Jauh di Mata, Dekat di Aksi: Ini 4 Aksi Peduli Hutan dan Orang Utan Tanpa Turun ke Lapangan
Jakarta, Majalahketik.com – Akhir-akhir ini Indonesia dilanda berita kebakaran hutan dari beberapa pulau seperti Kalimantan, Sumatera, dan lainnya. Kobaran api tersebut menghabiskan beberapa wilayah hutan yang ada di Indonesia. Berdasarkan data Sistem Monitoring Karhutla Kementerian Kehutanan hingga Juli 2026 luas lahan di Indonesia yang terbakar mencapai sekitar 202.010,96 hektare. Hal ini juga berpengaruh pada kehidupan di hutan tersebut, salah satunya orang utan.
Besarnya dampak dari kebakaran hutan ini memunculkan beberapa kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap hutan dan orang utan. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian dapat dimulai dari jauh. Berikut hal yang dapat kamu lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap hutan dan orang utan yang dapat sobat ketik ikuti.
- Menyebarkan edukasi digital
Langkah kecil seperti menyebarkan poster, membuat video, atau menulis artikel memiliki dampak besar karena penyebaran informasi menjadi lebih luas dan cepat. Informasi yang meluas dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian manusia. Hal ini dapat dilakukan dengan mudah melalui sosial media sobat ketik.
- Berdonasi di media resmi
Saat ini sudah banyak organisasi konservasi yang membuka donasi melalui media sosial. Donasi ini disalurkan untuk membantu menyelamatkan dan merawat orang utan karena rumah bagi mereka sudah banyak yang hangus terbakar. Pastikan sobat ketik berdonasi pada media yang terpercaya dan kredibel agar sesuatu yang didonasikan dapat sampai ke tujuan yang tepat.
- Adopsi orang utan secara virtual
Di tengah banyaknya kasus kebakaran hutan, gerakan adopsi orang utan semakin meningkat. Gerakan ini banyak diikuti oleh sejumlah publik figur di Indonesia. Hal ini menarik perhatian banyak orang untuk bergabung dalam gerakan adopsi orang utan. Gerakan ini dapat menjadi harapan bagi keberlanjutan hidup orang utan.
- Pilih produk ramah lingkungan
Produk ramah lingkungan penting demi menjaga kelestarian. Misalnya menggunakan minyak dari kelapa sawit yang memiliki logo Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Minyak dengan logo ini telah tersertifikasi produksi tanpa merusak hutan lindung. Selain itu menggunakan kertas ramah lingkungan yang bersertifikasi Forest Stewardship Council (FSC). Kertas yang bersertifikasi tersebut terbuat dari kayu yang dikelola secara bertanggung jawab dari hutan yang disertifikasi oleh FSC. Pilihlah produk ramah lingkungan lainnya.
Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap hutan dan orang utan. Setiap langkah kecil memberikan dampak besar bagi kehidupan, termasuk keberlangsungan hidup yang berada di hutan.
Referensi:
SiPongi (2026) “Indikasi Luas Kebakaran” Diakses pada 2 September 2026 dari https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/indikasi-luas-kebakaran
Republika (2026) “Ramai Figur Publik Adopsi Orang Utan, Bukan Dipelihara Tapi Begini Cara Kerjanya” Diakses pada 2 September 2026 dari https://ameera.republika.co.id/berita/tkkjyc425/ramai-figur-publik-adopsi-orang-utan-bukan-dipelihara-tapi-begini-cara-kerjanya
RSPO (2026) “Mengapa Minyak Sawit Berkelanjutan” Diakses pada 2 September 2026 dari https://rspo.org/id/mengapa-minyak-sawit-berkelanjutan/
Golden Paper Group (2026) “What Is FSC Paper” Diakses pada 2 September 2026 dari https://id.goldenpapergroup.com/blog/what-is-fsc-paper.html
Teks: Nayla Latifa
Editor: Andien T. Aprillia