem bersama dan menghubungkan hal-hal yang jauh,” ungkapnya.
Baginya, esensi dari kegiatan ini bukan sekadar proyek singkat, melainkan penciptaan ruang belajar bersama yang krusial bagi masa depan ekonomi global.
Senada dengan visi tersebut, Ketua Dewan Pembina The Habibie Center, Ilham Habibie, memberi perspektif mendalam mengenai dinamika pola pikir Indonesia dan Jerman. Meskipun memiliki perbedaan sejarah dan geografis yang kontras, keduanya memiliki kesamaan fundamental dalam pengambilan keputusan yang bersifat komunal. Kedua budaya tersebut dapat melahirkan kreativitas yang luar biasa, selama tercipta suasana yang mendukung dan tidak mengancam bagi setiap individu untuk menemukan ide.
Puncak dari sinergi ini tercermin dalam ajang Demo Day, sebuah pameran proyek inovatif yang dikembangkan oleh mahasiswa Polimedia selama dua minggu. Lima tim menampilkan masing-masing inovasi dengan solusi digital. Tim DGI (Digital and Green Innovation) mengawali dengan mempresentasikan inisiatif ekosistem digital yang berpusat pada manusia dan transisi menuju masa depan yang tangguh terhadap perubahan iklim. Inovasi dilanjutkan oleh Smart Mobility Team yang memperkenalkan “Growbak”, produk mobilitas listrik modular yang mendapatkan tanggapan positif karena fokusnya pada Solusi masalah lapangan secara konkret.
Di sektor perikanan, Aqua Culture Team mengembangkan sebuah situs web edukatif tentang industri akuakultur. Dalam sesi tersebut, audiens memberikan sejumlah masukan agar konten yang disajikan dapat lebih memperdalam penjelasan mengenai teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya operasional. Sementara itu Agritech Team
memukau audiens melalui “Beras Sae”, sebuah inovasi yang mampu mengurangi emisi metana hingga 70% melalui manajemen air otomatis. Presentasi mereka yang menggabungkan video dan buklet digital mendapat pujian khusus atas kualitas desain visualnya.
Circular Life Cycle menutup sesi dengan memperkenalkan Pring, yaitu merek furnitur ramah lingkungan yang memanfaatkan kekuatan media sosial dan media cetak. Upaya mereka dalam membangun kesadaran merek diapresiasi oleh Dennis selaku pendiri Pring Studio. Melalui ajang Demo Day ini, terlihat jelas bahwa ruang belajar bersama yang diinisiasi bukan hanya menghasilkan produk, tetapi juga menumbuhkan ekosistem inovasi yang mampu menghubungkan berbagai negara dan disiplin ilmu demi masa depan yang lebih berkelanjutan.
Teks: Shofi Vidia Alifah
Editor: Zalfa Rihhadatul Aisy