Nama Medpart

Penandatanganan MOU dengan Universitas Donggang Korea Selatan; Membuka Peluang Baru bagi Mahasiswa Polimedia

Foto: Humas Polimedia

Jakarta, Majalahketik.com – Senin (06/07/26) Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dengan Universitas Donggang Korea Selatan. Pertemuan ini berlangsung di ruang A.26, Gedung A, Polimedia Jakarta dan dihadiri oleh sejumlah delegasi dari Polimedia dan Universitas Donggang. Tujuan dari kerja sama ini untuk meningkatkan kompetensi industri kreatif Polimedia dengan sejumlah program yang nantinya dipersiapkan. 

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur Polimedia, Dwi Riyono, yang didampingi oleh Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kerja Sama, Mawan Nugraha,  Wakil Direktur bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum,  Cholid Mawardi, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni,  Dayu Sri Herti. Kegiatan ini dihadiri oleh Delegasi Donggang University Korea Selatan yaitu Director, Office of AI International Affairs,Sook Heo, Director International Student Support Center, Sanghee Lee dan Coordinator International Student Support Center, Hyeongwoo Jung.

“Memastikan kompetensi kita itu kira-kira enggak terlalu jauh dengan Korea. Dengan industri kreatif di sana kan lumayan kuat juga.” Ungkap Mawan.

Ilham Agung Prasetyo selaku Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) di Polimedia turut mengungkapkan sejumlah rencana program dalam kerja sama ini seperti pertukaran pelajar, magang, exchange faculty, dan kolaborasi riset. “Kerja sama pertukaran pelajar, magang. lalu faculty exchange, jadi dari fakultas ini, jurusan sini ke sana, dosen-dosen sini ke sana. dan kerja sama kolaborasi riset.” Ujarnya. 

Untuk prosesnya saat ini baru sampai penandatanganan MOU. Rigid mekanisme terkait program tersebut masih dalam tahap pembahasan berikutnya. “Rigid mekanismenya, nanti kita bahas berikutnya. Kita belum bisa sampai ke mekanisme.” Ungkap Mawan.

Namun, dalam waktu dekat salah satu mahasiswi Desain Grafis semester 6, Syifa Fauziah, akan menuju ke Universitas Donggang dalam rangka summer camp. “Summer camp di Donggang University. Jadi, seperti mahasiswa kita di sana belajar budaya,  keliling kampus, dan ikut program-program di kampus atau program kelas.” Ujar Ilham. 

Berawal dari Syifa yang mendaftar ke Universitas Donggang untuk pertukaran pelajarnya dalam rangka summer camp. Pihak Universitas Donggang akhirnya memberikan surat kerja sama ke pihak Polimedia. “Jadi, mahasiswanya memilih summer camp di Donggang University, Syifa Fauziah mendaftar ke sana”. ujar Iham.

Ilham menjelaskan bahwa belum ada target tetap untuk jumlah mahasiswa yang dapat mengikuti program ini karena pembahasan tekait Perjanjian Kerja Sama (PKS) akan dibahas di diskusi selanjutnya. “Jadi, dibahas lagi di diskusi berikutnya, di Perjanjian Kerja Sama atau PKS-nya,baru nota kesepahaman. Nanti akan ada lagi pembicaraan kelanjutan terkait itu. ujar Ilham.

Pelaksanaan program ini baru dilaksanakan pada bulan Agustus dan menjadi program perdana dengan Universitas Donggang”, jelas Ilham.

Ilham menyebutkan sejumlah keuntungan bagi mahasiswa Polimedia yang nantinya dapat mengikuti program ini seperti pengalaman, relasi, dan lainnya. “Nanti pengalaman, relasi, dan pertukaran budaya. Di sana nanti merasakan budaya Korea seperti apa, lalu kegiatan dari kampus Donggang-nya apa saja, mereka yang menentukan.” Ungkap Ilham. 

Indikator kesuksesan dari program ini masih diperkirakan, nantinya akan ada karya kolaborasi antara Syifa sebagai mahasiswi Desain Grafis dengan mahasiswa disana atau dengan profesor dan dosen. “mungkin nanti di akhir ada suatu karya. Kebetulan mahasiswanya Desain Grafis. Nanti di summer camp mungkin membuat  karya terkait Desain Grafis, kolaborasi antara mahasiswa Polimedia dengan mahasiswa disana.” Ujar Ilham. 

Pembahasan perjanjian kerja sama dalam kegiatan ini bertujuan membahas potensi program kerja sama yang mencakup pengembangan program akademik di bidang media kreatif dan teknologi terapan, penguatan kolaborasi internasional, kemitraan antarinstitusi, pelaksanaan program pertukaran mahasiswa dan dosen, penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan kebudayaan secara bersama, serta berbagi praktik terbaik (best practices) dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi guna meningkatkan mutu pembelajaran, inovasi, dan daya saing institusi.

Teks: Nayla Latifa

Editor: Hanum Ayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts