Jakarta, majalahketik.com — Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) baru saja memulai sebuah terobosan baru dalam sistem pengkaderan pemimpin organisasi mahasiswa melalui kegiatan bernama “PILAR Ormawa”.kegiatan “PILAR Ormawa”, yang merupakan singkatan dari Pijakan Integritas dan Leadership. Acara ini adalah upaya sistematis untuk memberikan pengetahuan dasar kepemimpinan kepada para pengurus organisasi di kampus agar mereka lebih terarah dalam menjalankan organisasi ke depan.
Tahun ini, PILAR Ormawa berfokus pada sistematisasi kepemimpinan. Tujuannya untuk memastikan bahwa pemimpin baru mampu mencapai visi dan misi yang sudah mereka buat. Kinta Putri Dewa selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa setiap tindakan organisasi tidak hanya bersifat reaktif, tetapi berdasarkan perencanaan yang matang yang sesuai dengan tujuan awal kepengurusan, sehingga setiap program kerja dapat dilaksanakan dengan baik.
“Sistematis yang kita ingin adalah gimana caranya si pemimpin-pemimpin baru ini bisa menjalankan organisasi masing-masing dengan terarah, dalam artian visi-misi yang mereka buat kemarin itu bisa dilakukan dengan baik dan sesuai dengan tujuan mereka dari awal,” ujar Kinta Putri Dewa selaku ketua pelaksana
Selain itu, Kinta menjelaskan bahwa kehadiran kegiatan PILAR Ormawa di periode ini sangat penting karena didasarkan pada evaluasi menyeluruh atas masalah yang dihadapi pada tahun sebelumnya. Peserta kegiatan PILAR Ormawa terdiri dari seluruh anggota MPM dan BEM.Selain itu, setiap Himpunan Mahasiswa (Hima) wajib mengirimkan perwakilannya yang meliputi Ketua, Wakil Ketua, dan lima Kepala Divisi Strategis.
Selain itu kegiatan PILAR Ormawa ini tidak hanya dilaksanakan oleh anggota ormawa, tetapi juga berkolaborasi dengan pihak manajemen kampus sebagai pemateri untuk membangun komunikasi yang sehat antar pihak kampus dengan para ormawa yang ada di Polimedia.
Anindita Budi Astuti selaku Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan berharap bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan manajemen bisa menjadi jembatan yang efektif antara aspirasi mahasiswa dan kebijakan kampus.
Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari dimulai dari tanggal 26-28 Januari 2026 yang bertempat di Cimandala dengan konsep campground. Bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang terkendali dimana setiap delegasi dapat bekerja sama dengan lebih baik. Para pemimpin dan calon anggota ini diharapkan dapat membangun komunikasi yang efektif.
Salah satu fokus utama dalam pelatihan ini adalah penyesuaian posisi atau peran setiap lembaga, mulai dari MPM, BEM, hingga Himpunan Mahasiswa (Hima). Sehingga mereka paham akan tugas masing masing dari mereka sehingga mengurangi miskomunikasi antar lembaga.
“Kadang koordinasi antar lembaga itu mengalami kendala karena kita belum terlalu paham dinamika organisasi secara menyeluruh. Apalagi kalau sudah berhadapan dengan isu-isu besar yang butuh respons cepat, itu cukup terasa dampaknya,” ujar Kinta.
Selain itu kegiatan ini juga menyajikan materi yang lebih berbobot dan relevan dengan industri kreatif, seperti pembahasan mengenai hak kekayaan intelektual. Materi ini diberikan agar mahasiswa memiliki referensi isu yang nyata dan tidak hanya terjebak pada isu politik nasional semata.
“Materinya ada terkait HAKI, kita pengen coba buat ngasih contoh permasalahan dan gimana secara ormawa bisa bergerak terkait HAKI ini,” tutur Kinta.
Dengan kolaborasi yang ada, pemateri yang dihadirkan berasal dari manajemen kampus. Tujuan dari keterlibatan manajemen kampus sebagai pemateri adalah agar mahasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang tata kelola Ormawa dari perspektif birokrasi kampus. Hal ini diharapkan dapat mengurangi perbedaan pengetahuan antara manajemen dan organisasi mahasiswa.
Kinta selaku ketua pelaksana juga menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar memberikan hasil yang nyata dan tidak sekedar menjadi acara pembuka kepengurusan semata. Ia memastikan seluruh rangkaian kegiatan akan terus dipantau dan dievaluasi agar benar-benar berdampak bagi peserta.
“Kegiatan PILAR Ormawa diharapkan dapat menjadi tradisi baru yang melahirkan pemimpin-pemimpin mahasiswa yang lebih siap menghadapi perubahan dan tantangan zaman yang terus berkembang. Apabila pelaksanaannya dinilai memberikan dampak positif terhadap kinerja organisasi mahasiswa, pihak kampus menyatakan komitmennya untuk terus melanjutkan kegiatan ini ke depannya ” tutup Ibu Anin.
Reporter: Muhammad Syakir
Editor: Falza Azahra