5 Tahun Kedepan Beberapa Pekerjaan Digantikan AI? Lalu Apa yang Harus Dikuasai?
JAKARTA, majalahketik.com – Era Kecerdasan Buatan (AI) kini semakin mendominasi berbagai aspek kehidupan, khususnya dunia kerja. Mulai dari layanan pelanggan, produksi konten, hingga analisis data, semuanya kini dapat dibantu atau bahkan dikerjakan oleh AI.
Menurut World Economic Forum, dalam lima tahun ke depan, sekitar 92 juta pekerjaan yang bersifat administratif dan rutin diperkirakan akan tergantikan oleh AI. Namun, pada saat yang sama, akan terbuka sekitar 170 juta peluang baru di sektor teknologi, keamanan digital, dan energi hijau.
Lalu, apa yang harus dikuasai manusia? Jawabannya adalah skill yang tidak bisa sepenuhnya digantikan AI, seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kepekaan sosial.
Di zaman sekarang, AI telah banyak digunakan, termasuk dalam menciptakan konten media sosial. Teknologi ini mampu melakukan tugas-tugas yang sebelumnya hanya dilakukan oleh manusia, seperti membuat lukisan digital, mengedit foto dengan menambahkan atau mengganti objek, hingga meniru peran wartawan profesional dalam siaran berita televisi dengan gaya bicara, visual grafis, dan tata kamera yang menyerupai siaran asli.
Namun, meskipun AI mampu melakukan banyak hal secara otomatis, peran manusia tetap tak tergantikan dalam beberapa aspek, seperti menciptakan ide, memahami konteks, dan mengambil keputusan strategis. Inilah alasan mengapa beberapa bidang studi diperkirakan akan tetap relevan dan bahkan mengalami transformasi besar di era AI.
Berikut sederet jurusan yang diprediksi memiliki prospek transformasi di Era AI
- Ilmu Komputer
Ilmu komputer merupakan jurusan yang paling diminati untuk karir di bidang AI. Banyak universitas menawarkan spesialisasi AI atau machine learning (pembelajaran mesin) dalam program ilmu komputer. Dapat memberikan dasar keilmuan yang relevan dan menyeluruh untuk memahami serta mengembangkan teknologi AI. Mahasiswa mempelajari cara merancang algoritma, menulis kode program, mengelola data dalam jumlah besar, serta memahami logika komputasi.
- Ilmu Komunikasi
Di tengah perkembangan AI, ilmu komunikasi menjadi salah satu bidang yang relevan karena membekali individu dengan kemampuan untuk memahami, menyampaikan dan menjembatani pesan antara manusia dengan sistem teknologi. Jurusan ini dapat memberikan pemahaman mengenai dinamika persepsi audiens, strategi komunikasi, serta dampak sosial dari teknologi, sehingga dapat berperan dalam memastikan pengguna AI tetap berpihak pada manusia.
- Data Science
Jurusan data science dibutuhkan karena sekarang hampir semua hal menghasilkan data, mulai dari media sosial, platform belajar online,, sampai aplikasi kesehatan. Data diibaratkan seperti bahan mentah yang bisa bercerita, dan perlu orang yang tahu cara membacanya. Jurusan ini mempelajari bagaimana mengumpulkan data, memahami dari setiap isinya, lalu menyampaikan hasil tersebut agar mudah dipahami orang lain.
- Desain Komunikasi Visual
Jurusan ini akan banyak melibatkan AI di masa depan. Penggunaan AI akan memudahkan tugas desainer dalam hal-hal yang bersifat repetitif atau rutin. AI memang bisa menghasilakan gambar, video, atau desain dalam waktu singkat, tetapi AI tetap membutuhkan manusia yang paham cara menyampaikan pesan secara efektif melalui visual.
- Psikologi
Jurusan Psikologi dapat menjadi penghubung antara teknologi dan pengguna, khususnya dalam hal memahami manusia dalam perilaku, perasaan, belajar, kesehatan mental dan kebutuhan manusia di era digital. Jurusan psikologi memiliki kemampuan untuk melakukan riset terhadap pengguna (user experience) yang sangat dibutuhkan dalam desain teknologi dan produk digital. Mereka dapat mengukur bagaimana respons manusia bisa tersampaikan sesuai dengan semestinya.
Jurusan yang sesuai memang penting, tetapi hal tersebut bukan menjadi satu-satunya penentu keberhasilan di dunia kerja. Dengan hadirnya teknologi AI yang terus berkembang, kemampuan untuk menguasai berbagai keterampilan justru menjadi nilai tambah yang besar. Di luar bangku kuliah, banyak skill yang bisa dipelajari secara mandiri dan dapat memberikan dampak nyata bagi karier, terutama pada bidang kreatif dan digital. Misalnya menggunakan software desain seperti Adobe Illustrator atau Figma, mengedit video dengan CapCut atau After Effects, serta memahami dasar-dasar UI/UX dan strategi konten, semuanya bisa dipelajari secara otodidak melalui berbagai platform online.
Selain itu, soft skills seperti berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, kreativitas, kemampuan adaptasi, dan manajemen waktu menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan.
Perusahaan masa kini mencari individu yang mampu menggabungkan keahlian teknis dengan kemampuan interpersonal. Semakin terampil seseorang dalam memanfaatkan teknologi AI dan mengembangkan keterampilan analitis, inovasi kreatif, serta kecerdasan emosional, semakin besar peluang mereka untuk sukses di era AI.
Dengan pesatnya perkembangan teknologi, Sobat Ketik harus tetap semangat karena AI bukanlah segalanya. Masih banyak hal yang hanya bisa dilakukan oleh manusia, terutama yang melibatkan kreativitas, empati, dan pemikiran yang kritis. Jadi, jangan takut untuk terus belajar dan mengasah kemampuan, karena itu akan membuat Sobat Ketik tetap unggul dan sesuai di masa depan.
Referensi :
Sumber (Artikel) Telkomsel.com “Mau Tetap Bisa Bersaing di Era AI? Ini skill yang perlu kamu Upgrade” Diakses pada Jumat 9 Juni 2025 dari
Sumber (Artikel) umn.ac.id(2024)“7 Skill yang Paling Dicari oleh Perusahaan di Era AI” Diakses pada Jumat 9 Juni 2025 dari
Sumber (Artikel) Marketeers(2025) “ 5 Jurusan Kuliah dengan Peluang Karier Menjanjikan di Era AI” Diakses pada Sabtu 10 Juni 2025 dari
Sumber (Artikel) Medcom.id (2025) “7 Jurusan Kuliah yang Paling Berguna di Zaman AI”
Diakses pada Sabtu 10 Juni 2025 dari
Teks : Dela Destria Putri
Editor :Fhadel Izza Mahendra