Listen

Ramah Disleksia

A

A

Nama Medpart

Kericuhan di Tamansari, Gas Air Mata Menyasar Kampus Unisba dan Unpas

Sumber foto: X @/aeshaael

Kericuhan terjadi setelah aparat kepolisian menembakkan puluhan gas air mata yang mengarah ke dua perguruan tinggi di Bandung, yaitu Universitas Pasundan (Unpas) dan Universitas Islam Bandung (Unisba), pada Senin malam 1 September , hingga Selasa dini hari, 2 September 2025 . Situasi memanas sejak malam ketika sejumlah kendaraan taktis (rantis) bersama aparat gabungan TNI–Polri memasuki kawasan sekitar kampus untuk melakukan penyisiran. Tak lama kemudian, suara tembakan gas air mata terdengar bertubi-tubi. Kepulan asap menyelimuti kawasan Tamansari, merembes hingga ke dalam area kampus dan mengenai mahasiswa maupun warga yang berada di lokasi.

Dilansir dari unggahan akun X @BdgBergerakID, sejak sekitar pukul 21.55 WIB aparat mulai bergerak memasuki area Unisba dan menembakkan gas air mata. Akibatnya, sejumlah orang terjatuh dan mengalami gangguan pernapasan. Sementara itu, Unisba dan Unpas sebelumnya telah disiapkan sebagai titik evakuasi bagi massa aksi yang menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat pada siang harinya. Namun, kedua kampus tersebut justru menjadi sasaran tembakan sehingga mahasiswa dan warga di dalamnya ikut terdampak.

Baca juga: Kebijakan Presiden Dipandang Belum Menjawab Tuntutan Reformasi

Di Unpas, situasi semakin memanas sekitar pukul 23.30 WIB. Aparat disebut masuk hingga ke area kampus dan melancarkan serangan dengan menembakkan sekitar 30 gas air mata. Tembakan diarahkan ke berbagai titik, hingga mengenai massa mahasiswa, posko medis, area evakuasi, dan sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Tidak hanya mahasiswa, sejumlah satpam kampus turut menjadi korban akibat serangan gas air mata, sehingga harus mendapatkan pertolongan darurat. Kejadian ini memperburuk keadaan, sebab baik kampus maupun posko evakuasi medis yang semestinya menjadi zona aman justru turut menjadi sasaran serangan.

Menurut Presiden Mahasiswa Unpas, Ridho Dawam, banyak mahasiswa mengalami luka dan sesak napas akibat paparan gas. Kondisi itu semakin memperburuk situasi darurat di dalam kampus yang semestinya menjadi ruang aman namun berubah menjadi arena kericuhan. Peristiwa ini kemudian menuai kecaman dari berbagai pihak karena penggunaan kekuatan aparat dinilai berlebihan dan membahayakan keselamatan mahasiswa maupun sivitas kampus.

Selain itu, laporan lain turut memperlihatkan seberapa masif penggunaan kekuatan aparat pada malam itu. Berdasarkan unggahan di akun X @ilhampid, setidaknya ditemukan sekitar 60 selongsong gas air mata yang berserakan di dalam area kampus hingga asrama mahasiswa. Temuan ini menjadi bukti nyata bahwa penembakan dilakukan dalam intensitas yang tinggi. Kondisi tersebut semakin menegaskan bahwa penggunaan kekuatan oleh aparat malam itu jauh melampaui batas kewajaran.

Di sisi lain, menurut Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan, patroli besar dilakukan untuk membubarkan kelompok anarko. Ia menyebut provokasi terjadi setelah ada lemparan molotov ke arah patroli dan rantis Brimob, yang kemudian memicu respons aparat di sekitar kawasan kampus.

Sementara itu Rektor Unisba, Harits Nu’man memberikan pernyataan yang sama seperti Polda Jawa Barat. Menurutnya, aparat menembakkan gas air mata untuk memukul mundur massa yang bergerombol setelah aksi berlangsung. Harits juga menyebut polisi tidak memasuki area kampus. Namun, mereka menembakkan gas air mata dari depan gerbang. 

Gelombang kritik pun bermunculan. Sejumlah pihak menilai tindakan represif ini tidak sekadar melanggar etika, melainkan juga mengancam keselamatan jiwa. Kampus dan asrama mahasiswa yang bukan merupakan lokasi konfrontasi dan seharusnya menjadi ruang yang aman untuk belajar serta tinggal namun justru terkena imbas.


Teks: Zalfa Rihhadatul Aisy

Editor: Syafaa Ainun Laita Lesmana

Referensi:

Sumber (artikel) Tempo.com. (2025). “Penjelasan Rektor Unisba soal Polisi Tembak Gas Air Mata ke Kampus”. Diakses pada 2 Spetember 2025 dari https://www.tempo.co/politik/penjelasan-rektor-unisba-soal-polisi-tembak-gas-air-mata-ke-kampus-2065731 

@BdgBergerakID. (1 September 2025). Situasi di sekitar Unisba semakin tidak kondusif. Twitter. https://x.com/BdgBergerakID/status/1962531823923380264?t=maHksTfopUtvbxnKlHG9Uw&s=19

@ilhampid. (2 September 2025). Headline news. All EYES ON BANDUNG. ALL EYES ON UNISBA & UNPAS. Twitter. https://x.com/ilhampid/status/1962621257578344798?t=bGyQPL5zsiDFT0QQmY-D4g&s=19

Sumber (artikel) Hendrik Yaputra. (2025). “Mengapa Polisi Tembak Gas Air Mata ke Unisba dan Unpas?”. Diakses pada 2 September 2025 dari https://www.tempo.co/politik/mengapa-polisi-tembak-gas-air-mata-ke-unisba-dan-unpas–2065700

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts