Listen

Ramah Disleksia

A

A

Nama Medpart

Puncak Enthufest 2025: Saat Musik, Cinta, dan Kebersamaan Menyatu di Balairung UI

sumber: Enthufest 2025

Jakarta, majalahketik.com – Suara riuh penonton menggema di Balairung dan Rotunda Universitas Indonesia pada Kamis sore, 16 Oktober 2025. Sinar lampu warna-warni menari di udara, menandai dimulainya puncak festival musik inklusif terbesar karya mahasiswa UI,  Enthufest 2025. Dengan mengusung tema “Buku, Pesta, Cinta, dan Musik”, festival ini menjadi wujud nyata semangat kolaborasi lintas fakultas dan kreativitas anak muda yang tak terbatas.

Sejak gerbang dibuka pada pukul tiga sore, area Balairung dan Rotunda UI langsung dipadati ribuan pengunjung. Udara hangat sore hari berpadu dengan tawa, obrolan, serta lantunan musik dari panggung pembuka. Tiga panggung utama Enthufest Stage, Balairung Stage, dan Vica Karaoke Stage. Menghadirkan beragam pertunjukan, mulai dari band lokal kampus hingga nama besar yang sudah dikenal publik.

Lagu Indonesia Raya berkumandang di awal acara sebelum penampilan Arteich, Uncle Wire, The Juragans, dan Wheels on Trails yang membuka suasana dengan semangat muda yang menggelegar. Uncle Wire, salah satu band yang tampil di sore hari, mengaku senang dapat kembali mengisi panggung Enthufest setelah tahun lalu juga berpartisipasi. 

”Senang sih perasaannya, tahun lalu kita juga main disini, jadi bring back memories tahun lalu. apresiasi juga makin tinggi ya, dari tahun kemarin ke tahun sekarang ya. Jadi seru semuanya.” ujar Ibet, vokalis Uncle Wire

Suasana mencapai puncaknya ketika Reality Club, Barasuara, dan Lomba Sihir naik ke panggung utama, memecahkan malam dengan energi yang tak terbendung. Ribuan lampu ponsel penonton menyala saat Reality Club membawakan lagu “Anything You Want”, menciptakan lautan cahaya yang memukau di tengah Balairung.

Namun, Enthufest bukan sekadar konser musik. Tahun ini, festival tersebut juga menghadirkan bazar UMKM bertajuk “Rasa Rupa Bazaar”, yang dipenuhi beragam kuliner, fashion, dan produk kreatif buatan mahasiswa. Aroma kopi, makanan ringan, serta pernak-pernik handmade memenuhi area bazar yang dipadati pengunjung. Banyak di antara mereka mengaku keberadaan bazar ini memberi warna baru dan memperkaya pengalaman festival.

“Seneng banget, bener-bener terorganisir dan gak ngaret. Semua venue-nya jelas dan crowd-nya juga tertib,” ujar Tiara, mahasiswa baru UI.

Putri menambahkan, “Aku datang karena suka banget sama Reality Club, makanya aku datang di Enthufest hari ini.”

Tidak hanya menarik minat mahasiswa, festival ini juga ramai dikunjungi oleh masyarakat luar kampus. Salah satunya Bintang, Siswa SMA asal Ciracas, yang datang bersama teman teman nya untuk menikamti suasana Enthufest.

“Gue udah nunggu banget Reality Club, tapi Barasuara juga keren banget. Ini jadi ajang refreshing di tengah tugas sekolah,” ujar Bintang antusias.

Puncak malam ditutup dengan kolaborasi spesial Athar Alikhwan x Jimbo x Warna Joi x dan Enthufest Team yang membawakan lagu penuh energi, menandai berakhirnya perjalanan panjang Enthufest 2025. Namun semangatnya tidak berhenti di situ.

Bagi mahasiswa UI, Enthufest bukan hanya festival musik,melainkan simbol semangat muda, cinta, dan kebersamaan yang menyatukan setiap langkah mereka. Di balik gemerlap panggung, ada kerja keras ratusan panitia yang berkolaborasi lintas fakultas untuk menciptakan ruang ekspresi tanpa batas.

Malam itu, Universitas Indonesia bukan hanya menjadi tuan rumah sebuah konser, tetapi juga saksi bagaimana musik mampu menjembatani perbedaan dan menyatukan semangat generasi muda.

Reporter : Risky Wahyu Kurniawan

Editor: Meisya Rizkia D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts