Listen

Ramah Disleksia

A

A

Nama Medpart

POMOxygen Hadirkan Edukasi Lingkungan dan Kampanye Udara Bersih

Sumber: Mochamad Asbi Al Islamy

Jakarta, majalahketik.com – Polimedia Movement Oksigen (POMOxygen), kampanye lingkungan yang diinisiasi oleh mahasiswa Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia), turut meramaikan ADVICE pada 10 Desember 2025 dengan menghadirkan booth edukatif di Hall Gedung E. Booth bertema penjagaan kualitas udara tersebut menampilkan berbagai pameran interaktif untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap isu polusi udara dan perubahan iklim. Melalui kuis informatif, sesi perenungan audio, dan permainan interaktif tentang kualitas udara, POMOxygen mengajak pengunjung memahami dampak buruk pencemaran udara serta pentingnya perubahan perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Inisiatif ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.

Kampanye ini berfokus pada Sustainable Development Goals (SDG) Nomor 13, yaitu penanganan perubahan iklim melalui tindakan cepat untuk mengurangi dampaknya. POMOxygen juga menyiapkan aksi nyata. Daymee Muhammad Zubair Opentri, selaku panitia, menyampaikan bahwa ratusan bibit pohon, termasuk sengon dan mahoni, telah disiapkan untuk ditanam di area Polimedia maupun sejumlah titik di Jakarta. Pengunjung juga diberikan bibit pohon tersebut dan diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya penghijauan.

“Kita akan menanam bibit yang sudah disponsori oleh menteri kehutanan yaitu ada bibit sengon dan juga bibit mahoni  yang sudah kita siapkan kurang lebih 130 bibit yang akan kita sebar di beberapa titik di kota Jakarta dan juga area Polimedia” ucap Daymee

Booth POMOxygen menampilkan berbagai pameran interaktif yang dirancang untuk memberi pengalaman edukatif bagi pengunjung. Mereka diajak bermain menebak kondisi kualitas udara, mengikuti kuis pengetahuan lingkungan yang disertai penjelasan dari panitia, mendengarkan sesi refleksi tentang alam, hingga merekam suara untuk “curhat” kepada Bumi mengenai kondisi lingkungan sekitar. Melalui pendekatan gamifikasi dan partisipatif ini, panitia berharap pesan kampanye dapat tersampaikan dengan lebih ringan, menarik, dan mudah dipahami, terutama oleh mahasiswa.

Panitia POMOxygen menekankan bahwa program ini sangat relevan dengan kondisi kualitas udara saat ini, terutama di lingkungan kampus yang padat aktivitas. Mereka menjelaskan bahwa selain fokus pada penanaman pohon, kampanye ini juga mendorong perubahan perilaku sehari-hari mahasiswa. Upaya itu mencakup mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, menurunkan kebiasaan merokok, dan mulai membiasakan diri menggunakan transportasi umum. Langkah sederhana ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas udara, baik di lingkungan kampus maupun area sekitarnya.

“Karena kita nggak perlu cari contoh yang jauh. Udara di Polimedia sendiri sudah sangat buruk pada saat kita cek.” Tegas Daymee

Salah satu pengunjung, Sandrika Agistara Putri, menilai booth POMOxygen sangat menginspirasi karena membuka kesadaran tentang cara menjaga lingkungan dan kualitas udara, terutama melalui penanaman tumbuhan yang membantu mengurangi polusi. Ia menganggap tema udara bersih yang diangkat sangat relevan dengan kondisi Jakarta yang dipenuhi polusi. Pemberian bibit tanaman kepada pengunjung, menurutnya, menjadi ajakan nyata bagi mahasiswa untuk berkontribusi menjaga kualitas udara melalui aksi menanam pohon.

Teks: Gastra Putra Ahtayasya

Editor: Intan Safitri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts