Listen

Ramah Disleksia

A

A

Nama Medpart

Apa Dampak Kecanduan Media Sosial? Begini Penjelasan & Tipsnya!

Foto : Freepik
Foto : Freepik


Apakah Sobat Ketik tahu, bahwa di zaman modern saat ini, media sosial sudah seperti menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan seseorang? Selain mempermudah akses teknologi, nyatanya penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memberikan dampak negatif pada psikis maupun fisik, lho!

Sebuah jurnal berjudul “Time Spent on Social Network Sites and Psychological Well-Being: A Meta-Analysis” oleh Chun-Chung Huang (2017) yang menggabungkan dari 61 studi, menyimpulkan bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan di media sosial, semakin rendah tingkat kesejahteraan psikologis seseorang. Karena tanpa sadar dapat menimbulkan perasaan kesepian, harga diri, dan kepuasan hidup.

Lalu mengapa bisa media sosial selalu terlihat menarik? Nah, hal ini lantaran adanya daya tarik terhadap insting sosial dari naluri manusia. Para ahli pun berteori bahwa otak manusia menghargai interaksi sosial dengan melepaskan zat kimia saraf tertent usalah satunya dopamin. Zat ini merupakan bahan kimia yang dilepaskan bersama otak saat sedang melakukan aktivitas menyenangkan. 

Jadi ketika Sobat Ketik memeriksa laman sosial media untuk melihat sesuatu yang baru saja terjadi atau sekedar melihat seberapa banyak ‘likes’ dan ‘comment’ yang didapatkan, bisa meningkatkan pelepasan dopamin, lho! Faktanya kebiasaan memeriksa secara berlebihan seperti ini dapat memicu sistem penghargaan otak untuk melepaskan bahan kimia tersebut. 

Berikut 3 dampak negatif dari kecanduan media sosial yang perlu Sobat Ketik perhatikan:

  1. Kepercayaan Diri Menurun

Ketika seseorang memposting sesuatu, ada dorongan untuk mendapat apresiasi berupa likes atau komentar. Namun, ketika melihat unggahan orang lain yang dirasa lebih baik, rasa percaya diri bisa menurun, bahkan mengurangi rasa syukur.

  1. FOMO (Fear of Missing Out)

FOMO dapat terlihat dari hasrat untuk terus-menerus memeriksa media sosial agar tidak ketinggalan informasi atau tren terkini. Hal ini sering terjadi pada generasi muda yang kerap menjadikan tren sebagai hal menarik.

  1. Depresi & Kecemasan

Perlu Sobat Ketik ketahui bahwa dampak negatif yang satu ini bisa muncul dari beberapa hal. Seperti kecemasan atas konten-konten yang tak senonoh hingga ditimbulkan dari cyberbullying yang dapat langsung menyerang kesehatan mental.

Namun, adakah cara agar bisa mengurangi kecanduan media sosial? Sobat Ketik tak perlu khawatir karena di bawah ini merupakan tips yang ampuh apabila dilakukan dengan benar dan konsisten:

  1. Manajemen Waktu

Batasi penggunaan media sosial, bisa dengan cara mengaktifkan fitur batas waktu yang biasanya terdapat pada pilihan pengaturan. Cara ini merupakan salah satu cara efektif untuk mengontrol rasa candu, terlebih ketika peringatan batas waktu sudah muncul, alangkah baiknya untuk segera menutup laman media sosial.

  1. Ciptakan Atmosfer Positif

Lakukan hal-hal positif saat bermain media sosial, alangkah lebih baik jika bisa mengkombinasikan dua kegiatan sekaligus seperti mempraktikkan tutorial konten kreatif DIY (Do It Yourself) sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang baru dengan perasaan yang senang.

  1. Mencari Kegiatan di Luar Media Sosial

Sebuah kegiatan akan menyenangkan bila dilakukan dengan orang-orang terdekat, maka dari itu Sobat Ketik bisa mencoba kegiatan fisik seperti olahraga, sekedar bersih-bersih rumah, hingga memasak. 

Nah, itu dia penjelasan berupa hubungan dan dampak mengenai media sosial dengan kesehatan mental, serta secuit tips yang disampaikan. Jangan lupa untuk selalu mengontrolnya dengan tepat ya, Sobat Ketik! Semoga informasi ini dapat membantu dan bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari!


Teks : Siti Hajar Jahra

Editor : Fhadel Izza Mahendra

Sumber : 

Sumber (artikel) siloamhospitals. (2024). “Pengaruh Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Remaja”. Diakses pada 21 April 2025 dari https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/pengaruh-media-sosial-terhadap-kesehatan-mental-remaja 

Sumber (artikel) halodoc. (2023). “Hubungan Kecanduan Media Sosial dan Kesehatan Mental”. Diakses pada 21 April 2025 dari https://www.halodoc.com/artikel/hubungan-kecanduan-media-sosial-dan-kesehatan-mental?srsltid=AfmBOopfhT-1nfzKgqmJm5zqb7TlTOF_bGdE123T0WKfCJXOtEGNBcE5 

Sumber (artikel) halodoc. (2024). “Ini 6 Cara Mengatasi Kecanduan Media Sosial pada Remaja”. Diakses pada 23 April 2025 dari https://www.halodoc.com/artikel/ini-6-cara-mengatasi-kecanduan-media-sosial-pada-remaja?srsltid=AfmBOoqI_KjqMhvpcAP4lQT4TtdVrbzrxtV02c1hQO3LpWQu1EC2S6xs 

Sumber (artikel) IHC. (2025). “Pengaruh Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental”. Diakses pada 21 April 2025 dari https://rskm.ihc.id/artikel-detail-1153-Pengaruh-Media-Sosial-Terhadap-Kesehatan-Mental.html 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts