JAKARTA, majalahketik.com—Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) kembali mendapat kabar baik dari salah satu mahasiswanya, Kaila Musdalifah Sapitri dari Program Studi Pengelolaan Perhotelan yang sukses membawa pulang Juara 1 dalam Front Office Competition pada ajang National Tourism Skills Competition (NTSC) 2025. Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kampus, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Polimedia mampu bersaing dan tampil gemilang di tingkat nasional.
Kaila memulai pengalamanya di dunia kompetisi sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Saat itu, ia mengikuti lomba serupa dan meraih juara nasional. Konsistensi prestasinya berlanjut ketika memasuki bangku kuliah, Kaila kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang National Tourism Vocational Skill Competition (NTVSC) 2025 yang diadakan di Politeknik Negeri Malang dan berhasil meraih juara pertama. Rangkaian pencapaian tersebut membuat para dosen semakin percaya pada kemampuannya, sehingga Kaila dipilih untuk mewakili kampus dalam kompetisi NTSC 2025.
“Sebelumnya aku juga ikut lomba NTVSC yang diadakan di Politeknik Negeri Malang, alhamdulillah aku meraih juara satu. Karena itu, dosen memberi kepercayaan padaku untuk ikut NTSC 2025 ini,” ujar Kaila.
Serangkaian persiapan yang Kaila lakukan adalah menelaah kembali materi-materi yang berkaitan dengan kompetisi, memperdalam konsep pelayanan tamu, dan mempelajari standard Operating Procedure (SOP) internasional yang menjadi landasan kompetisi front office. Namun persiapan itu tidak ia lakukan seorang diri. Kaila dibimbing langsung oleh dua dosen sebagai mentor, yakni Lu’luwatin Aprilia dan Fristi Bellia Annishia, yang mendampinginya melalui sesi pelatihan intensif seperti role play untuk mensimulasikan kondisi nyata di bidang front office.
Meskipun persiapannya terbilang singkat, namun pengalaman sebelumnya membuat Kaila lebih siap menghadapi tekanan. Ia menyebutkan bahwa kemampuan yang paling ia tekankan selama latihan adalah emotional control, kemampuan untuk tetap tenang ketika menghadapi komplain, tekanan, ataupun skenario mendadak dari juri yang berperan sebagai tamu. Baginya, ketenangan adalah kunci utama dalam memberikan pelayanan terbaik.
“Jujur, NTSC ini agak mendadaknya dan persiapannya cuman beberapa kali pertemuan. Kayaknya sih sekitar 2 minggu persiapannya,” ucap Kaila, menjelaskan waktu persiapan yang ia miliki untuk menghadapi kompetisi.
Secara teknis, NTSC terdiri dari dua babak utama. Babak pertama adalah tes penyisihan berupa kuis, di mana peserta diuji mengenai teori front office. Lima peserta dengan nilai tertinggi kemudian maju ke babak kedua, yaitu role play, bagian yang paling menentukan dan penuh tantangan. Kaila mengungkapkan bahwa bagian tersulit dari kompetisi ini adalah ketidakpastian ujian yang diberikan dari juri. Peserta sama sekali tidak mengetahui kasus apa yang akan dihadapi hingga detik terakhir. Situasi inilah yang menuntut kesiapan mental, kecermatan, dan empati tingkat tinggi.
Kaila menegaskan keahlian yang membantunya unggul adalah emotional control serta kemampuan menunjukkan empati kepada tamu. Dua hal ini, menurutnya, menjadi fondasi pelayanan yang baik sekaligus faktor yang membuatnya mampu bersaing dengan peserta lain. Untuk selanjutnya, Kaila menyatakan bahwa ia akan terus mengikuti kompetisi lain sebagai bentuk pengembangan diri. Prestasi Kaila ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan dan meraih hasil terbaik.
Teks : Mafaazah Nur Farchanah
Editor : Syafaa Ainun Laita Lesmana