Advertising Cup Jadi Wadah Kompetisi Sekaligus Sarana Branding Prodi Periklanan
Jakarta, majalahketik.com — Advertising Cup digelar oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Periklanan, Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia), pada 12 September 2026 di GOR Kebayoran Baru. Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa SMA/SMK sederajat untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang olahraga. Selain menghadirkan kompetisi basket, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana perkenalan Prodi Periklanan kepada calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Kegiatan tersebut dikelola oleh mahasiswa Prodi Periklanan semester 3 dan semester 5. Persiapan acara telah dilakukan sejak awal Juni untuk memastikan seluruh rangkaian pertandingan dan kebutuhan peserta dapat berjalan dengan baik. Acara berlangsung selama satu hari penuh dengan hanya mempertandingkan satu cabang olahraga, yakni bola basket.
Menurut Mohammad Ridho Habibie, ketua pelaksana Advertising Cup, acara ini dilatarbelakangi oleh minat siswa SMA/SMK sederajat terhadap olahraga basket yang cukup besar, sementara itu kompetisi yang profesional masih dinilai terbatas. Oleh karena itu, Advertising Cup diharapkan dapat menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding.
Selain menjadi wadah kompetisi, acara ini memiliki tujuan lain, yaitu memperkenalkan Prodi Periklanan kepada siswa-siswi SMA/SMK yang sedang mempertimbangkan pilihan perguruan tinggi. Melalui kegiatan yang melibatkan langsung mahasiswa, peserta diharapkan dapat mengenal lingkungan serta aktivitas yang berkaitan dengan Prodi Periklanan.
Lokasi pertandingan dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan. GOR Kebayoran Baru yang digunakan memiliki harga sewa yang dinilai terjangkau, fasilitas yang tergolong baru, serta lokasi strategis sehingga mudah diakses peserta dari berbagai wilayah, seperti Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.
Untuk mengikuti pertandingan, peserta dikenakan biaya sebesar Rp250.000. Biaya tersebut terdiri atas Rp200.000 untuk pendaftaran dan Rp50.000 sebagai uang jaminan. Panitia juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi kendala selama pertandingan.
Dalam aspek keselamatan, panitia bekerja sama dengan rumah sakit rujukan terdekat dan menyediakan ruangan khusus serta unit ambulans di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan cedera pemain. Sementara itu, untuk mengatasi potensi keterlambatan pertandingan, panitia menyiapkan beberapa opsi jadwal cadangan dengan rundown yang fleksibel.
Di sisi lain, Ferdinand Roid Rizqullah, salah satu pemain dari tim SMA Perguruan Cikini 2, mengatakan bahwa pengalaman bertanding mengajarkannya untuk tetap fokus pada permainan dan tidak mudah tertekan oleh lawan. Momen paling menegangkan baginya terjadi ketika salah satu rekan setimnya hampir terlibat perselisihan dengan pemain lawan.
“Tadi salah satu teman ada yang hampir berselisih, tapi untungnya kita saling mengingatkan untuk fokus,” ujarnya.
Meski demikian, Ferdinand juga merasakan momen membanggakan ketika berhasil mencetak banyak poin secara individu hingga dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP). Ia berharap performa tim dapat semakin baik pada pertandingan berikutnya dengan memperkuat kemampuan rebound dan mengurangi kelengahan selama permainan.
Bagi panitia, keberhasilan kegiatan ini terwujud melalui kelancaran pertandingan serta eratnya solidaritas dan kekompakan sepanjang proses hingga acara berakhir. Kebersamaan antarpanitia menjadi pengalaman penting yang menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak terlepas dari kerja sama seluruh anggota tim.
Reporter: Raisyah Nabila Putri
Editor: Zalfa Rihhadatul Aisy